Kang Nong dan X-Rules 'Pamer' Puluhan Mobil Keren

20.25

CILEGON, BANTEN MUDA – Tampil keren dan memukau ternyata bukan untuk manusia saja, akan tetapi, mobil pun bisa tampil keren. Bertempat di halaman parkir Hotel Rotale Krakatau, Cilegon, paguyuban Kang dan Nong Provinsi Banten menggelar lomba modifikasi mobil atas kerja sama dengan komunitas Mobil X-Rules pada Sabtu (29/6) lalu.
Puluhan mobil kece hasil sentuhan tangan-tangan kreatif ini dipamerkan untuk dinilai dewan juri. Jenis mobil yang diikutsertakan pun bermacam-macam, dimulai dari jenis mobil sedan, mobil antik bahkan mobil offroad yang berdatangan dari Banten bahkan luar wilayah Banten. 
Teguh Rachmawan, salah satu penyelenggara yang Banten Muda ajak bincang-bincang, menuturkan bahwa acara ini merupakan bentuk apresiasi generasi muda yang mempunyai spirit dalam bereksplorasi dan kreativitas karya nyata, salah satunya berkreasi lewat hobi mereka memodifikasi mobil. "Jadi kita pun mempertimbangkan apa yang digemari oleh anak muda saat ini. Dan ini pun lahan promosi dalam destinasi wisata dengan acara lomba seperti pada hari ini," ujar Teguh.
Yang menjadi titik penilaian dalam lomba ini seperti mesin, bod art, serta keandalan pemilik mobil dalam mempercantik penampilan mobilnya. "Di sini kita akan menganugerahkan gelar King pada mobil yang layak jadi pemenang," Teguh menambahkan.

Dengan kegiatan perdana dilakukan oleh Kang dan Nong Provinsi Banten dan X-Rules, Teguh berharap anak-anak muda di Banten bisa meningkatkan kreativitas dalam mengekspresikan ide-ide positif mereka. [*]

FLP Serang Ngeteh Manis Bareng Reni Erina; Penulis Harus Peka!

02.30

SERANG, BANTEN MUDA – Menjadi penulis adalah salah satu impian sebagian orang, karena menulis adalah pekerjaan mengabadikan sejarah. Lewat tulisan, orang bisa menyampaikan suara hatinya, keinginan, mimpi, dan atau pun bercerita tentang pengalaman hidup. Dengan tujuan menstimulus anak-anak muda di Kota Serang, Forum Lingkar Pena Kota Serang (FLP Serang) menggelar acara “Ngeteh Manis dengan Penulis” di gedung PSBB MAN 2 Kota Serang, Minggu (30/6).
Acara yang dihadiri sekitar 70 peserta ini ternyata tidak hanya berdatangan dari Kota Serang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Banten, di antaranya dari Pandeglang, Cilegon, dan Rangkasbitung. “Alhamdulillah animo peserta yang mendaftar cukup besar, melebihi target kami sebelumnya. Woro-woronya hanya di seputar Kota Serang, tapi ternyata ada yang jauh-jauh datang dari Pandeglang dan Rangkasbitung,” tutur Lia, panitia acara ini kepada Banten Muda.
FLP Kota Serang sengaja mengundang Reni Erina, managing editor majalah nasional sekaligus penulis novel Maurin dan Peri Pecicilan. “Kita mengundang Bunda Erin karena beliau adalah sosok penulis yang sangat dekat dengan remaja. Novel-novelnya juga sangat teenlit. Kita juga pengen peserta yang kebanyakan bermimpi ingin menjadi penulis bisa sharing dengan Bunda seputar teknik mengirim tulisan ke media,” ujar Lia menambahkan.
Dalam acara yang berlangsung selama 3 jam itu, Erin menyampaikan bahwa modal utama untuk menjadi seorang penulis adalah berani menulis. “Aku sering mendapat pertanyaan dari pembaca majalah yang aku asuh. Mereka ingin menjadi penulis dan tulisannya muncul di media, tapi ketika aku meninta mereka untuk mengirimkan tulisan mereka, jawabannya sering bikin aku tertawa; aku gak berani, Bunda. Aku takut ditolak!” cerita perempuan yang sudah menulis semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar ini.
Seorang penulis juga harus peka dengan lingkungannya. Karena, menurut Erin ada begitu banyak ide di lingkungan sekitar yang bisa diolah menjadi bahan tulisan. “Penulis harus peka, harus update dengan informasi. Sehingga dia tahu tentang apa yang ingin dia tulis. Selebihnya hanya butuh latihan dengan banyak menulis dan membaca. Karena menulis fiksi bukan serta-merta mengenyampingan data-data fakta. Menulis fiksi yang menggunakan setting tempat nyata juga harus sesuai logika. Tidak mungkin kan penulis membuat cerita yang tokohnya bermain salju di Serang, kan gak logis,” imbuhnya. [*]


DKC Pandeglang Gelar Tri Lomba

19.11

PANDEGLANG, BANTEN MUDA –  Bertempat di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Sabtu (29/6), Dewan Kerja Cabang Gerakan Paramuka (DKC) Kabupaten Pandeglang melaksanakan kegiatan Tri Lomba. Kegiatan ini dikuti oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka tingkat penegak dan pandega Kabupaten Pandeglang.
Sesuai dengan judul kegiatan “Tri Lomba”, dalam kegiatan ini diperlombakan tiga jenis lomba, di antaranya lomba membuat karya ilmiah, teknologi tepat guna, dan menara pandang.
Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang untuk mengukur kemampuan dan bakat anggota Gerakan Pramuka tingkat penegak dan pandega se-Kwartir Cabang Pandeglang. “Saya Berharap semoga anggota Gerakan Pramuka, khususnya tingkat penegak dan pandega, ke depannya dapat lebih kreatif dan inovatif, demi meraih masa depan yang gemilang,” ujar Siti Haryanti selaku ketua pelaksana.
Ketua Kwartir Cabang Pandeglang, Bapak Drs. H. Dodo Djuanda berharap, dengan adanya kegiatan ini, anggota Gerakan Pramuka di Kabupaten Pandeglang dapat lebih jaya lagi, serta anggota Gerakan Pramuka dapat terus menjadi tauladan yang baik bagi kaum muda yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Juara lomba karya ilmiah dan juara teknologi tepat guna serta juara umum diraih oleh SMK Darma Nusantara, sedangkan juara menara pandang berhak dimiliki oleh SMAN 4 Pandeglang. (AR. Syifa)

Galaksi Pelajar; Membangun Organisasi yang Kuat

04.36
Anak-anak Galaksi Pelajar  tengah berdiskusi tentang organisasi dengan  Bapak Fikri Habibi di basecamp Banten Muda, Sabtu (29/6).

SERANG, BANTEN MUDABanten Muda Community (BMC) sebagai sebuah komunitas yang mendukung kegiatan postitif anak muda Banten mempunyai program rutin berupa pelatihan (jurnalistik, organisasi, dan design grafis) untuk anak-anak Galaksi Pelajar Banten Muda yang digelar setiap hari Sabtu. Bertempat di basecamp Banten Muda, jalan Karya Bakti 99, sejumlah pelajar yang tergabung dalam Galaksi Pelajar menerima materi tentang organisasi dari Bapak Fikri Habibi, dosen Universitas Serang Raya, Sabtu (29/6).
Peserta yang dilatih adalah mereka yang mempunyai minat pada organisasi yang ke depannya diharapkan mampu menjadi pemimpin ideal. Bapak Fikri menyampaikan bahwa organisasi merupakan alat untuk mencapai tujuan individu-individu yang mempunyai visi yang sama. “Organisasi bukan tujuan, akan tetapi adalah alat untuk mencapai tujuan individu yang telah disatukan dalam nilai organisasi yang ingin dibentuk,” ujarnya.

Menurut dosen yang juga penulis tetap di Tabloid Banten Muda ini, perumusan nilai yang ingin dibentuk dan dijalankan secara bersama-sama adalah hal terpenting yang perlu dilakukan dalam membentuk sebuah organisasi. “Hal utama yang perlu dilakukan dalam membentuk ornanisasi yang kuat adalah membangun fondasi nilainya terlebih dahulu, setelah itu baru dijabarkan ke dalam struktur organisasi. Struktur yang panjang dan kompleks tidak akan efektif apabila nilainya dibangun setelah struktur terbentuk,” tuturnya menambahkan. [*]

