Balai Bahasa Gelar Pelatihan dan Pembinaan Tradisi Lisan Ubrug Se-Provinsi Banten

16.07
Kesenian ubrug Banten. (Dok/net)

SERANG, BANTEN MUDA – Dengan tujuan melestarikan kesenian ubrug, Kantor Bahasa Provinsi Banten menggelar Pelatihan dan Pembinaan Tradisi Lisan Ubrug Se-Provinsi Banten di Hotel Ratu Bidakara, Serang (11-14 Juni 2013).
Panitia acara yang ditemui Banten Muda, Adek Dwi Oktaviantina, menuturkan bahwa saat ini sedikit sekali masyarakat Banten yang mengenal kesenian tradisional yang satu ini. “Ubrug hampir dilupakan oleh masyarakat, terutama kalangan remaja. Lewat pelatihan dan pembinaan ini kita mencoba membangkitkan kembali tradisi lisan ubrug yang nyaris punah,” ujarnya.
Istilah ubrug diambil dari bahasa Sunda yaitu saubrug-ubrug yang artinya bercampur baur. Dalam pelaksanannya, kesenian ubrug merupakan sebuah pementasan di mana antara pemain dan nayaga berada dalam satu tempat atau arena. Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwa ubrug diambil dari kata sagebrug yang artinya apa yang ada atau seadanya dicampurkan, maksudnya yaitu antara nayaga dan pemain lainnya bercampur dalam satu lokasi atau tempat pertunjukan.
Acara yang diikuti oleh beberapa kelompok kesenian dari kampus dan komunitas di Banten ini digelar selama empat hari berturut-turut, dengan materi dari pemain ubrug senior sekaligus pembekalan untuk generasi muda. “Kita mau memperkenalkan ubrug kepada anak-anak muda yang diharapkan bisa melestarikan warisan budaya ini. Semoga ke depan, ubrug bukan sekadar kenangan yang hanya bisa kita temukan di museum,” imbuhnya. [*]

Setiawan Chogah

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »