Pelatihan ‘Sik Asik Menulis’ : Jadi Penulis Asyik

18.25

JAKARTA, BANTEN MUDA - Bertempat di Kampus STIE Dharma Bumiputera, Jakarta Selatan, sebuah pelatihan kepenulisan yang diselenggarakan oleh CeKa Management pada hari Minggu, 16 Juni 2013 itu digelar. Dengan tema “Sik Asik Menulis, Bersama Berkarya”, pelatihan yang berlangsung tujuh jam nonstop dan dimeriahkan dengan bazaar buku murah itu menghadirkan banyak penulis-penulis ternama untuk menjadi narasumbernya. Tepat pukul sepuluh pagi, para peserta pelatihan yang terdiri dari rombongan SMA, mahasiswa STIE dan umum, mulai mengisi buku tamu dan masuk ke ruangan pelatihan. Acara dibuka oleh kata sambutan dari pihak STIE Dharma Bumiputera beserta Ketua Senat STIE.

Sekitar pukul sebelas, pelatihan pun dimulai dengan membedah buku ‘Love in Anomaly’ karya Handoko F.Zainsam oleh Abah Yoyok, yang dipandu oleh Reni Erina. Dalam buku terbarunya, Handoko F.Zainsam menuturkan arti cinta dari sisi lain, yakni membicarakan tentang luka. Beliau berusaha memaknai arti luka lebih dalam. “Karena lewat luka, kita mengenal air mata, mengenal indahnya sebuah senyuman. Hidup ini butuh luka,” ujar Handoko penuh arti. Pembedahan buku juga mengajarkan pada para peserta bahwa menulis itu memerlukan cinta. Handoko dengan senyum khasnya sempat menambahkan, “Kita paling jujur pada selembar kertas.” Para peserta pun mengangguk dengan takjubnya. Di akhir pembedahan buku, Abah Yoyok, yang didaulat sebagai pembedah buku pada acara itu, menyampaikan tiga hal penting dalam proses kreatif menulis buku yakni menggali inspirasi/ide, menuliskan hal yang tidak biasa dan cari figur yang cocok dengan karakter yang tengah dibangun, lalu kembangkan karakter itu dengan imajinasi sendiri.

Seusai pembedahan buku, pelatihan dilanjutkan dengan tema ‘Lima Kunci Sukses Menulis’ oleh Reni Erina, salah satu pendiri CeKa Management, juga pemred majalah Story Teenlit Magazine. Pelatihan berlangsung interaktif, Reni Erina yang akrab disapa Bunda Erin ini kerap memberi kuis, bertanya dan meminta peserta untuk melatih kepekaan terhadap sekitar. “Sebab, cara pandang penulis dengan orang biasa itu berbeda. Penulis menangkap ide di selilingnya. Kuncinya, asah kepekaan. Jika buntu, cobalah amati sekitar. Ide ada dimana-mana,” ujar Reni Erina dengan senyum manisnya. Pemaparan oleh Reni Erina berakhir tepat pada jam makan siang. Peserta pun diberi waktu istirahat sejenak sebelum akhirnya acara diisi kembali oleh salah satu penulis komedi terkenal, Boim Lebon.

Tawa dari peserta segera memenuhi ruang ketika Boim Lebon mulai mengisi pelatihan, beliau banyak bercerita tentang pengalaman dan ide yang didapatnya dari buku-buku komedi yang berhasil diterbitkan. “Banyak kejadian yang jika dibiarkan, akan hilang begitu saja. Maka, harus ditulis,” tutur Boim Lebon di antara para peserta yang menyimaknya dengan senyum kecil. Pelatihan yang terasa menghibur dan menggelitik itu diakhiri dengan coffee break, ditemani alunan lagu dari band GiG Project.

Sesi terakhir dari pelatihan yang merupakan gerakan kepenulisan nasional di lima kota ini, dilanjutkan dengan talkshow menarik oleh penulis Ana Mustamin dan Esti Kinasih. Ditemani cangkir kopi, talkshow yang berlangsung lebih dari satu jam itu banyak membahas mengenai dunia menulis fiksi-nonfiksi serta tips menghadapi writers block (kebuntuan menulis). “Dalam menulis fiksi, juga harus dilengkapi data yang akurat. Walaupun fiksi, harus ada logikanya. Inilah yang membedakan penulis dan pengkhayal. Penulis tidak mengada-ada,” ujar Ana Mustamin yang kala itu mengenakan mafela kelabu dengan motif polkadot hitam melilit di lehernya. Tak hanya Ana Mustamin, Esti Kinasih juga menyampaikan cerita dibalik terbitnya novel teenlit fenomenal miliknya, Fairish. Ketika ia menggunakan setting tempat, ia harus mencari tahu mengenai tempat itu secara mendalam dan ketika setting dituliskan, tidak kurang dan tidak lebih, sesuai kenyataan tempat yang ada. “Ini menjadi bagian dari akurasi data dalam sebuah karya fiksi,” tambah Esti, salah seorang penulis yang suka menulis ditemani cahaya remang lilin. Talkshow yang diwarnai dengan hujan pertanyaan dari peserta itu berakhir sekitar pukul setengah enam.


Pelatihan menulis asyik untuk jadi penulis asyik itu ditutup dengan musikalisasi puisi oleh Abah Yoyok dan Handoko F.Zainsam, solo vocal oleh Thomas serta tak lupa sesi foto bersama. (ver/ft. ver & dok.CK)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »