Griya Kang Nong; Lomba Kreasi Busana, Santunan, sampai Jumpa Artis

21.31

SERANG, BANTEN MUDA – Muda, cerdas, enerjik, dan tampil menarik. Setidaknya tiga kata itulah yang cocok untuk menggambarkan paguyuban duta pariwisata Kang dan Nong Kota Serang. Hal ini terlihat dari kesuksesan mereka menggelar acara Ramadhan Ceria Griya Kang Nong, kemarin (Rabu, 31/7) di Mall of Serang.
“Meskipun lagi puasa, anak muda harus tetap semangat. Semangat puasanya, semangat juga berbagi dan berkreasinya,” tutur Rizky Pramudhita, salah satu penyelenggara yang Banten Muda temui. Dengan tujuan berbagi keceriaan di bulan penuh berkah, Griya Kang Nong melaksanakan serangkaian acara di antaranya lomba kreasi busana muslim, santunan  kepada anak yatim-piatu, musik religi, obrolan bareng artis ibu kota, dan dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama.
“Kita sengaja bikin konsep acara amalnya kayak gini. Insya Allah ibadahnya dapet, keceriaannya juga dapet. Selain kegiatan santunan kepada anak yatim-piatu, kita juga kasih hiburan buat mereka untuk menyaksikan lomba kreasi busana muslim, musik, juga ada acara jumpa artis,” Rizky menambahkan. [*]

Erna; Duta Kampus yang Jago Silat

19.28
Erna saat penobatan di Grand Final Duta Kampus Unsera 2013
Sobat Banten Muda, semua pasti setuju bahwa berprestasi adalah hal yang membanggakan bagi semua orang. Tapi berprestasi di usia yang relatif muda adalah luar biasa. Nah, seperti sosok Sahabat Banten Muda satu ini yang terpilih menjadi Duta Kampus Unsera 2013. Simak yuk obrolan Banten Muda bersama Erna.
Banten Muda : Hai Erna, selamat ya, akhirnya terpilih sebagai leader Duta Kampus Unsera 2013. Bagaimana nih perasaannya? Ceritain, dong!
Erna : Terima kasih Banten Muda. Perasaannya campur aduk. Hehehe. Yang pasti terharu, sempet nggak percaya kalau aku bakal dipilih sebagai leader DK 2013.
Banten Muda : Tadi Banten Muda lihat kamu nangis, lho, usai pengumuman dan penyematan selempang Duta Kampus. Hehehe. Selempang DK bearti banget ya buat kamu?
Erna : Hehehe. Iya nih, soalnya semua finalis berbakat dan cantik-cantik. Sementara selama ini aku cuma aktif di organisasi aja, nggak pernah ikutan audisi apapun sebelumnya. Beneran dari nol, deh. Apalagi aku bakatnya di silat, ya, nggak biasa pake high heels, jadi terharu aja pas dinobatkan sebagai leader DK Unsera 2013.
Banten Muda : Nah, akhirnya kamu memberanikan diri untuk ikutan audisi Duta Kampus Unsera. Apa aja sih persiapan kamu dan hal apa aja yang didapat selama karantina?
Erna : Yang pasti persiapan mental. Apalagi ini pengalaman pertama aku. Alhamdulillah, sewaktu kantina aku jadi belajar banyak hal tentang kepribadian. Tau juga cara dandan cewek itu seperti apa, nggak cuma dandanin wajah dan tubuh, tapi juga mendandani hati sebagai seorang icon kampus.
Banten Muda : Wah keren! Ngomong-ngomong kamu punya motto hidup yang keren juga ya, Banten Muda dapet bocoran nih dari finalis lain. Hehehe. Ceritain, dong!
Erna : Waaah, jadi malu nih. Iya, nih, aku selalu berprinsip bahwa hidup hanya satu kali. Aku nggak mau hidup biasa-biasa aja, pokoknya harus luar biasa. Mumpung masih muda, aku selalu coba hal-hal baru dalam hidup. Kemarin aku sering ikutan turnament silat, nah, sekarang pengen coba yang lebih feminim dikit. Hehehe.
Banten Muda : Wow! Nah, sebagai icon kampus, apa rencana kamu ke depannya?
Erna : Pastinya harus bisa mempromosikan Unsera ke masyarakat. Kita dari DK 2013 juga bakal ngejalanin serangkaian program sosialisasi menjadi anak muda yang berprestasi kepada teman-teman mahasiswa. Prestasi di sini bukan hanya di bidang akademis, tapi juga prestasi dalam mengelola bakat, dan yang terpenting bagaimana prestasi itu bermanfaat buat orang banyak.
Banten Muda : Oke, deh. Sukses terus, ya! Selamat menjalankan tugas sebagai Duta Kampus yang baru.
Erna : Sama-sama Banten Muda. Terus berkarya dan dukung kegiatan positif anak muda Banten, ya! J

Kuliah Kerja Mahasiswa, Bukan Sekadar Nilai A

16.47
Mahasiswa KKM Mandiri Desa Cigoong foto bersama dengan Smart Icon Banten Muda.


LEBAK, BANTEN MUDA – Sebagai implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian pada Masyarakat, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) baru saja usai melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tahun 2013 di sejumlah desa dari tiga kabupaten di Banten, di antaranya Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Serang.

Kehadiran mahasiswa di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi baik dari segi pemikiran, ide, juga tenaga. Hal inilah yang dilakukan oleh kelompok KKM Mandiri di Desa Cigoong, Kecamatan Cikulur, Lebak, selama satu bulan terakhir.
Dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lewat usaha kreatif, lewat program kerjanya, KKM Mandiri Desa Cigoong menggelar pelatihan desain kemasan. “Di sini sudah ada potensi industri kreatif, namun kita ingin masyarakat Desa Cigoong berani untuk mem-branding produk dari desa mereka sendiri. Sehingga ke depannya, kita berharap Desa Cigoong mampu menjadi sentral industri kreatif yang punya ciri khas tersendiri,” papar Nurul Ummi, pembimbing lapangan KKM Mandiri Desa Cigoong kepada Banten Muda.
Kepada Desa Tambak Baya
Kedatangan mahasiswa dengan ide dan pemikiran baru disambut baik oleh masyarakat dan pemerintahan setempat. Seperti yang diungkapkan oleh Saprudin, Kepada Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Lebak. “Alhamdulillah, masyarakat senang dengan kehadiran adik-adik KKM. Masyarakat merasakan betul manfaat dari program-program yang mereka buat, seperti adanya pasar murah, penyuluhan, pengadaan bibit unggul, juga membantu anak-anak desa dalam hal pelajaran,” tuturnya.

Saprudin juga berharap, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menuntaskan tanggung jawab mata kuliah dan untuk mendapatkan nilai semata. Lebih dari itu, KKM adalah moment yang tepat bagi mahasiswa untuk mempraktikkan teori-teori yang selama ini mereka pelajari di bangku kuliah. Kebanyakan mahasiswa hanya fokus untuk mendapatkan nilai A tapi tidak maksimal dalam melaksanakan program kerja, hal ini sangat tidak diharapkan oleh masyarakat “Di kampus mereka belajar teori, dan di masyarakat mereka langsung praktik. Karena teori tanpa praktik sama saja bohong. Berbaur dengan masyarakat, adik-adik mahasiswa akan tahu seperti apa kehidupan sosial itu sebenarnya, lebih nyata dan bukan sebatas teori dalam teks,” imbuh Saprudin. [*]
Peserta pelatihan desain kemasan.

Antusias masyarakat di program pasar murah.

Masyarakat dan pemerintah, berbaur dengan peserta KKM.

Duta Kampus Unsera, Galang Dana dan Bakti Sosial

18.20
Duta Kampus berbagi dengan anak-anak panti asuhan Baitul Rahman

SERANG, BANTEN MUDA – Berbagi adalah sebuah perbuatan yang menentramkan. Setidaknya demikianlah salah satu kalimat yang bisa mendefinisikan makna kata “berbagi”. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk berbagi, bukan hanya lewat materi, berbagi bisa lewat ide, pemikiran, atau dengan menikmati suasana suka cita secara bersama-sama.
Menyalurkan semangat berbagi, paguyuban Duta Kampus Unsera 2013, beberapa waktu yang lalu melakukan aksi penggalangan dana untuk dibagikan kepada 240  anak-anak panti asuhan Baitul Rahman berupa uang tunai dan sembako. “Ini merupakan program dari Duta Kampus Unsera 2013. Kebetulan moment-nya pas banget di bulan Ramadhan, kita sekalian galang dana dan bakti sosial di panti asuhan,” tutur Retno, salah seorang Duta Kampus yang Banten Muda temui di sela acara.
Duta Kampus Unsera 2013
Retno berujar, menjadi icon kampus bukan hanya bertanggung jawab untuk mempromosikan kampus pada dunia luar. Di balik tugas utamanya itu, seorang duta kampus juga harus memiliki kepekaan sosial sebagai manusia.
Selain aksi dalang dana dan bakti sosial, paguyuban mahasiswa icon kampus ini juga bagi-bagi nasi kotak untuk buka puasa kepada warga kurang mampu seperti pengemis atau tukang becak. “Niatnya murni untuk berbagi. Kita pengen adik-adik di panti asuhan merasa ada yang memiliki mereka, juga masyarakat kurang mampu dapat merasakan nikmatnya buka puasa seperti keluarga lainnya,” papar Retno menambahkan. [*]

            

Seleksi Sippa Dhamma Samajja Provinsi Banten, Tak Sekadar Juara

18.02

Seleksi Sippa Dharma Samajja Provinsi Banten
TANGERANG, BANTEN MUDA – Di sebagian besar seleksi lomba, umumnya memiliki tujuan untuk mendapatkan pemenang. Lain hal dengan seleksi Sippa Dhamma Samajja Provinsi Banten, salah satu seleksi lomba kreativitas dalam keagamaan Buddhis ini hadir dengan filosofi berbeda. Sippa Dhamma Samajja secara etimologis berasal dari kata ‘sippa’ yang berarti kepiawaian/ keterampilan, ‘dhamma’ yang berarti ajaran Buddha Gautama dan ‘samajja’ yang berarti berkumpul untuk tampil/ menampilkan. Maka, Sippa Dhamma Samajja adalah kegiatan berkumpul untuk unjuk kepiawaian atau keteremapilan tentang Dharma ajaran Buddha Gautama.

“Tujuan dari seleksi lomba ini tak hanya ingin menelurkan pelajar Buddhis Banten yang berkualitas dan berprestasi untuk maju ke seleksi nasional. Tapi lewat seleksi ini kami juga berharap para pelajar Buddhis di Banten bisa mempererat kebersamaan dan kekeluargaan secara kreatif,” ungkap Bapak Sariyono, Ketua Lembaga Pembinaan Agama Buddha yang ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba.

Seleksi Sippa Dhamma Samajja Provinsi Banten digelar pada 27 Juli lalu. Seleksi berlangsung meriah, sekitar 28 sekolah Buddhis dari tingkat SD hingga SMA berkumpul di Gedung Pertemuan Pondok Selera 2. Kegiatan dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, lalu diisi oleh kata sambutan dari Ketua Panitia Seleksi, Bapak Sutanta Ateng. Beliau menyampaikan harapannya agar seleksi Sippa Dhamma Samajja mampu membangun karakter Buddhis yang baik, yakni memiliki rasa cinta tanah air, beretos kerja, berakhlak mulia, berbudaya sehat dan mandiri. Dalam kegiatan seleski ini hadir juga Bapak Hj. Drs. Iding, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Kota Tangerang, perwakilan dari Biro Kesra Provinsi Banten, Dinas Buddha dan Lembaga Pembinaan Keagaman Buddha.

Perlombaannya sendiri dilaksanakan serentak dalam satu gedung. Cabang lomba dibagi atas lima kategori, yaitu lomba menyanyi, lomba melukis, lomba menulis cerpen, lomba Dhammadesana (ceramah Buddhis) hingga lomba cerdas cermat.

“Awalnya demam panggung, soalnya harus berhadapan langsung dengan meja juri. Tapi, lomba ini bikin aku dapat pengalaman baru. Bisa bikin aku lebih baik ke depannya,” ujar Meisy Putri, salah satu pelajar SMA Perguruan Buddhi yang menyabet juara tiga dalam lomba Dhammadesana Bahasa Inggris pada seleksi hari itu.


Seleksi lomba ditutup pada pukul lima sore dengan pengumuman sejumlah nama pemenang dari setiap kategori lomba. Selain mendapati piala dan piagam penghargaan, juara pertama untuk masing-masing kategori lomba juga berhak untuk mewakili Banten dalam perlombaan final di tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan di TMII, Jakarta pada bulan September yang akan datang. (ver/ft.ver)






Festival Makanan Khas Banten

17.22
Suasana di Festival Makanan Khas Banten, kemarin (29/7).
SERANG, BANTEN MUDA – Banten adalah provinsi yang kaya akan potensi wisata. Sebut saja keelokan pantai Anyer yang masyur, Sawarna, atau Ujung Kulon dengan badak bercula satunya. Tak hanya itu, Banten juga kaya akan daerah wisata sejarah seperti peninggalan kesultan Banten dan tempat ziarah sebagai aset wisata religi. Tapi jangan lupa, Banten yang merupakan bagian Tanah Air bertama kali  yang disinggahi Belanda tahun 1596 bersama Cornelis de Houtman, juga kaya akan wisata kuliner tradisional.
Dengan tujuan mengenalkan makanan tradisonal khas Banten kepada generasi muda, FesbukBantenNews dan Kerabat Bhumi menggelar Festival Makanan Khas Banten di arena Kafe de Clinic, Brimob, Serang, pada Senin (29/7) kemarin.
“Sekarang anak-anak muda banyak yang nggak tau makanan khas Banten. Mereka justru lebih tertarik dan bangga mengonsumsi makanan cepat saji bikinan orang luar. Dengan semangat berbagi di bulan Ramadhan, juga untuk mengenalkan kembali makanan tradisional khas Banten, kami menggelar festival ini dengan menampilkan aneka makanan khas Banten dan menyantapnya secara bersama-sama saat berbuka puasa nanti,” ujar Lulu, relawan dari FBN.
Beberapa makanan tradisional yang dipamerkan.
Pengunjung yang hadir dapat menyaksikan secara langsung berbagai jenis makanan khas Banten beserta sejarah yang ada di balik nama makanan tersebut, seperti Ketan Bentul yang merupakan makanan kesukaan Sultan Maulana Hasanuddin. Tak hanya tahu bentuk dan kenal sejarahnya, usai adzan Magrib, pengunjung  pun dapat mencicipi rasa dari makanan yang mereka saksikan secara cuma-cuma.
“Seneng banget bisa hadir di acara ini, aku jadi tahu ternyata ada begitu banyak makanan tradisional khas Banten yang rasanya gak kalah nikmat dibanding makanan import. Dari dulu aku penasaran banget sama yang namanya Rabeg dan Sate Bandeng, alhamdulillah, tapi udah ngeliatin langsung dan udah nyicipin juga rasanya kayak apa. Enak! Hehehe,” tutur Riri, salah satu pengunjung yang berbagi kesannya pada Banten Muda. [*]
       

Generasi Muda Banten Berbagi Lewat Isbanban

16.49
Keceriaan di  Istana Belajar Anak Banten, Padarincang, Serang.

SERANG, BANTEN MUDA – Generasi muda merupakan satu elemen paling penting dalam kelangsungan peradaban suatu bangsa. Generasi muda sangat berpotensi besar untuk memperbaiki, memajukan, dan membawa angin segar perubahan bagi bangsa, yang paling sejati bahwa generasi muda adalah penerus yang akan menjadi pewaris dan pemelihara bangsa beserta aset-asetnya, seperti sumber daya manusia, kebudayaan, bahkan sumber daya alam. Akan tetapi hal itu tidak mungkin terlaksana tanpa adanya pendidikan dan bimbingan kepada para generasi muda.
Dengan tekad kuat mendukung pengembangan potensi anak bangsa, komunitas Banten Muda senantiasa menjadi wadah yang siap sedia menampung segala bentuk aspirasi anak muda untuk disalurkan dalam kreativitas yang positif. Hal ini terlihat dalam sinergi Banten Muda dengan beberapa organisasi sehaluan, tak terkecuali organisasi yang dimotori oleh anak-anak muda seperti membentuk Istana Belajar Anak Muda Banten (Isbanban) bersama Forum OSIS Banten dan Parlemen Muda Indonesia wilayah Banten.
Panji Aziz Pratama, Project Leader Isbanban
“Isbanban adalah program yang diusung bersama oleh tiga organisasi, ada Banten Muda, Forum OSIS Banten, dan Parlemen Muda Indonesia regional Banten,” papar Panji, Project Leader Istana Belajar Anak Banten.
Isbanban sejatinya adalah bentuk sumbangsih dari anak-anak muda pada pentingnya pendidikan. Panji menilai, anak muda memiliki potensi yang besar untuk kemajuan bangsa apabila aspirasi dan ide-ide mereka disalurkan. Kehadiran Isbanban untuk pertama kalinya di Desa Suka Maju, Kecamatan Padarincang, Serang merupakan pilot project yang diharapkan akan menjadi stimulus untuk anak muda lain melakukan hal yang sama di daerah mereka. “Alhamdulillah, Isbanban udah 6 bulan. Kita opening 10 Februari dan program-program yang dibentuk dari awal cukup well running seperti program mengajar tiap minggu. Isbanban punya program untuk menyalurkan bakat non akademik mereka seperti teater, musik, tari, dan lain sebagainya,” ujar Panji ketika ditemui di acara Semarak Ramadhan Isbanban beberapa waktu yang lalu.
Sebagai wujud nyata dari keseriusan mereka, Panji dan kawan-kawan pelajar serta mahasiswa di Banten selalu menyediakan waktu untuk berbagi inspirasi bersama ratusan anak-anak daerah yang dinilai masih jauh dari akses pendidikan yang layak. “Saat ini anak-anak di beberapa daerah di Banten masih sulit untuk mengakses pendidikan yang layak. Banten Muda, FOB, dan Parlemen Muda dengan semangat berbagi inspirasi membentuk Isbanban. Di Isbanban mereka bisa membaca buku-buku dan majalah, atau belajar langsung dari teman-teman yang tiap minggu memang sengaja meluangkan waktu untuk mereka,” ujar Panji menambahkan. [*]

            

Buka Puasa bersama Banten Muda Community, Stimulus untuk Anak Muda yang Menyenangkan

