MBS SMA Perguruan Buddhi : Masa Bimbingan Siswa Bukan Ajang Bully

15.25

TANGERANG, BANTEN MUDA –  MBS atau lebih dikenal Masa Bimbingan Siswa, dilaksanakan oleh SMA Perguruan Buddhi selama tiga hari yaitu pada tanggal 15 Juli- 17 Juli 2013. Pelaksanaan MBS sendiri dibuka resmi oleh kepala sekolah SMA Buddhi, Drs. Setia Budi dengan pelepasan balon yang dijadikan simbol pembukaan MBS.

Kegiatan MBS SMA Buddhi dimulai dengan pengenalan struktur guru dan bidang studi yang diajarkan, penjelasan standar kurikulum yang diberlakukan, pembacaan aturan tata tertib yang ada, hingga tour singkat mengelilingi areal sekolah. Para siswa baru yang mengikuti orientasi tersebut diwajibkan mengenakan sejumlah atribut menarik khas MBS—mulai dari topi koboi, name-tag hingga kaus kaki dengan tempelan rumus-rumus sains.

Tak hanya pengenalan sekolah baru, MBS SMA Buddhi juga memberi kesempatan bagi para siswa baru untuk mengenal satu sama lain secara kreatif. Seperti halnya sesi art performance, di mana setiap kelompok yang sudah terbagi, diminta untuk menampilkan kreativitasnya.

“Kita dari OSIS sengaja bikin sesi art performance, agar peserta MBS bisa saling mengenal dan berinteraksi lewat diskusi kreatif tentang pentas seni mini yang akan mereka tampilkan. MBS itu berguna sekali, selain untuk mengenal sekolah lebih jauh, juga bisa melatih mental mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, MBS itu ajang untuk asyik-asyikkan bukan bully,” tutur Hendra Ariya Putra, salah satu anggota OSIS yang turut menjadi panitia MBS.

Pada MBS tahun ini, sekolah SMA Buddhi juga mengadakan sesi pelatihan anti narkoba “The Danger of Drugs for Teenage” dari Polres Tangerang, pelatihan kesehatan oleh dokter dari balai pengobatan Boen Tek Bio, serta pelatihan kehidupan remaja ala Buddhis “Teenager Lives” oleh Bhante.

Lewat pelatihan dan rangkaian kegiatan MBS tersebut, sekolah Buddhi berusaha menjadikan MBS sebagai kegiatan yang bermanfaat dan tali persahabatan awal antara siswa baru dengan sekolah, teman dan kakak kelasnya, bukan ajang kekerasan senior. Hal ini dirasakan oleh salah satu siswa baru, Calvin Tanrio, “MBS bikin aku dapat banyak teman baru, lebih kompak dan cepat akrab sama lingkungan baru. Walau kadang kakak-kakak mentornya galak, tapi seru banget!” ujarnya diselingi tawa kecil. Kegiatan MBS pun ditutup pada Rabu siang, 17 Juli 2013 dengan kesan yang membekas di benak masing-masing peserta MBS.


[Veronica Gabriella]

Foto-foto



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »