Pelepasan Sekolah Citra Bangsa : Pisah Tak Berarti Akhir

18.28

Di sebuah aula sederhana berukuran sedang, siang itu pukul dua, sudah disusun rapi sederetan bangku yang penuh diisi oleh para guru, alumni, dan murid SD kelas 6 hingga SMP kelas 9. Di depan deretan bangku yang memenuhi ruangan aula, sebuah poster terbuat dari kain putih berhiaskan jahitan bunga-bunga berkain flannel warna-warni, digantung di dinding tembok dengan tulisan ‘Perpisahan SD dan SMP Citra Bangsa’.
Acara pelepasan itu berlangsung hingga pukul lima sore dan resmi dibuka oleh serangkaian kata sambutan dari Ketua Yayasan, Kepala Sekolah SD dan SMP.

“Selamat atas kelulusan seratus persen murid SD kelas 6 dan SMP kelas 9 Citra Bangsa. Murid yang nantinya lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, akan menjadi alumni bagi sekolah. Tapi, alumni bukan berarti mantan. Murid masih menjadi bagian dari Citra Bangsa, sebab, kita adalah keluarga,” ujar Ketua Yayasan Sekolah Citra Bangsa, Ibu Paskalina Alwidin yang disambut anggukkan kepala dari banyak murid yang hadir. Untuk memeriahkan pelepasan murid, setelah kata sambutan usai, acara diisi oleh sejumlah pentas seni kecil seperti Tari Saman oleh murid SD kelas 6, duet modern dance, solo vocal, vocal grup, pembacaan puisi, tarian topeng oleh murid-murid SMP.

Sekitar pukul tiga siang, prosesi pelepasan diiringi oleh sejumlah lagu perpisahan pun dimulai. Penyematan selendang berlogo sekolah serta penyerahan piagam penghargaan untuk lulusan terbaik menjadi tanda pelepasan murid.

“Terima kasih kepada sekolah dan para guru yang sudah membimbing kita semua hingga lulus. Semoga rasa kekeluargaan dan kenangan yang pernah ada akan selalu terjaga,” tutur Alif Naufalian, salah seorang murid lelaki SMP yang didaulat menjadi wakil murid kelas 9 untuk menyampaikan pidato pelepasan. Tak hanya murid, orang tua murid juga ikut mengisi acara pelepasan dengan menyampaikan sejumlah kesan pesan. Banyak orang tua murid berpesan pada murid yang lulus untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para guru dan sekolah. Murid yang telah lulus juga diharapkan menggali karakter kompetitif yang telah ditanamkan semasa bersekolah di Citra Bangsa, yaitu harapan agar mampu bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya. Para murid yang hadir saat itu pun menyetujuinya.

Dalam acara ramah tamah berupa makan bersama, salah satu murid, Axel Jehian sempat menyatakan jika perpisahan bukanlah akhir dari sebuah pertemuan. Perpisahan justru mengingatkan kita bagaimana berharganya sebuah perkenalan. Pelepasan itu pun ditutup dengan penampilan nyanyi dari guru dan persembahan lagu nasional sekolah Citra Bangsa berjudul “Citra Bangsa We Will Be” oleh para alumni.

Acara pelepasan murid hari itu tidak diisi dengan isak tangis atau pelukan penuh air mata. Namun, dengan senyum ikhlas dan menerima bahwa perpisahan bukan akhir dari semua kenangan yang pernah ada. (ver/ft.ver)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »