Banten Muda Community Gelar Talk Show Menulis

14.35


Serang,,Bantenmuda ( 17/11/2013) – Lebih dari 150 remaja dari berbagai sekolah setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama dan atas mengikuti talk  show  “Yuk Menulis” di Aula Serba Guna SMAN 1 Ciruas, Serang, Minggu (17/11/2013). Dalam acara yang diselengarakan Banten Muda Community tersebut, mereka nampak antusias berinteraksi dengan para pemateri.

Kegiatan Talk Show yang digelar satu hari ini menyajikan sejumlah materi yakni, teknik menulis cerpen, artikel, dan berita. Pemateri yang menyampaikan cara menulis cerpen adalah Niduparas Erlang, untuk artikel Fikri Habibi,dan pemateri pada teknik menulis berita adalah Rizal Fauzi. Sementara selaku host Boyke Pribadi.

Materi-materi tersebut disampaikan para narasumber dengan gaya penyampaian yang santai. Sehingga nampak tak ada ketegangan di wajah para peserta.

Kepala SMAN 1 Ciruas Mohamad Najih, saat membuka talk show, meminta para peserta untuk dapat memetik manfaat dari pembekalan jurnalisme dan menulis ini. 

"Kami berharap para remaja dapat menyalurkan minat dan bakatnya dalam hal menulis serta mempublikasikannya melalui banyak media," katanya. 

Ia juga mengatakan, diharapkan setelah menguasai tentang penulisan, para peserta bisa menulis di media dan tidak melupakan etika. ”Jadi penulis juga harus mempunyai etika,”  jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Banten Muda Community, Irvan Hq mengungkapkan,kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan supaya para pelajar bisa menuliskan apa yang ada di benakanya. “Sebab selama ini kebanyakan mempunyai kendala untuk menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan. Diharapkan dari kegiatan ini mereka bisa menulis,entah itu berita,artikel atau cerpen,” katanya.

Irvan juga menegaskan, dengan adanya kegiatan workshop menulis, diharapkan para pelajar bisa menyalurkan ide-idenya melalui berbagai media yang banyak didapati sekarang ini.”Seperti tabloid, mading,media  online  dan lain-lain,” kata Irvan.

Niduparas Erlang,saat menyampaikan materinya mengatakan, untuk memulai sebuah tulisan biasanya memang berangkat dari ide. Atau berangkat dari konsep yang abstrak yang menggelitik di kepala. Dan ide itu tidak harus ditunggu,sebab ide juga bisa  dari berbagai pengalaman.

“Ide menulis itu bisa datang dari pengalaman pribadi,pengalaman orang lain, dari media massa,atau bisa melihat di sekeliling kita,” kata Niduparas.

Sedangkan, Fikri Habibi mengatakan, dalam menulis artikel jangan dulu berpikiran tulisannya akan best seller.” Jangan pernah berfikir untuk best seller, marilah menulis untuk sejarah kita. Tulis dengan sekreatif mungkin. Jika kita terus menulis dengan kreatif dan tak kenal lelah, maka tulisan kita akan berharga mahal,” terangnya.

Fikri juga mengatakan, dengan menulis, selain bisa menyalurkan ide-ide dalam kepala,juga bisa menghasilkan materi.

Rizal Fauzi, pemateri yang berprofesi sebagai wartawan mengatakan, penguasaan dasar-dasar jurnalistik merupakan modal yang amat penting saat terjun di dunia jurnalistik.
“Karena media tak lagi sebatas penyampai informasi  yang aktual kepada masyarakat. Tapi media juga mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menampilkan fakta-fakta untuk selalu bertindak objektip dalam setiap pemberitaannya,”kata Rizal. (LLJ)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »