Gol A Gong, Berpuisi Lewat Kopi

20.36

SERANG, BANTEN MUDA—Bagi seorang seniman, entah itu aktor, penyair, juga penulis, inspirasi bisa datang dari mana saja. Bagi mereka, pengalaman dan interaksi dengan alam adalah cara belajar yang menyenangkan. Hal itulah yang dilakukan oleh Gol A Gong dalam buku terbarunya “Kopi Ini Pahit Sekali”.

Bertempat di kediamannya, Rumah Dunia, (23/6), Gol A Gong menggelar acara bedah buku puisi tunggalnya yang ketiga itu. Gong menceritakan bahwa sekitar 20 judul puisi dalam bukunya ini merupakan perayaannya di mana dia begitu menikmati kopi dalam perjalanannya beberapa bulan yang lalu ke Sumatra.

Seperti dalam puisi “Biji Kopi”, Gong ingin sekali menyuarakan kegelisahan orang Aceh lewat 3 bait puisi yang ditulisnya. “Aku teringat Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Aku membayangkan menjadi perempuan Aceh yang teraniaya di era DOM. Seperti pada baris pertama aku menulis “Aku adalah biji tajam kopi”, adalah ungkapan suara hatiku, bahwa orang Aceh itu ibarat biji kopi yang penuh berkah tapi tajam melawan jika ditindas,” ceritanya.

Rumah Dunia juga mengundang Wahyu Arya, seorang penyair Banten dalam acara bertemakan Pesta Kopi Sumatra ini sebagai pembedah. Wahyu menilai, Gong piawai dalam mengawinkan kata menjadi puisi. “Dalam buku ini, ada kesan kegenit-genitan, nakal, sekali waktu serius, untuk merespon sesuatu melalui kopi. Gong sedang memanfaatkan kopi untuk mengucapkan pengalamannya selama menjelajahi Sumatra,” ujar Arya. [*]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »