Perhimpunan Perempuan Pelopor Anti Radikalisme; Masyarakat Berhak untuk Hidup Aman

21.20


CILEGON, BANTEN MUDA – Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Paham-pahan radikal begitu mudah masuk ke lapisan masyarakat, apalagi dengan mengatasnamakan ajaran agama tertentu, paham radikal dibuat seakan sesuatu yang biasa untuk dilakukan.

Dalam upaya menimbulkan kembali kesadaran masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI serta menciptakan suasana aman untuk masyarakat Kota Cilegon pada khususnya, Perhimpunan Perempuan Pelopor Anti Radikalisme (P3AR) menggelar forum diskusi di aula Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Cilegon, Senin (24/6).

Iyoh Marwiyah, koordinator P3AR Kota Cilegon, menyuarakan bahwa rasa tentram dan aman merupakan hak masyarakat. “Masyarakat berhak untuk hidup yang aman dan bebas dari ancaman radikalisme dan terorisme,” ujarnya kepada Banten Muda.

Dalam acara ini, P3AR mengundang Djariah Djali, aktivis perempuan Banten sebagai pemateri. "Radikalisme di dunia berhubungan dengan banyak faktor. Tidak hanya karena pertentangan ideologi, tetapi juga kesenjangan sosial, ekonomi, politik,” katanya. Ia menambahkan, "Radikalisme itu bisa banyak tidak hanya soal keagamaan. Orang tidak bisa makan itu akan cenderung radikal."

"Pemuda harus memberikan penafsiran Pancasila sebanyak mungkin. Merebaknya radikalisme, baik keagamaan maupun sekular, bisa terjadi karena Pancasila tidak benar-benar hidup di dalam kesadaran masyarakat," tambahnya.

Oleh karena itu, Djariah menghimbau agar para pemuda, terutama mahasiswa sebagai kaum intelektual, untuk menempatkan Pancasila sebagai pandangan hidup dan cara hidup yang benar-benar disadari dan diamalkan oleh warga negara Indonesia. [*]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »