Seminar Nasional Kebahasaan dan Kurikulum 2013

07.35


Serang, Banten Muda— Dalam rangka memeriahkan bulan bahasa, Kantor Balai Bahasa Provinsi Banten gelar Seminar Nasional Kebahasaan dan Kurikulum 2013, Selasa (21/10), bertempat di Hotel Le Dian Serang. Peserta pada kegiatan ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, guru sekolah tingkat dasar sampai dengan menengah atas, budayawan, dan mahasiswa. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kantor Balai Bahasa dari Provinsi-Provinsi lain di Indonesia, diantaranya, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung. Mewakili Gubernur Banten, asisten daerah dua Provinsi Banten juga turut hadir.

Pada kesempatan ini, para peserta seminar dibekali dengan berbagai materi yang dibagi menjadi dua sesi. Adapun materi pada sesi pertama mengenai eksistensi bahasa Ibu dalam perkembangan bahasa Indonesia oleh Yeyen Maryani, kepala pusat pembinaan dan permasyarakatan Badan Bahasa KEMENDIKBUD Republik Indonesia. Tidak hanya itu materi yang disampaikan oleh Soleh Hidayat, rektor UNTIRTA, mengenai profil pendidikan bahasa Indonesia dan bahasa daerah di Provins Banten juga merupakan rangkaian materi pada sesi pertama. Disesi kedua, kembali para peserta harus fokus menyimak dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh Hudaya Latuconsina, kepala dinas pendidikan Provinsi Banten dan Amrin Saragih, guru besar Universitas Negeri Medan, mengenai implementasi bahasa Ibu dalam dunia pendidikan Provinsi Banten dan pembelajaran bahasa berbasis teks dalam kurikulum 2013.


Kepala Kantor Balai Bahasa Provinsi Banten, Ovi Soviaty Rivay mengatakan bahwa dirinya berharap, semoga dengan diselenggarakannya seminar ini para peserta dapat lebih memahami betapa pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga rasa cinta kepada bahasa pun dapat ditingkatkan dan dipraktikkan, baik bahasa Indonesia dan bahasa daerah terutama dalam mendidik anak-anak bangsa di dunia pendidikan.

Hal tersebut diamini Husni Hasan, Asisten daerah  dua Provinsi Banten, Husni Hasan berharap: “ Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini bahasa Indonesia dan bahasa daerah dapat terus menerus menjadi kebanggaan bangsa, khususnya di Provinsi Banten.” (AR. Syifa)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »