Membangun Semangat Mahasiswa Melalui Seminar

20.04


Serang, Banten Muda— Bertempat di Gedung Aula Prof. K. H. Syadeli Hasan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanudin” (SMH) Banten, gelar seminar inspiratif, Rabu (20/11). Kegiatan ini khusus untuk membangun semangat para mahasiswa/i IAIN “SMH” Banten. 

Kegiatan yang bertema: Eksistensi Pemuda dalam Pembangunan, disampaikan oleh Herman Hidayat, staf ahli bidang investasi dan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan ini mewakili Dahlan Iskan, menteri BUMN, yang tidak dapat hadir untuk menjadi pembicara pada kegiatan ini.


Sebagai pembicara, Herman hidayat berpesan kepada seluruh peserta seminar, untuk terus belajar, bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu, dan tetap semangat, demi meraih semua impian yang ada.

Kegiatan ini adalah sarana untuk membangun semangat dan motivasi mahasiswa/i, agar dapat terus mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki, ujar Nurdin selaku ketua pelaksana.

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN “SMH” Banten, H. Utang Ranuwijaya berharap, semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa/i tersadar, bahwa merekalah pemuda/i yang mempunyai tanggung jawab besar atas pembangunan bangsa indonesia, sehingga dapat memacu mereka, untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri, demi mewujudkan masa depan yang gemilang. (AR. Syifa)


FUDA EXPO 2013 IAIN SMH Banten

09.50



Serang, Banten Muda— Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Fakultas Ushuludin, dakwah, dan adab (FUDA), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) FUDA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanudin” (SMH) Banten, gelar FUDA EXPO 2013, Selasa (19/2013), bertempat dilingkungan Kampus IAIN SMH Banten. Kegiatan ini, telah berlangsung  sejak, senin (18/11), dan akan terus dilaksanakan sampai dengan, kamis (21/11).

Kegiatan FUDA EXPO, berbentuk Perlombaan. Perlombaan yang para pesertanya berasal dari kaum pelajar, dan mahasiswa, dengan ruang lingkup Se-Povinsi  Banten. Adapun rangkaian perlombaan pada kegiatan ini, terdiri dari lomba menulis artikel,desain koran dan berita, membaca dan memahami kitab kuning, syahril Qur’an, tahfidz Qur’an, debat bahasa arab, pop solo islami, al-qiram, marhaban, yalil, dan marawis. Tidak hanya itu, bazar buku murah juga, berhasil menarik perhatian para peserta dan mahasiswa IAIN SMH Banten.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan tali persatuan dan  silaturahmi, antar pelajar dan mahasiswa, agar ke depannya, dapat bersinergi untuk terus memperjuangkan dan mendakwahkan agama Islam, demi perubahan yang lebih baik untuk bangsa,” ujar Ahmad Fadhilatul Khudur, Gubernur FUDA IAIN SMH Banten.

Ahmad juga berharap, semoga selepas kegiatan ini para peserta perlombaan, tidak berhenti untuk terus berkreasi dan meningkatkan kualiatas diri. (AR. Syifa)

Mubes Wapala Tapak Guriang

17.56



Serang, Bantenmuda (17/11/2013) - Semarak dan meriah itulah yang patut disandangkan dalam gebyar acara musyawarah besar (mubes) Wapala Tapak Guriang (WTG) SMAN 1 Ciruas, acara yang beragendakan pemilihan Ketua Umum Baru (Ketumbar) masa bakti 2013/2014 tersebut disambung dengan berbagai kegiatan lainnya diantaranya pembuatan program kerja yang disuport langsung oleh puluhan alumni yang berasal dari hampir seluruh angkatan, pada Minggu, 17 November 2013.

Organisasi yang lahir pada tahun 1986 silam ini pun di dukung penuh oleh Kepala SMAN 1 Ciruas, H. Moh. Najih.

Dalam sambutannya H. Moh. Najih mengungkapkan pihaknya mendukung penuh kegiatan kepecintaalaman yang digagas organisasi yang pernah tersohor di jagat Banten tersebut. Dirinya berharap kedepan anggota beserta keluarga besar dapat menghidupkan kembali kejayaan WTG yang sudah dua tahun redup. "Saya sebagai Kepala sekolah, amat berharap peran keluarga besar WTG yang juga alumni SMAN 1 Ciruas," kata Moh. Najih yang juga Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Se Kabupaten Serang tersebut.

Najih juga menekankan pentingnya pematangan materi terhadap anggota WTG agar kedepan dapat berprestasi di berbagai bidang, khususnya di bidang kepecinta alaman dan perkembangannya. "Tentunya dengan suport alumni, WTG akan bangkit dan mendapatkan apa yang dicita-citakan," pungkasnya.

Pada bagian lain, Kordinator Ikatan Keluarga Besar WTG, Boy Hasbibulloh mengungkapkan dirinya bersama rekan-rekan alumni lainnya, akan selalu mensuport anggota yang masih aktif di sekolah. "Apapun kebutuhan teman-teman di sekolah dan alhamdulilah hari ini pun puluhan alumni hadir untuk mensuport teman-teman di sekolah," ujarnya.

Dalam acara ini pun digelar bancakan khas WTG dan pemberian materi di berbagai bidang kepecinta alaman.(LLJ)

Banten Muda Community Gelar Talk Show Menulis

14.35


Serang,,Bantenmuda ( 17/11/2013) – Lebih dari 150 remaja dari berbagai sekolah setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama dan atas mengikuti talk  show  “Yuk Menulis” di Aula Serba Guna SMAN 1 Ciruas, Serang, Minggu (17/11/2013). Dalam acara yang diselengarakan Banten Muda Community tersebut, mereka nampak antusias berinteraksi dengan para pemateri.

Kegiatan Talk Show yang digelar satu hari ini menyajikan sejumlah materi yakni, teknik menulis cerpen, artikel, dan berita. Pemateri yang menyampaikan cara menulis cerpen adalah Niduparas Erlang, untuk artikel Fikri Habibi,dan pemateri pada teknik menulis berita adalah Rizal Fauzi. Sementara selaku host Boyke Pribadi.

Materi-materi tersebut disampaikan para narasumber dengan gaya penyampaian yang santai. Sehingga nampak tak ada ketegangan di wajah para peserta.

Kepala SMAN 1 Ciruas Mohamad Najih, saat membuka talk show, meminta para peserta untuk dapat memetik manfaat dari pembekalan jurnalisme dan menulis ini. 

"Kami berharap para remaja dapat menyalurkan minat dan bakatnya dalam hal menulis serta mempublikasikannya melalui banyak media," katanya. 

Ia juga mengatakan, diharapkan setelah menguasai tentang penulisan, para peserta bisa menulis di media dan tidak melupakan etika. ”Jadi penulis juga harus mempunyai etika,”  jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Banten Muda Community, Irvan Hq mengungkapkan,kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan supaya para pelajar bisa menuliskan apa yang ada di benakanya. “Sebab selama ini kebanyakan mempunyai kendala untuk menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan. Diharapkan dari kegiatan ini mereka bisa menulis,entah itu berita,artikel atau cerpen,” katanya.

Irvan juga menegaskan, dengan adanya kegiatan workshop menulis, diharapkan para pelajar bisa menyalurkan ide-idenya melalui berbagai media yang banyak didapati sekarang ini.”Seperti tabloid, mading,media  online  dan lain-lain,” kata Irvan.

Niduparas Erlang,saat menyampaikan materinya mengatakan, untuk memulai sebuah tulisan biasanya memang berangkat dari ide. Atau berangkat dari konsep yang abstrak yang menggelitik di kepala. Dan ide itu tidak harus ditunggu,sebab ide juga bisa  dari berbagai pengalaman.

“Ide menulis itu bisa datang dari pengalaman pribadi,pengalaman orang lain, dari media massa,atau bisa melihat di sekeliling kita,” kata Niduparas.

Sedangkan, Fikri Habibi mengatakan, dalam menulis artikel jangan dulu berpikiran tulisannya akan best seller.” Jangan pernah berfikir untuk best seller, marilah menulis untuk sejarah kita. Tulis dengan sekreatif mungkin. Jika kita terus menulis dengan kreatif dan tak kenal lelah, maka tulisan kita akan berharga mahal,” terangnya.

Fikri juga mengatakan, dengan menulis, selain bisa menyalurkan ide-ide dalam kepala,juga bisa menghasilkan materi.

