Perayaan Kathina 2557 BE : Mendukung Sangha, Melestarikan Dhamma

07.42

Kota Tangerang, Banten Muda – Sebuah panggung sederhana dipersiapkan di lapangan luas yang terletak tepat di depan gedung D, Universitas Buddhi Tangerang. Tertanggal 7 November 2013 pagi, telah diadakan perayaan Kathina ke 2557 BE yang melibatkan seluruh tingkat pendidikan di perguruan Buddhi, yakni TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Perayaan Kathina hari itu mengangkat tema ‘Kathina memperbarui komitmen dalam mendukung Sangha pelestari Dhamma’.
Kathina sendiri adalah hari besar umat Buddhis yang dirayakan sebagai ungkapan perasaan terima kasih kepada para bhikkhu/ viharawan. Ungkapan terima kasih tersebut dinyatakan dengan mempersembahkan barang-barang kebutuhan Bhikkhu Sangha seperti jubah (civara), obat-obatan, makanan serta perlengkapan sehari-hari lainnya. Maka itu, seluruh murid yang mengikuti perayaan tersebut diwajibkan untuk membawa dana makan yang nantinya akan disumbangkan kepada Bhikkhu Sangha dalam acara pindapata.
        
    Perayaannya berlangsung meriah dan begitu ramai, terutama saat pembukaan acara yang diawali dengan pertunjukkan tari kipas dan tari daerah Bali oleh anak-anak SD Perguruan Buddhi, serta duet vocal dari dua murid SMP Perguruan Buddhi yang membawakan lagu Buddhis ‘Kasih’ dengan merdu. Seusai pementasan seni Buddhis sederhana, perayaan memasuki acara utama yakni prosesi puja, penyalaan lilin lima warna, perenungan terhadap paritta Nidhikanda Sutta, dan penyambutan delapan Bhikkhu Sangha, dimana dua di antaranya berasal dari Thailand dan Malaysia.
            Salah seorang Bhikkhu, yakni YM. Bhikkhu Cittasanguarang, dalam perayaan tersebut memberikan siraman rohani tentang cara memaknai hari Kathina sebagai kesempatan berbuat kebaikan dengan berdana.
            “Seseorang yang berdana memiliki lima keunggulan dibandingkan dengan orang yang tidak berdana. Lima keunggulan itu adalah umur panjang, lebih cantik/tampan, hidupnya lebih berbahagia/makmur, memiliki banyak teman dan semakin kuat dalam Dhamma. Maka itu, lewat hari Kathina inilah, mari berdana dengan senang hati, yakin terhadap perbuatan baik kita serta memiliki inisiatif sendiri untuk berdana, tidak dengan paksaan,” jelas YM. Bhikkhu Cittasanguarang yang disambut hangat oleh para peserta perayaan.
            Perayaan Kathina pagi itu tak hanya menjadi sekedar perayaan untuk para peserta yang kebanyakan dari kalangan murid itu, tapi juga sebagai pengingat bagi tiap orang untuk berhenti sejenak dari segala kesibukkan, dan mulai berbuat baik dari hal kecil seperti berdana.
            “Selain mengajarkan aku untuk berdana, Kathina kali ini juga keren banget. Apalagi tari kipas dan tari khas Balinya, aku suka. Lain kali perbanyak pementasan seni Buddhis lagi ya,” ungkap Vienna Clara, salah satu murid SMA yang mengikuti jalannya perayaan hingga selesai. Rangkaian acara Kathina pun usa tepat pukul duabelas siang, dengan blessing/pemercikan air suci dan penghormatan sujud kepada Buddha/namaskara sebagai penutupnya. (ver/ft.ver)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »