Pemilihan Kang Nong Tangsel Masuki Masa Pra-Karantina

20.56
24 besar Kang dan Nong Tangsel 2013.

TANGERANG SELATAN, BANTEN MUDA – Tidak hanya ajang pemilihan Ratu Sejagat yang menyita perhatian banyak orang, ternyata di level yang lebih rendah, pemilihan duta wisata di daerah pun mendapat sambutan yang baik dari para pesertanya, salah satu ajang pemilihan Kang dan Nong Kota Tangerang Selatan yang tengah memasuki tahap pra-karantina.
Pemilihan icon pariwisata yang diselenggrakan oleh Kantor Kebudayaan dan pariwisata  Kota Tangerang Selatan ini telah berlangsung semenjak 2010 lalu dan mengalami peningkatan jumlah pendaftar setiap tahunnya.
Pembekalan kererampilan menari bagi 24 besar Kang Nong Tangsel.
“Secara umum, tujuan pemilihan Kang dan Nong Tangsel adalah untuk menemukan icon remaja yang bisa menjadi promotor dalam mempromosikan wisata Kota Tangsel. Namun, lebih spesifik lagi, kita pengen melahirkan duta pariwisata yang benar-benar mengerti secara matang tentang Kota Tangerang Selatan,” tutur Suhud Suryadi, Kang Tangsel 2011, kepada Banten Muda di sela-sela latihan pembekalan untuk 24 besar finalis Kang Nong Tangsel 2013.
Layaknya ajang pemilihan duta wisata, mereka yang pantas menyandang gelar Kang dan Nong pun harus memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara, yaitu brain, behaviour, brave, believe, dan beauty sebagai standar yang harus dimiliki oleh seorang Nong.
“Saat ini pemilihan Kang dan Nong Tangsel tengah memasuki masa pra-karantina yang akan berlangsung selama 2 minggu bagi keduapuluh empat finalis yang terdiri dari 12 Kang dan 12 Nong,” papar Suhud. Suhud menambahkan, selama pra-karantina, calon Kang dan Nong dibekali dengan keterampilan menari, public speaking, beauty class, dan lain sebagainya. Kang dan Nong berperan aktif dalam mengenalkan dan mempromosikan kebudayaan yang dimiliki Tangsel kepada masyarakat umum. [*]
Setiawan Chogah


Film Sejarah Ki Wasyid Siap Tayang Akhir September

05.07

SERANG, BANTEN MUDABanten Muda mendapat kehormatan atas kunjungan anak-anak muda kreatif Banten yang tergabung dalam komunitas film Banten Kreative Movie Pictures. Pasalnya, baru-baru ini mereka tengah gencar promo film terbaru mereka lewat trailer yang diunggah ke situs Youtube. “Alhamdulillah, kita udah selesai editing untuk film terbaru Kremov yang mengangkat sejarah kepahlawanan Ki Wasyid dalam Geger Cilegon tahun 1888,” tutur Darwin, sutradara sekaligus ketua dari Kremov Pictures.
Darwin yang hingga saat ini sudah menggarap 15 judul film pendek dengan mengangkat kebudayaan dan pariwisata Banten selalu menunjukkan keseriusannya dalam berkarya, termasuk dalam film Ki Wasyid yang akan mulai tayang akhir September nanti. “Dalam film Ki Wasyid kita didukung oleh 15 orang pemeran inti dan lebih dari 30 kru yang saling bahu-membahu dalam penggarapan film Ki Wasyid,” ujarnya.
Mengenai alasannya mengangkat sejarah tokoh Ki Wasyid ke dalam film, Darwin menjelaskan bahwa agar generasi muda tidak melupakan sejarah, terutama di daerah mereka sendiri sehingga mereka bisa lebih menghargai para pahlawan dan meneladani nilai-nilai positif dari ketokohan mereka.
Darwin pun menuturkan, film Ki Wasyid sudah mendapat dukungan dari walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi sehingga diluncurkan dan bisa ditonton masyarakat Cilegon di Studio 21 Ramayana Cilegon. "Alhamdulillah dukungan cukup kuat dari elemen masyarakat. Keturunan Ki Wasyid, yakni Ki Mansyur, polisi, Pesantren Daar el-Falah Mandalawangi Pandeglang, BEM Fisip Untirta, SSR Studio Cilegon, Teater Wong Kite, Banten Muda, juga memberikan dukungan, termasuk dukungan kuat juga dari walikota Cilegon H Tb. Iman Ariyadi. Pak walikota sangat menyambut baik dan mendukung penuh peluncurannya nanti," papar Darwin.
Sejumlah tempat yang dijadikan lokasi syuting, menurut Darwin, antara lain Rumah Dinas Walikota Cilegon, Benteng Kaibon Banten Lama, dan Mesjid Beji Bojonegara. "Film ini juga akan diikutkan dalam festifal film nasional yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada September mendatang. Mudah-mudahan semuanya lancar dan kami mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya warga Cilegon," katanya.
Trailer film Ki Wasyid bisa dilihat di sini. 
[*]