15.00


SERANG, BANTEN MUDA – Sebagai sebuah kominitas yang concern mendukung kegiatan positif anak muda, Banten Muda Community dengan tag line “Berkarya dan Berbagi Inspirasi”, beberapa hari yang lalu menggelar acara buka bersama dengan sejumlah anak yatim-piatu di RM S Rizky, Kota Serang, (21/7).
Ketua Umum Banten Muda Community, Bapak Irvan Hq menuturkan, acara ini merupakan sebuah wujud nyata dari BMC untuk mempererat tali silaturahmi dan sebagai stimulus bagi generasi muda agar memiliki pribadi yang menyenangkan, bermanfaat, dan membantu sesama. “Sudah saatnya anak-anak muda menyalurkan emosinya lewat kegiatan-kegiatan positif. Karena banyak sekali anak muda yang justru melakukan kegiatan tidak bermanfaat, bahkan merugikan di bulan penuh berkah ini seperti tawuran. Banten Muda mencoba memberi wadah untuk anak muda agar lebih kreatif lagi dalam mengeksplor dan menyalurkan energinya ke hal-hal positif,” papar Pak Irvan.
Sekitar 100 anak-yatim menerima santunan berupa perangkat kebutuhan sekolah. Acara juga tampak meriah dengan hiburan berupa akustik, musikalisasi puisi juga tausiah Ramadhan dari anak-anak Galaksi Pelajar Banten Muda.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan ini diputar video kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan Banten Muda Community, seperti workshop menulis, pelatihan organisasi, design grafis, pendirian taman bacaan Istana Belajar Anak Banten, menerbitkan tabloid, juga bersinergi dengan organisasi anak muda seperti Forum OSIS Provinsi Banten. “Kita pengen nunjukin bahwa di Banten masih ada komunitas yang men-support kegiatan anak muda. Kehadiran Banten Muda bukan untuk menyaingi komunitas atau organisasi lain, tapi kita saling bersinergi untuk membuat anak-anak muda di Banten memiliki wadah yang semakin luar dalam menyalurkan kreativias mereka,” tutur Pak Irvan. Selain itu, Banten Muda juga rutin mengadakan kegiatan keagamaan dan pengembangan bakat, seperti pengajian, band, dan nasyid. [*]


Foto-foto:











Warsito P. Taruno, Penemu Alat Penyembuhan Kanker yang Cinta Tanah Air

14.42

SERANG, BANTEN MUDA – Tak sedikit peneliti Indonesia yang lebih suka berkarir dan bekerja di luar negeri ketimbang menngabdi di negeri sendiri.  Sebab, di luar negeri lebih menjanjikan. Tapi, itu tak berlaku bagi Warsito P. Taruno, penemu alat pendeteksi dan penanganan alternatif terhadap penyakit kanker. Selama 20 tahun pengembangan metode pengobatannya, setelah sebelumnya berkarir di Shizuoka University, Jepang.
Tapi, itu semua tak menghalangi tekad Warsito untuk pulang kampung. Dia lantas merintis pendirian Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang bergerak di bidang teknologi penemuan. Saya ingin pulang ke Indonesia dan melakukan riset sendiri,” jelas Warsito ketika mengisi seminar kesehatan di aula RS Sari Asih, Serang, (21/7).
Saat ini Warsito dan timnya berhasil mengembangkan alat pembasmi kanker otak dan kanker payudara dengan teknologi tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis (electrical capacitance volume tomography/ ECVT). Alat itu bisa mendeteksi ada tidaknya sel kanker di otak. “Dengan alat itu, juga bisa dilihat seberapa parah kanker otak yang diderita pasien,” jelas Warsito di tengah seminar yang dihadiri ratusan peserta ini.
Bentuk alat tersebut dibuat mirip dengan penutup dada yang mengandung aliran listrik statis di bagian dalam. Penutup dada berwarna hitam itu terhubung dengan sebuah baterai yang bisa di-charge. “Sengaja dibuat mirip dengan penutup dada biar mudah digunakan,” papar Warsito.
Penutup dada tersebut harus dipakai selama 24 jam. Pada minggu pertama, terlihat efek samping dari alat itu. Namun, efek tersebut tidak sampai menyiksa seperti proses kemoterapi. Hanya, keringat penderita yang menggunakan alat tersebut berlendir dan sangat bau. Urine dan fesesnya (kotoran) pun berbau lebih busuk. Menurut Warsito, hal tersebut menandakan bahwa sel kankernya tengah dikeluarkan. “Bau busuk itu berasal dari sel kanker yang sudah mati dan dikeluarkan lewat urine, keringat, dan feses. Tapi, si penderita tidak merasakan sakit, hanya gerah,” paparnya.
Temuan Warsito itu ternyata berhasil. Dalam waktu sebulan setelah pemakaian, hasil tes laboratorium menyatakan bahwa kakaknya negatif kanker. Sebulan kemudian, sang kakak dinyatakan bersih dari sel kanker yang hampir merenggut nyawa itu.
Keberhasilan Warsito tersebut ternyata juga menjadi perhatian dunia internasional. Salah satu di antaranya, The University of King Abdulaziz, Saudi Arabia. Universitas yang berlokasi di kota Jeddah itu sudah memesan breast activity scanner dan brain activity scanner. “Dan satu lagi alat scanner untuk perminyakan yang menggunakan sistem ECVT 128 channel,” jelasnya.
Sebelum menemukan alat pembasmi kanker payudara dan otak, Warsito sudah dikenal dunia internasional lewat temuannya, yakni sistem ECVT. Sistem ECVT tersebut merupakan tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Shizuoka University, Jepang, pada 1991. Berdasar sistem tersebut, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun tertarik memakai teknologi pemindai temuan Warsito tersebut.
NASA menggunakannya pada pesawat ulang alik. Teknologi tersebut memungkinkan untuk melihat tembus timbunan material di dinding luar pesawat ulang alik. “Kalau ada timbunan air di bagian luar pesawat, dindingnya bisa terbakar,” jelasnya.
Tidak hanya itu. Saat mengajar di Ohio State University pada 2001, dia berhasil mengembangkan tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis. Paper yang menjelaskannya dimuat di jurnal Measurement Science and Technology. Artikel tersebut menjadi paper yang paling banyak diakses di penerbitan online oleh Institute of Physics (London).
Teknologi tersebut dipatenkan di Amerika pada 2003. Saat masih aktif mengajar dan berkutat dengan sejumlah riset di Ohio State University, Amerika Serikat, Warsito malah memilih pulang ke Indonesia pada 2003. Pilihannya untuk kembali ke tanah air tidak direstui pihak institusi tempatnya mengajar waktu itu. Masih banyak kewajiban yang harus dipenuhi Warsito.
Berkat sejumlah temuannya, Warsito pernah diganjar beberapa penghargaan. Di antaranya, penghargaan rintisan teknologi industri, Kemenperin; penghargaan inovator teknologi, Kemenristek; hingga penghargaan Achmad Bakrie pada 2009 untuk teknologi.
Ke depan Warsito mengatakan bahwa dirinya ingin memperdalam temuannya. Yakni, alat pendeteksi kanker otak dan payudara. Dia juga akan menciptakan alat terapi untuk segala jenis kanker dengan menggunakan metode gelombang listrik statis. “Fokusnya ke depan ya di tiga itu dulu,” imbuhnya. [*]


MBS SMA Perguruan Buddhi : Masa Bimbingan Siswa Bukan Ajang Bully

15.25

TANGERANG, BANTEN MUDA –  MBS atau lebih dikenal Masa Bimbingan Siswa, dilaksanakan oleh SMA Perguruan Buddhi selama tiga hari yaitu pada tanggal 15 Juli- 17 Juli 2013. Pelaksanaan MBS sendiri dibuka resmi oleh kepala sekolah SMA Buddhi, Drs. Setia Budi dengan pelepasan balon yang dijadikan simbol pembukaan MBS.