12.226 Lowongan Kerja Dibuka di Job Fair Provinsi Banten 2013

00.18
Gubernur Banten, Ratu Atut (tengah) membuka Job Fair Provinsi Banten 2013,  Kamis (28/6)

SERANG, BANTEN MUDA – Sekitar 12.226 lowongan pekerjaan dibuka di Job Fair Provinsi Banten 2013 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Tranmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Kamis (27/6). Pameran bursa kerja yang akan berlangsung hingga 29 Juni mendatang, dibuka oleh Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

Dalam sambutannya, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah berharap job fair ini bisa mengurangi angka pengangguran di Banten. “Ibu berharap pencari kerja bisa memanfaatkan betul job fair ini untuk mencari pekerjaan sesuai kualifikasi dan jenjang pendidikannya,” ungkap Ratu Atut. Meski demikian, gubernur lebih berharap kepada para lulusan untuk berwirausaha.

Kepala Disnakertrans Provinsi Banten, Erik Syehabudin mengatakan, job fair ini adalah sarana bagi para pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan karyawan. Menurutnya, perusahaan yang terlibat dalam bursa kerja ini ada sekitar 52 perusahaan yang siap menawarkan lowongan pekerjaan. “Kegiatan ini dalam upaya mengurangi angka pengangguran di Banten yang jumlahnya masih tinggi. Dengan menggelar bursa kerja 2013 diharapkan bisa menyerap ribuan tenaga kerja minimal lulusan SMK/SMA,” tutur Erik kepada media. (BieM)


Perhimpunan Perempuan Pelopor Anti Radikalisme; Masyarakat Berhak untuk Hidup Aman

21.20


CILEGON, BANTEN MUDA – Radikalisme dan terorisme merupakan ancaman bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Paham-pahan radikal begitu mudah masuk ke lapisan masyarakat, apalagi dengan mengatasnamakan ajaran agama tertentu, paham radikal dibuat seakan sesuatu yang biasa untuk dilakukan.

Dalam upaya menimbulkan kembali kesadaran masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI serta menciptakan suasana aman untuk masyarakat Kota Cilegon pada khususnya, Perhimpunan Perempuan Pelopor Anti Radikalisme (P3AR) menggelar forum diskusi di aula Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Cilegon, Senin (24/6).

Iyoh Marwiyah, koordinator P3AR Kota Cilegon, menyuarakan bahwa rasa tentram dan aman merupakan hak masyarakat. “Masyarakat berhak untuk hidup yang aman dan bebas dari ancaman radikalisme dan terorisme,” ujarnya kepada Banten Muda.

Dalam acara ini, P3AR mengundang Djariah Djali, aktivis perempuan Banten sebagai pemateri. "Radikalisme di dunia berhubungan dengan banyak faktor. Tidak hanya karena pertentangan ideologi, tetapi juga kesenjangan sosial, ekonomi, politik,” katanya. Ia menambahkan, "Radikalisme itu bisa banyak tidak hanya soal keagamaan. Orang tidak bisa makan itu akan cenderung radikal."

"Pemuda harus memberikan penafsiran Pancasila sebanyak mungkin. Merebaknya radikalisme, baik keagamaan maupun sekular, bisa terjadi karena Pancasila tidak benar-benar hidup di dalam kesadaran masyarakat," tambahnya.

Oleh karena itu, Djariah menghimbau agar para pemuda, terutama mahasiswa sebagai kaum intelektual, untuk menempatkan Pancasila sebagai pandangan hidup dan cara hidup yang benar-benar disadari dan diamalkan oleh warga negara Indonesia. [*]

Gol A Gong, Berpuisi Lewat Kopi

20.36

SERANG, BANTEN MUDA—Bagi seorang seniman, entah itu aktor, penyair, juga penulis, inspirasi bisa datang dari mana saja. Bagi mereka, pengalaman dan interaksi dengan alam adalah cara belajar yang menyenangkan. Hal itulah yang dilakukan oleh Gol A Gong dalam buku terbarunya “Kopi Ini Pahit Sekali”.

Bertempat di kediamannya, Rumah Dunia, (23/6), Gol A Gong menggelar acara bedah buku puisi tunggalnya yang ketiga itu. Gong menceritakan bahwa sekitar 20 judul puisi dalam bukunya ini merupakan perayaannya di mana dia begitu menikmati kopi dalam perjalanannya beberapa bulan yang lalu ke Sumatra.