HUT RI ke- 68 di Vihara Dhammacakka Jaya : Mengisi Kemerdekaan dengan Unjuk Bakat

01.43

JAKARTA, BANTEN MUDA – Perayaan hari Kemerdekaan tak selalu diisi dengan lomba khas tujuh belasan seperti tarik tambang, panjat pinang, estafet kelereng, makan kerupuk dan lainnya. Hal ini ditunjukkan oleh Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya. Di samping mengadakan lomba menyambut hari kemerdekaan, diadakan juga lomba-lomba bertemakan Buddhist. Lomba-lomba tersebut antara lain lomba menyanyi lagu Buddhis, catur, fotografi, membaca Paritta suci, membaca syair Dhammapada, ceramah dhamma, menggambar dan mewarnai, karaoke manula hingga perlombaan paritta manula.

“Kami sinergikan antara lomba kemerdekaan dan Buddhis. Tujuannya untuk mengembangkan potensi generasi sekarang, agar tidak hanya semangat menyambut kemerdekaan, tapi juga mengisinya dengan berkarya, berprestasi dan menumbuhkan karakter Buddhis. Lomba-lomba yang ada juga melatih kita menjadi pribadi yang berani. Berusaha ‘mengalahkan’ diri sendiri yang gugup, takut dan pemalu lewat unjuk bakat,” ungkap Ramani Santi, M.Pd.B salah satu juri lomba Dhammadesana (ceramah Buddhist), yang juga mengajar sebagai dosen di STABN Sriwijaya dan STAB Maitreyya Wira.

Lomba yang diadakan dalam rangka menyambut HUT SIMA ke- 28 dan HUT RI ke- 68 itu berlangsung meriah. Ini dikarenakan lomba terbuka untuk setiap kategori, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga manula. Menurut Bhikkhu Khemadhiro, yang turut hadir sebagai juri dalam perlombaan, sempat menyampaikan agar para peserta dapat memandang lomba sebagai ajang memotivasi diri dalam belajar, mampu mendapat pembekalan Dhamma hingga memahami makna kemerdekaan sesungguhnya, yaitu mengubah diri menjadi lebih baik. Hal ini dirasakan oleh salah satu peserta lomba ceramah, Denny Setyawan.

“Ikut lomba di Dhammacaka itu, selain mengisi Kemerdekaan juga bisa mengasah bakat. Contohnya saja lomba Dhammadesana, bisa melatih kita berbicara di depan umum atau public speaking. Apalagi ini dibuka untuk umum, jadi siapa saja bisa ikut belajar dan berprestasi lewat lomba,” ujar lelaki berkacamata ini dengan ramah.


Perlombaannya sendiri dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Untuk tahun ini, dimulai tanggal 27 Juni hingga 20 Agustus 2013. Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilaksanakan pada puncak HUT SIMA ke 28 pada tanggal 25 Agustus di Vihara Jakarta Dhammacaka Jaya, yang bertempat di daerah Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara. (ver/ft.ver)