Kegiatan MBS SMA Buddhi dimulai dengan pengenalan struktur guru dan bidang studi yang diajarkan, penjelasan standar kurikulum yang diberlakukan, pembacaan aturan tata tertib yang ada, hingga tour singkat mengelilingi areal sekolah. Para siswa baru yang mengikuti orientasi tersebut diwajibkan mengenakan sejumlah atribut menarik khas MBS—mulai dari topi koboi, name-tag hingga kaus kaki dengan tempelan rumus-rumus sains.

Tak hanya pengenalan sekolah baru, MBS SMA Buddhi juga memberi kesempatan bagi para siswa baru untuk mengenal satu sama lain secara kreatif. Seperti halnya sesi art performance, di mana setiap kelompok yang sudah terbagi, diminta untuk menampilkan kreativitasnya.

“Kita dari OSIS sengaja bikin sesi art performance, agar peserta MBS bisa saling mengenal dan berinteraksi lewat diskusi kreatif tentang pentas seni mini yang akan mereka tampilkan. MBS itu berguna sekali, selain untuk mengenal sekolah lebih jauh, juga bisa melatih mental mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Jadi, MBS itu ajang untuk asyik-asyikkan bukan bully,” tutur Hendra Ariya Putra, salah satu anggota OSIS yang turut menjadi panitia MBS.

Pada MBS tahun ini, sekolah SMA Buddhi juga mengadakan sesi pelatihan anti narkoba “The Danger of Drugs for Teenage” dari Polres Tangerang, pelatihan kesehatan oleh dokter dari balai pengobatan Boen Tek Bio, serta pelatihan kehidupan remaja ala Buddhis “Teenager Lives” oleh Bhante.

Lewat pelatihan dan rangkaian kegiatan MBS tersebut, sekolah Buddhi berusaha menjadikan MBS sebagai kegiatan yang bermanfaat dan tali persahabatan awal antara siswa baru dengan sekolah, teman dan kakak kelasnya, bukan ajang kekerasan senior. Hal ini dirasakan oleh salah satu siswa baru, Calvin Tanrio, “MBS bikin aku dapat banyak teman baru, lebih kompak dan cepat akrab sama lingkungan baru. Walau kadang kakak-kakak mentornya galak, tapi seru banget!” ujarnya diselingi tawa kecil. Kegiatan MBS pun ditutup pada Rabu siang, 17 Juli 2013 dengan kesan yang membekas di benak masing-masing peserta MBS.


[Veronica Gabriella]

Foto-foto



KKM Untirta Gelar Pelatihan Menulis dan Jurnalistik untuk Pelajar

17.00
Mahasiswa KKM kelompok 12 Untirta pose bersama perwakilan peserta dalam acara pelatihan menulis dan jurnalistik di madrasah Al-Khairiyah, Tangerang, Kamis (18/7).


TANGERANG, BANTEN MUDA – Menulis adalah pekerjaan pengabadikan sejarah atau rekam jejak. Lewat tulisan, seseorang bisa dikenang sepanjang masa. Banyak tokoh yang dikenal karena tulisan mereka yang ditemukan dan kemudian menjadi bacaan inspirasi bagi generasi sesudah mereka. Seperti Voltaire sang revolusioner Prancis, atau RA. Kartini lewat surat-suratnya yang dirangkum dalam Habis Gelap Terbitlah Terang.
Berangkat dari semangat menumbuhkan minat menulis pada generasi muda, mahasiwa dari kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 12, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar pelatihan menulis dan jurnalistik di kampus madrasah Al-Khairiyah, Kresek, Kabupaten Tangerang, Kamis (18/7).
Dicky Rizky Fadilah, ketua KKM kelompok 12 menuturkan bahwa selain untuk menumbuhkan minat menulis, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan pengetahuan jurnalistik kepada pelajar. “Seperti yang kita lihat, saat ini minat baca pada generasi muda mulai berkurang, apa lagi yang menyaksikan sebuah tayangan mengenai berita. Sehingga mereka kelihangan informasi baik melalui bacaan maupun berita. Lewat kegiatan iuni kita ingin mengubah fenomena itu,  bahkan kita pengen peserta bisa menjadi penulis baik itu bacaan sastra maupun berita dan artikel,”  terang Dicky.
Sebagai narasumber, penyelengara sengaja mendatangkan pemateri dari tiga jenis media berbeda, di antaranya Rizki Ganis dari Kompas TV, Setiawan Chogah dari Tabloid Banten Muda, dan Dionisius Bemby dari Radarbanten.Com.
“Kita pengen ngasih tahu peserta tentang jenis-jenis media. Dengan demikian mereka akan lebih leluasa dalam menentukan pilihan. Mau jadi jurnalis di tivi, koran, situs online, atau tabloid, semuanya ingin kita paparkan lewat acara ini,” tutur Darwin, ketua pelaksana program pelatihan KKM 12 Untirta kepada Banten Muda.
Sekitar 50 peserta yang hadir dari tingkat SMP dan SMA terlihat sangat antusuias mengikuti acara hingga selesai. Salah satu peserta yang hadir, Neneng Ayu Safitri, menuturkan bahwa lewat pelatihan ini dia menjadi lebih tahu tentang jurnalistik dan kiat-kiat menulis cerpen. Lain lagi dengan Fida Hilya Hayati, “Hari ini aku beruntung banget bisa hadir di acara pelatihan menulis dan jurnalistik KKM 12 Untirta. Kebetulan aku tertarik banget sama dunia tulis-menulis dan jurnalistik. Lewat acara ini rasa ingin tahuku jadi terjawab,” ujar siswa kelas X MA Al-Khairiyah ini kepada Banten Muda.  