Seperti dalam puisi “Biji Kopi”, Gong ingin sekali menyuarakan kegelisahan orang Aceh lewat 3 bait puisi yang ditulisnya. “Aku teringat Teuku Umar dan Cut Nyak Dien. Aku membayangkan menjadi perempuan Aceh yang teraniaya di era DOM. Seperti pada baris pertama aku menulis “Aku adalah biji tajam kopi”, adalah ungkapan suara hatiku, bahwa orang Aceh itu ibarat biji kopi yang penuh berkah tapi tajam melawan jika ditindas,” ceritanya.

Rumah Dunia juga mengundang Wahyu Arya, seorang penyair Banten dalam acara bertemakan Pesta Kopi Sumatra ini sebagai pembedah. Wahyu menilai, Gong piawai dalam mengawinkan kata menjadi puisi. “Dalam buku ini, ada kesan kegenit-genitan, nakal, sekali waktu serius, untuk merespon sesuatu melalui kopi. Gong sedang memanfaatkan kopi untuk mengucapkan pengalamannya selama menjelajahi Sumatra,” ujar Arya. [*]

Pelepasan Siswa-siswi MA MII Al-Hikmah Cidangiang Pandeglang

04.26
 

PANDEGLANG, BANTEN MUDA—Sabtu (22/06), bertempat di Gedung Koperasi Pedoman Kabupaten Pandeglang, Madrasah Aliyah MII Al- Hikmah Cidangiang Pandeglang telah melaksanakan kegiatan kenaikan kelas X dan XI serta pelepasan siswa-siswi kelas XII yang telah dinyatakan lulus. Kegiatan dihadiri oleh seluruh siswa-siswi, dewan guru, ketua komite, dan wali murid siswa.

Pada kegiatan ini, ditampilkan berbagai macam seni dan budaya, seperti marhaban, kasidah, marawis, solo vokal, tari tradisional, dan lain sebagainya. Semua itu dipersembahkan untuk seluruh siswa kelas XII, sebagai kado khusus yang akan selalu dikenang.

Mohammad Nasrudin, selaku ketua pelaksana sekaligus guru berharap semoga semua siswa-siswi X dan XI yang telah dinyatakan naik kelas, dapat meningkatkan prestasinya, begitu juga dengan siswa-siswi kelas XII yang telah dinyatakan lulus dapat menjadikan semua dinamika selama menimba ilmu sebagai ajang untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Saya berharap semoga siswa-siswi yang telah lulus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta dapat terus bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, nusa, bangsa, dan agama. Ujar Jaja Munaja selaku kepala madrasah.

H. Tatang Dimyathi selaku ketua komite Madrasah juga berharap, lulusan MA MII Al-Hikmah Cidangiang dapat terus mengamalkan ilmu yang telah didapatkan walaupun sedikit, terutama ilmu agama, karena ilmu apabila tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah.

Dalam moment petemuan ini juga, terpilihlah Abu Rizal Syifa sebagai lulusan terbaik MA MII Al Hikmah Cidangiang Pandeglang angkatan 2013, Nurkholis Fahmi sebagai juara umum kelas XI, dan Diana sebagai juara umum kelas X. (AR. Syifa)


