Berkarya dan Berbagi Inspirasi

Senin, 29 Juli 2013

Seleksi Sippa Dhamma Samajja Provinsi Banten, Tak Sekadar Juara


Seleksi Sippa Dharma Samajja Provinsi Banten
TANGERANG, BANTEN MUDA – Di sebagian besar seleksi lomba, umumnya memiliki tujuan untuk mendapatkan pemenang. Lain hal dengan seleksi Sippa Dhamma Samajja Provinsi Banten, salah satu seleksi lomba kreativitas dalam keagamaan Buddhis ini hadir dengan filosofi berbeda. Sippa Dhamma Samajja secara etimologis berasal dari kata ‘sippa’ yang berarti kepiawaian/ keterampilan, ‘dhamma’ yang berarti ajaran Buddha Gautama dan ‘samajja’ yang berarti berkumpul untuk tampil/ menampilkan. Maka, Sippa Dhamma Samajja adalah kegiatan berkumpul untuk unjuk kepiawaian atau keteremapilan tentang Dharma ajaran Buddha Gautama.

“Tujuan dari seleksi lomba ini tak hanya ingin menelurkan pelajar Buddhis Banten yang berkualitas dan berprestasi untuk maju ke seleksi nasional. Tapi lewat seleksi ini kami juga berharap para pelajar Buddhis di Banten bisa mempererat kebersamaan dan kekeluargaan secara kreatif,” ungkap Bapak Sariyono, Ketua Lembaga Pembinaan Agama Buddha yang ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba.

Seleksi Sippa Dhamma Samajja Provinsi Banten digelar pada 27 Juli lalu. Seleksi berlangsung meriah, sekitar 28 sekolah Buddhis dari tingkat SD hingga SMA berkumpul di Gedung Pertemuan Pondok Selera 2. Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu diisi oleh kata sambutan dari Ketua Panitia Seleksi, Bapak Sutanta Ateng. Beliau menyampaikan harapannya agar seleksi Sippa Dhamma Samajja mampu membangun karakter Buddhis yang baik, yakni memiliki rasa cinta tanah air, beretos kerja, berakhlak mulia, berbudaya sehat dan mandiri. Dalam kegiatan seleski ini hadir juga Bapak Hj. Drs. Iding, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Kota Tangerang, perwakilan dari Biro Kesra Provinsi Banten, Dinas Buddha dan Lembaga Pembinaan Keagaman Buddha.

Perlombaannya sendiri dilaksanakan serentak dalam satu gedung. Cabang lomba dibagi atas lima kategori, yaitu lomba menyanyi, lomba melukis, lomba menulis cerpen, lomba Dhammadesana (ceramah Buddhis) hingga lomba cerdas cermat.

“Awalnya demam panggung, soalnya harus berhadapan langsung dengan meja juri. Tapi, lomba ini bikin aku dapat pengalaman baru. Bisa bikin aku lebih baik ke depannya,” ujar Meisy Putri, salah satu pelajar SMA Perguruan Buddhi yang menyabet juara tiga dalam lomba Dhammadesana Bahasa Inggris pada seleksi hari itu.


Seleksi lomba ditutup pada pukul lima sore dengan pengumuman sejumlah nama pemenang dari setiap kategori lomba. Selain mendapati piala dan piagam penghargaan, juara pertama untuk masing-masing kategori lomba juga berhak untuk mewakili Banten dalam perlombaan final di tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan di TMII, Jakarta pada bulan September yang akan datang. (ver/ft.ver)






Comments
0 Comments