[*]



Mabis MAN 2 Kota Serang

17.50

SERANG, BANTEN MUDA – Dalam rangka menyambut kehadiran siswa-siswi baru tahun pelajaran 2013-2014, Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Serang melaksanakan kegiatan Masa Bimbingan Siswa (MABIS), Rabu (17/7). Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Senin (15/7) yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi tahun ajaran baru sekirar 350 orang.
Pada kegiatan tersebut disampaikan materi mengenai nilai-nilai yang ada di dalam lingkungan MAN 2 Kota Serang, mulai dari akhlak, kepemimpinan, tata tertib madrasah, organisasi ekstrakurikuler, dan berbagai materi lainnya.
“Saya berharap, seluruh siswa-siswi baru dapat memanfaatkan momentum masa bimbingan dengan sebaik-baiknya dalam rangka mengembangkan dan mengaktualisasikan multi potensi menjadi serangkaian kemampuan, baik berupa pengetahuan, keterampilan maupun sikap sebagai bekal hidup di masyarakat," ujar Dra. Aida selaku kepala MAN 2 Kota Serang.
Fikri Maulana Ramadhan, ketua pelaksana kegiatan memaparkan bahwa, tujuan kegiatan masa bimbingan siswa adalah untuk memperkenalkan lingkungan MAN 2 Kota Serang kepada seluruh siswa-siswi baru demi mempererat hubungan persaudaraan agar terciptanya proses adaptasi yang cepat. “Harapan saya dengan adanya kegiatan ini, para siswa-siswi baru, dapat lebih mengetahui, mengerti, dan memahami lingkungan MAN 2 Kota Serang, " paparnya.
[Abu Rizal Syifa]

Gerakan Membaca Al-Qur’an Persaudaraan Muslimah Kabupaten Tangerang

15.30

TANGERANG, BANTEN MUDA – Dalam rangka  memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dengan baik, Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimah Kabupaten Tangerang menggelar Gerakan Membaca Al-Qur’an (GEMA), Sabtu (14/7), bertempat di Masjid Al-Ikhwan kawasan perumahan Citra Raya, Tangerang. Kegiatan ini, dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswi sampai dengan kaum lansia.

Keutamaan membaca surat Yasin adalah pembahasan yang menjadi materi inti pada kegiatan ini,  disampaikan oleh Dr. Aan Rohana, Lc M.Ag dari Pondok Pesantren Darul Qur’an Mulia Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dalam membaca Al-Qur’an di kalangan muslimah agar terciptanya pribadi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai tuntunan dalam kehidupan sehari-hari, “ujar Rusnidar Safitri selaku panitia penyelenggara.

Rusndinar Safitri juga berharap, seluruh peserta yang hadir pada hari ini khususnya dan masyarakat pada umumnya, dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur’an sebagai landasan dalam mengarungi kehidupan. [*]
Abu Rizal

Paguyuban Kang dan Nong Kota Serang Berbagi Keceriaan dengan Yatim Piatu

15.23

SERANG, BANTEN MUDA – Keberadaan anak yatim piatu membutuhkan perhatian khusus dari masyarakat di sekitarnya. Bagaimana tidak, risiko kebutuhan mereka tak jauh beda dengan anak-anak lain pada umumnya, mulai dari kebutuhan jasmani seperti sandang dan pangan, biaya pendidikan, belum lagi uang jajan layaknya anak-anak, serta hiburan sebagai kebutuhan batin mereka. Melihat fenomena anak yatim piatu ini, paguyuban Kang dan Nong Kota Serang melakukan aksi penggalangan dana untuk memberikan santunan ke sejumlah anak yatim piatu di Kota Serang, Sabtu (14/7).
Okta, wakil Kang Kota Serang tahun 2010, perwakilan paguyuban Kang dan Nong yang ditemui Banten Muda di lokasi penggalangan dana di sekitar Islamic Centre dan Masjid Agung Kota Serang, menyatakan bahwa selain menjalankan fungsi promosi pariwisata daerah, Kang dan Nong sebagai icon daerah juga peduli dengan keberadaan anak yatim piatu. “Hari ini kita mau keliling, menggalang dana santunan untuk anak yatim. Nanti kita bakal adain lomba seperti lomba busana muslim dan kreasi,” ujar Okta.

Okta menambahkan, selain buka bersama, Kang dan Nong juga ingin berbagi keceriaan dengan 100 anak yatim yang akan diundang pada 31 Juli nanti. “Daripada waktu luangnya gak bermanfaat, kita dari paguyuban Kang dan Nong Kota Serang pengen ngabuburit sekalian galang dana. Niat awalnya untuk berbagi dengan adik-adik yang kurang beruntung, ngabuburit-nya jadi tambah semangat. Apalagi di bulan Ramadhan ini, saat anak-anak lain bisa berpuasa dan buka bersama keluarga mereka, adik-adik yatim piatu pasti akan sangat senang dengan kehadiran kita, meski hanya dalam bentuk perhatian kecil, yang penting kita memberikan apa yang kita bisa,” pungkasnya. [*]

Workshop Galaksi Pelajar; Pentingnya Monitoring dalam Organisasi

20.11

SERANG, BANTEN MUDA – Di minggu kedua jadwal workshop Galaksi Pelajar Banten Muda tentang organisasi, Bapak Fikri Habibi, dosen Universitas Serang Raya (Unsera) kembali mengisi materi tentang pentingnya monitoring dalam sebuah organisasi, Sabtu (13/7).
Monitoring berperan penting dalam sebuah organisasi, di mana peran dari personal yang sudah memiliki tugas dan wewenang perlu dilakukan pengawasan agar berjalan sesuai dengan tujuan, visi, dan misi organisasi. Bapak Fikiri berujar, beberapa pakar manajemen bahkan mengemukakan bahwa fungsi monitoring mempunyai nilai yang sama bobotnya dengan fungsi perencanaan. Keberhasilan dalam mencapai tujuan organisasi, separuhnya ditentukan oleh rencana yang telah ditetapkan dan setengahnya lagi fungsi oleh pengawasan atau monitoring.
Sudah sangat lumrah, kebanyakan manusia ragu untuk mengungkapkan isi hatinya, terlebih kepada seseorang yang dianggap memiliki posisi yang lebih dihormati dalam sebuah organisasi. Inilah perbedaan antara organisasi dan politisi. Dalam organisasi, anggota diberi keleluasaan untuk berpendapat, meski salah asalkan tidak bohong.
Menurut Bapak Habibi, organisasi yang sehat adalah organisasi yang antar pemimpin dan anggotanya terjadi interaksi yang berkesinambungan. “Ketua kudu bisa memancing anggotanya buat ngomong. Misalnya dalam rapat evaluasi yang sudah dijagendakan, anggota berkesempatan besar untuk menyampaikan uneg-uneg. Banyak juga anggota yang takut untuk bicara, nah, ketualah yang kudu pinter mencancingnya buat ngomong,” tuturnya kepada peserta yang hadir.
“Seorang ketua atau pemimpin harus punya self defence yang kuat ketika mendapat kritikan dari anggotanya. Karena sudah dipastikan, setiap pemimpin akan dihadapkan pada pengambilan keputusan meski dalam situasi sulit sekalipun. Di sinilah nilai kepemimpinan seseorang dapat dilihat, sukses atau tidaknya dia dalam mengambil keputusan,” pungkas Bapak Habibi di akhir materi. [*]

Operasi Patuh Kamilaya POLDA Banten

04.10

SERANG, BANTEN MUDA — Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas menjelang puasa ramadhan, POLRES Kota Serang dan POLDA Banten melaksanakan Operasi Patuh Kamilaya 2013, Kamis (11/7), dan akan terus dilaksanakan sampai dengan Rabu (17/7). Operasi ini bertempat di jalan jenderal Sudirman komplek stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.

Operasi Patuh Kamilaya adalah operasi rutin yang dilakukan setiap tahun oleh POLDA Banten, tidak hanya di Kota Serang melainkan di seluruh wilayah Banten, adapun anggota yang mengikuti operasi ini berjumlah tiga ratus orang anggota polisi yang tersebar di seluruh wilayah Banten,” ujar AKBP Atot Wirawan selaku Kasubit Kakkum POLDA Banten.

AKBP Atot Wirawan juga memaparkan, bahwa operasi ini bertujuan untuk menciptakan situasi kondisif demi keamanan, ketertiban, kelancaran berlalu lintas, mengurangi tindak pencurian bermotor, serta penertiban plat nomor kendaraan.


Adapun pengendara yang dianggap melanggar, wajib mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri yang berada di wilayah masing-masing kabupaten/ kota. (A. R. Syifa)

HMJ BSA Institut Agama Islam Negeri SMH Gelar Bakti Sosial

03.56

SERANG, BANTEN MUDA – Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan berkah tersebut, di antaranya tadarus, shalat lima waktu, shalat tarawih, dan berbagai hal positif lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Basaha Sastra Arab (BSA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Rabu (10/7), HMJ BSA IAIN SMH Banten melaksanakan kegiatan bakti sosial penggalangan dana untuk anak yatim dan piatu yang berada di Panti asuhan Thariqatul Jannah Kasemen Kota Serang.

Kegiatan ini dilakukan dengan aksi terjun langsung ke jalan, meminta sumbangan kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melewati perempatan Ciceri Kota Serang. Aksi tersebut telah dilakukan sejak hari Senin dan akan terus dilakukan hingga Kamis (08-18/7). Adapun acara puncaknya akan dilaksanakan pada hari Jum’at sampai dengan Sabtu (19-20/7), bertempat di Panti asuhan Thariqatul Jannah Kasemen Kota Serang.

Rif’atul Hasanah selaku panitia penyelenggara menyatakan bahwa “tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian sosial mahasiswa pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya demi keberkahan bersama di bulan suci Ramadhan”.


Saya berharap, semoga dengan adanya kegiatan yang kami lakukan, masyarakat dapat mengambil hikmah yang ada, serta dapat mengaplikasikan kehidupan saling berbagi dan peduli  terhadap sesama dalam keseharian, “ujar Rif’atul Hasanah kembali”. (A.R. Syifa

Anita Gusman; Gak Mau Setengah-setengah

01.48

Sobat BieM, bagaimana puasamu di hari kedua bulan Ramadhan tahun ini? Oh iya, mumpung masih di awal-awal, nih, kru BieM mohon maaf bila ada salah kata dan perbuatan, ya. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi Sobat yang menjalankan.
Ngomongin soal puasa, beberapa waktu yang lalu, BieM sempet ngobrol banyak dengan Anita Gusman, wakil II Nong Kabupaten Serang 2012 yang tetap eksis dengan segudang kegiatannya di bulan puasa. Mari simak obrolan BieM dengan Anita!
Banten Muda : Siang, Anita. Apa kabar? Puasa lancar, yaa?
Anita : Siang Banten Muda. Alhamdulillah sehat dan puasa aku lancar. BieM puasa gak, nih?
Banten Muda : Hehehe, puasa, dong, Sob. Eniwe, beberapa waktu yang aku BieM sempet denger suara kamu di salah satu stasiun radio. Emang sekarang kamu jadi penyiar, ya? Ceritain, dong!
Anita : Oooo, hehehe. Iya, nih, BieM. Alhamdulillah, selagi masih muda, kan. Aku ingin terus berkarya, lewat apapun, yang penting aku bisa memberikan yang terbaik dari apa yang bisa aku lakukan. Dan, sekarang, selain kuliah aku juga siaran.
Banten Muda : Wooow!!! Eh, ngomong-ngomong, selain menyabet gelar Walil II Nong Kabupaten Serang 2011, katanya kamu juga pernah dinobatkan sebagai Duta Syariah IAIN SMH Banten ya? Gimana tuh ceritanya?
Anita : Waaah, jadi terharu, BieM tau banyak ya tentang aku. Hehehe. Alhamdulillah, seperti yang aku katakan tadi, aku selalu berusaha maksimal dalam setiap hal yang aku kerjakan. Aku gak mau setengah-setengah. Sebenernya dari SMK aku udah suka ikutan organisasi, mungkin sekarang dampaknya kerasa banget. Aku alumni SMKN 1 Kota Serang lulus tahun 2010, di sana, alhmdulilah, aku di percaya menjadi Ketos SMKN 1 Kota Serang 2009. Selain itu , aku juga aktif di Paskibra. Juga sebagai koordinator Satuan SMKN 1 Kota Serang 2008 dan pada saat itu juga terpilih sebagai Koordinator Utama Osis Bersatu Se-Kota/ Kab. Serang. Ceritanya pada saat itu aku bersama anak-anak OSIS lainnya bekerja sama untuk membantu korban bencana alam lewat program Peduli Situ Gintung. Kegiatan ini juga diliput sama Banten TV waktu itu.
Banten Muda : Boleh bilang Wow sekali lagi, kan? Hehehe. Nah, lalu kenapa bisa terpilih menjadi Duta Syariah IAIN SMH Banten?
Anita : Oh iya, pertanyaan BieM belum aku jawab ya? Hehehe. Jadi setelah lulus SMK, aku masuk IAIN SMH Banten. Karena Mama gak ngizinin buat kuliah jauh, gak boleh juga jadi anak kost-an. Hiks. Akhirnya setelah musyawarah sama Mama, aku pilih IAIN, karena ada Jurusan Muamalat di Fakultas Syariah Ekonomi Islam, ya nyambunglah dari jurusan waktu di SMK, Akuntansi. Dan setelah ikutan Kang Nong Kabupaten Serang tahun 2011 serta jadi finalis di Kang Nong Provinsi Banten, alhamdulillah, akhir Desember 2012 kemarin aku juga terpilih sebagai Duta Syariah IAIN smh BANTEN 2012, begitu. J
Banten Muda : Kamu keren banget ya! Nah, sekarang kan  bulan puasa, nih. Ada perbedaan sama puasa-puasa di tahun sebelumnya?
Anita : Overall sih sama aja. Yang beda sekarang aku tinggal sama Mama. Ayah aku meninggal 14 Mei tahun lalu. Beliau udah tenang di surga. Aamiin.
Banten Muda : Sebagai cewek dengan segudang kegiatan. Apa nih tips kamu biar Sobat BieM tetep bisa aktif beraktivitas meski puasa?
Anita : Yang pasti jaga kesehatan. Waktu istirahat bener-bener dimanfaatin buat istirahat. Yang penting kualitas istirahatnya. Sama minum vitamin juga biar tetep fit.
Banten Muda : Siiiip! Oh ya, ada yang mau disampaikan buat Sobat Banten Muda?
Anita : Banten Muda semoga semakin menginspirasi lewat karya. Semoga selalu support kegiatan positif anak muda Banten. Selamat menjalankan ibadah puasa aja. Chayoo!!!
[Iwan]