Rizal Fauzi, pemateri yang berprofesi sebagai wartawan mengatakan, penguasaan dasar-dasar jurnalistik merupakan modal yang amat penting saat terjun di dunia jurnalistik.
“Karena media tak lagi sebatas penyampai informasi  yang aktual kepada masyarakat. Tapi media juga mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menampilkan fakta-fakta untuk selalu bertindak objektip dalam setiap pemberitaannya,”kata Rizal. (LLJ)

Tingkatkan Rasa Cinta Kepada Islam Melalui Manasik Haji

08.02



Serang, Banten Muda— Bertempat di Alun-alun Barat Kota Serang, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Serang, bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang, gelar Pelatihan Manasik Haji, Sabtu (09/11).  Kegiatan yang memang sudah menjadi rutinitas setiap tahun ini, diikuti oleh seluruh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) Se-Kabupaten Serang.

Pada kegiatan tersebut, para peserta pelatihan manasik haji yang terdiri dari siswa-siswi anak usia dini dilatih untuk dapat mempraktikkan tahapan-tahapan dalam ibadah haji. Mulai dari cara memakai pakaian haji atau ihram, wukuf di Arafah, melempar jumrah, tawaf, dan sai. 

Kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan memperagakan semua proses dalam ibadah haji ini, berhasil berjalan dengan lancar. Semua itu terbukti dengan antusiasnya para peserta kegiatan dalam mengikuti pelatihan manasik haji. Tidak hanya anak-anak usia dini saja yang dapat menikmati secara langsung manfaat dari kegiatan ini, akan tetapi para orangtua siswa-siswi beserta masyarakat yang berada di sekitar Alun-alun Barat Kota Serang pun dapat merasakannya.

Yuni, selaku ketua pelaksana kegiatan berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, para peserta didik, baik dari PAUD maupun TK, dapat meningkatkan rasa cinta kepada agama islam. Karena, sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud aplikasi kepatuhan daripada rukun islam, tentu saja dengan titik fokus pada rukun islam yang kelima. (AR. Syifa)



Perayaan Kathina 2557 BE : Mendukung Sangha, Melestarikan Dhamma

07.42

Kota Tangerang, Banten Muda – Sebuah panggung sederhana dipersiapkan di lapangan luas yang terletak tepat di depan gedung D, Universitas Buddhi Tangerang. Tertanggal 7 November 2013 pagi, telah diadakan perayaan Kathina ke 2557 BE yang melibatkan seluruh tingkat pendidikan di perguruan Buddhi, yakni TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Perayaan Kathina hari itu mengangkat tema ‘Kathina memperbarui komitmen dalam mendukung Sangha pelestari Dhamma’.
Kathina sendiri adalah hari besar umat Buddhis yang dirayakan sebagai ungkapan perasaan terima kasih kepada para bhikkhu/ viharawan. Ungkapan terima kasih tersebut dinyatakan dengan mempersembahkan barang-barang kebutuhan Bhikkhu Sangha seperti jubah (civara), obat-obatan, makanan serta perlengkapan sehari-hari lainnya. Maka itu, seluruh murid yang mengikuti perayaan tersebut diwajibkan untuk membawa dana makan yang nantinya akan disumbangkan kepada Bhikkhu Sangha dalam acara pindapata.
        
    Perayaannya berlangsung meriah dan begitu ramai, terutama saat pembukaan acara yang diawali dengan pertunjukkan tari kipas dan tari daerah Bali oleh anak-anak SD Perguruan Buddhi, serta duet vocal dari dua murid SMP Perguruan Buddhi yang membawakan lagu Buddhis ‘Kasih’ dengan merdu. Seusai pementasan seni Buddhis sederhana, perayaan memasuki acara utama yakni prosesi puja, penyalaan lilin lima warna, perenungan terhadap paritta Nidhikanda Sutta, dan penyambutan delapan Bhikkhu Sangha, dimana dua di antaranya berasal dari Thailand dan Malaysia.
            Salah seorang Bhikkhu, yakni YM. Bhikkhu Cittasanguarang, dalam perayaan tersebut memberikan siraman rohani tentang cara memaknai hari Kathina sebagai kesempatan berbuat kebaikan dengan berdana.
            “Seseorang yang berdana memiliki lima keunggulan dibandingkan dengan orang yang tidak berdana. Lima keunggulan itu adalah umur panjang, lebih cantik/tampan, hidupnya lebih berbahagia/makmur, memiliki banyak teman dan semakin kuat dalam Dhamma. Maka itu, lewat hari Kathina inilah, mari berdana dengan senang hati, yakin terhadap perbuatan baik kita serta memiliki inisiatif sendiri untuk berdana, tidak dengan paksaan,” jelas YM. Bhikkhu Cittasanguarang yang disambut hangat oleh para peserta perayaan.
            Perayaan Kathina pagi itu tak hanya menjadi sekedar perayaan untuk para peserta yang kebanyakan dari kalangan murid itu, tapi juga sebagai pengingat bagi tiap orang untuk berhenti sejenak dari segala kesibukkan, dan mulai berbuat baik dari hal kecil seperti berdana.
            “Selain mengajarkan aku untuk berdana, Kathina kali ini juga keren banget. Apalagi tari kipas dan tari khas Balinya, aku suka. Lain kali perbanyak pementasan seni Buddhis lagi ya,” ungkap Vienna Clara, salah satu murid SMA yang mengikuti jalannya perayaan hingga selesai. Rangkaian acara Kathina pun usa tepat pukul duabelas siang, dengan blessing/pemercikan air suci dan penghormatan sujud kepada Buddha/namaskara sebagai penutupnya. (ver/ft.ver)

Delapan Pelajar Lebak Masuk Finalis LKIR Ke-45 Tahun 2013

15.34

 


Lebak,Bantenmuda.com  (7/11/2013) – Delapan pelajar dari Kabupaten Lebak, Banten, berhasil masuk finalis Lomba Karya Ilmiah (LKIR) ke-45 Tahun 2013. Enam pelajar dari SMAN 1 Malingping, Rumsanah, Suci Laila Ramdhani, Putri Vega Maulida, Risna Alfiah, Mohamad Saripudin, dan Mira Romansih. Sementara dua pelajar lainnya dari  SMAN 1 Muncang, Lebak, Rizki Muliyawati dan Dea Despianti. Pada 14-15 November 2013 nanti, mereka melakukan pameran dan presentasi di hadapan Dewan Juri di Jakarta.

 
Keeenam pelajar SMAN 1 Malingping tersebut jadi finalis LKIR LIPI ke-45 2013 dengan berbagai macam tema. Rumsanah dan Suci Laila Ramdhani, SMAN 1 Malingping, Lebak, Banten, dengan judul MICEUN dan MULUNG OROK: Kajian Strategi Budaya Lokal Dalam Penanggulangan Angka Kematian Bayi (AKB) di Masyarakat Sumberwaras, Lebak-Banten.
 
Putri Vega Maulida dan Risna Alfiah, SMAN 1 Malingping, Lebak, Banten, dengan judul Satahun Mangku: Kajian Tentang Pertumbuhan Penduduk dari Terbaliknya Penerapan Program Keluarga Berencana (KB) dengan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada Masyarakat Cirewod, Lebak-Banten.
 
Mohamad Saripudin dan Mira Romansih, SMAN 1 Malingping, Lebak, Banten, dengan judul Anak Yang Tertinggal (AYT) Kajian Dampak Psikologis Anak Usia Keemasan (Golden Age) yang Ditinggal Ibu Bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita: Studi Kasus di Desa Muara Binuangeun Kecamatan Wanasalam-Lebak, Banten.
 
Sementara, Rizki Muliyawati dan Dea Despianti, SMAN 1 Muncang, Lebak, Banten, dengan judul USRIP: BANYAK MENGAIS, SEDIKIT REZEKI Potret Kemiskinan Para Penambang Pasir Tradisional di Haurgajrug Cipanas Lebak Banten.
 
Sementara itu, kepada Bantenmuda, Tatang, selaku pembina delapan pelajar asal Lebak mengatakan, pihaknya sangat optimis, anak asuhnya bisa menjadi juara. “Selain materi yang diusung para pelajar ini sangat menarik dan sesuai realita yang ada. Mereka sangat antusias dan focus menekuni temanya masing-masing,” kata Tatang, Kamis (7/11/2013).
 
Selain dari Kabupaten Lebak, empat pelajar dari Kota Tangsel juga masuk finalis LKIR LIPI 2013, yakni Sofian Ignatius, Denny Lucky, dan Andriana Kumalasari.
 
Sofian Ignatius dan Denny Lucky, SMA Katolik Mater Dei Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, dengan judul Pembuatan Self Filling Mortar dari Abu Sekam Padi dan Arang Dendrocalamus Asper Backer.
 
Andriana Kumalasari, MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, Banten, dengan judul Tingkat Polusi Cahaya yang Memengaruhi Pengamatan Astronomi di MAN Insan Cendekia Serpong. (LLJ)