Kata Mereka tentang Banten

Kata Mereka tentang Banten

00.14

Wildan dan tim penari dari DIY foto bersama Banten Muda

Duta Seni Pelajar 2013 Se-Jawa, Bali, dan Lampung telah usai. Banyak kesan dan cerita yang ditinggalkan, baik bagi Banten selaku tuan rumah, maupun para delegasi dari provinsi yang ikut meramaikan ajang ASP 2013 ini. BieM berkesempatan bincang-bincang dengan beberapa pelajar dari daerah lain, di antaranya ada Nyoman Triyana Usadhi dari Bali, Anton dari Jawa Tengah, Novi dari Jawa Barat, Wildan dari Yogyakarta, serta Tika dari Jawa Timur.

Banten Muda : Selamat malam, teman-teman. Selamat datang di Banten. Ceritain, dong, gimana perasaan kalian setelah terpilih menjadi salah satu yang mewakili provinsi kalian ke ajang DSP 2013!
Nyoman          : Yang pasti bangga, saya dipercaya untuk mendapatkankan peran utama dalam tarian yang akan dibawakan nanti pas acara puncak.
Tika : Bangga, dong! Yang pasti seneng banget. Ini adalah pengalaman yang aku tunggu-tunggu selama ini dan alhamdulillah tercapai.
Wildan : Bangga, dapet pengalaman banyak. Akhirnya menginjakkan kaki juga di Serang, Banten. Sesuatu banget, deh.
Novi : Sangat, sangat, dan sangat bangga. Kan di Jabar banyak banget yang daftar pas audisi, dan aku terpilih menjadi salah satu yang ikut mewakili Jawa Barat.
Anton : Alhamdulillah bangga sekali, terutama aku yang dari Wonogiri bisa mewakili Jawa Tengah. Hehehe.

Banten Muda : Siiip. Oh iya, berapa lama nih latihannya sebelum bener-bener mantap untuk tampil maksimal di panggung DSP nanti?
Novi                : Sekitar 2 bulan. Latihan yang bener-bener disiplin. Kebetulan aku juga ikutan sanggar, jadi ya, gak terlalu capek. Dinikmatin aja.
Nyoman : Kalau dari waktu audisi ke Denpasar, kayaknya butuh 2 bulan, ya. Persiapannya ya jaga kesehatan dan konsentrasi penuh. Kalau buyar sedikit aja, nanti jalan cerita yang dibawakan jadi gak nyambung, kan bahaya. Hehehe.
Tika : Kerja keras dan membangun kekompakan yang bener-bener solid. Kita latihan selama 1 bulan, dan Insya Allah siap untuk tampil maksimal. Doain yaaa.
Wildan : Wah, kayaknya saya nih yang paling lama. DIY latihan selama 2,5 bulan. Hehehe. Itu pun masih kurang buat aku, soalnya baru pertama kali ikut yang beginian. Hehehe.
Novi                 : Sekitar 2 bulan juga. Bersiapan dari Novi sendiri, harus pinter bagi waktu dan tahan capek. Soalnya Novi juga sekolah. Hiks!

Banten Muda : Nah, kalian kan datang dari luar Banten, nih. Mungkin ada yang pernah juga datang ke Banten sebelumnya. Dan kemarin juga udah ditampilin beberapa budaya kesenian dari Banten. Gimana nih kesan kalian terhadap Banten?
Anton             : Asyik! Banten asyik banget. Makanannya juga enak-enak! Hehehe.
Novi : Hmmm, meskipun sekarang beda provinsi, Banten dan Jawa Barat pernah berada dalam satu provinsi yang sama. Jadi sedikit banyak masih ada kesamaan, misalnya dari bahasa.
Wildan : Nyaman. Tapi yang aku heranin, kok hotelnya pindah-pindah, yoo? Hehehe. Agak capek juga angkat-angkat tas.
Tika : Banten enak banget! Orangnya ramah-ramah, Kota Serang sendiri juga bersih. Seru, lah!
Nyoman : Ini pertama kali saya ke Banten. Asyik, ya. Walaupun kemarin sempet serem liat pertunjukan debus. Tapi itu pertunjukan yang keren abis!
Banten Muda  : Oke teman-teman, terima kasih ya udah meluangkan waktu buat ngobrol sama Banten Muda. Sukses terus untuk kalian.
[Iwan]
Nyoman dari Bali. 

Anton penari dari Jawa Tengah

Novi si mojang Bandung

Tika dan penari dari Jawa Timur