Himanura Unsera; Mencari Pemimpin yang Ideal

04.16
Para peserta LDK Himanura Unsera foto bersama dengan pemateri usai acara.

SERANG, BANTEN MUDA—Pemimpin merupakan entitas terpenting dalam suatu organisasi. Tindakan pemimpin akan mempengaruhi gerak suatu organisasi. Di mana pemimpin yang dapat memerankan fungsinya secara maksimal dan dapat mencapai tujuan tertentu yang disepakati dapat dikatakan sebagai kepemimpinan yang efektif. Dalam kehidupan organisasi, di dalamnya melibatkan berbagai pola interaksi manusia, baik secara individual maupun kelompok. Masalah konflik merupakan fakta yang tidak dapat dihindarkan.
Berangkat dari fakta di atas, Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar pelatihan dasar kepemimpinan di gedung B kampus Unsera, Minggu (23/6).
Ketua pelaksana yang ditemui Banten Muda saat acara menuturkan, bahwa LDK Himanura bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada anggota baru HMJ mereka. “Ini buat bekal anggota baru Himanura. Tujuannya agar anggota yang baru punya bekal tentang kepemimpinan idela dalam masa jabatan mereka ke depan,” tuturnya.
Acara yang bertemakan “Membangun Pemimpin yang Produktif dan Berkualitas” ini menghadirkan Irvan Hq, Ketua Umum Banten Muda Community, sebagai narasumber.
Irvan menyampaikan, sejatinya setiap individu yang lahir ke dunia telah mewarisi bakat kepemimpinan. “Kita semua yang hadir di sini merupakan individu yang tangguh dan siap menjadi pemimpin. Kita telah mengalahkan ratusan juta sel sperma yang bersaing untuk membuahi sel telur hingga menjadi janin dan lahir ke dunia sebagai manusia,” ujarnya.
Dalam materinya, Irvan juga memaparkan beberapa tipe kepemimpinan yang ideal untuk berbagai situasi organisasi yang dipimpinnya. Namun, menurut Irvan, pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mengenal anggotanya secara baik dan merangkul mereka untuk maju bersama-sama mencapai tujuan dari organisasi yang dipimpinnya. [*]


Pengumuman Lomba Resensi "Banten, Suatu Ketika" Banten Muda Community

Pengumuman Lomba Resensi "Banten, Suatu Ketika" Banten Muda Community

19.01

Hallo, Sobat Banten Muda…
Sebelumnya, kami minta maaf atas keterlambatan mengumumkan pemenang lomba resensi kumpulan cerpen “Banten, Suatu Ketika”, seharusnya diumumkan tanggal 21 Juni 2013. Tapi baru diumumkan hari ini, 22 Juni.
Malam, Jumat, 21 Juni 2013 masih terjadi diskusi yang alot di antara dewan juri dalam memutuskan pemenang. Di antara sekian banyak peserta yang ikut, dewan juri hanya meloloskan 4 peserta. Wow! Padahal ada 10 pemenang ya? Kok bisa hanya 4 peserta. Karena setelah dewan juri membaca resensi yang dikirim peserta ke email panitia, kebanyakan tidak sesuai dengan harapan dewan juri. Ada yang tulisan resensinya sangat dangkal, ada juga yang link tautannya tak bisa ditemukan (konten sudah dihapus), ada yang tidak memenuhi syarat administrasi, dan masih banyak lainnya. Jadi dengan terpaksa tak bisa diajukan dalam sidang dewan juri.
Namun dalam lomba resensi ini, Banten Muda sangat senang karena antusias peserta, bahkan ada yang masih remaja alias ABG banget. Bukankah memang itu tujuan Banten Muda dalam lomba ini? Mengasah bibit-bibit muda agar tumbuh dan berkarya, terutama dalam ranah literasi. Harapannya bibit-bibit muda itu tidak patah arang dan terus mengasah kemampuannya dalam menulis.
Keempat naskah resensi yang dibawa ke sidang dewan juri adalah Mengemas Banten ke Dalam Cerpen (Wahid Nur), Merekam Perjalanan dalam Tetes Tinta Hitam (A. Abdul Muiz), Imaji yang Merantai Fakta (Rendy Rachman), dan Tentang Menjadi Manusia dan Menghargai Hidup (Trias Wahyu Saputra).
Setelah melewati diskusi yang alot tersebut, akhirnya dewan juri membuat keputusan: Dalam lomba resensi “Banten, Suatu Ketika” ini tidak ada Juara 1 dan Juara 2. Karena menurut dewan juri di antara 4 naskah itu belum ada yang benar-benar sesuai harapan semua juri. Tidak ada suara bulat dari dewan juri memilih naskah yang jadi juara. Dewan juri hanya memilih Juara 3 dan ketiga naskah lainnya menjadi juara hiburan. Tapi hadiah juara hiburannya yang semula seratus ribu rupiah, diganti menjadi dua ratus lima puluh ribu rupiah.
Ini dia para juara lomba resensi buku “Banten, Suatu Ketika” :
1.      Juara 1, tidak ada.
2.      Juara 2, tidak ada.
3.      Juara 3 Imaji yang Merantai Fakta oleh Rendy Rachman (Mahasiswa Isipol UGM, Yogyakarta). Berhak mendapatkan hadiah uang tunai Rp 500.000,-
4.      Juara hiburan masing-masing mendapat Rp 250. 000,-
a.      Mengemas Banten ke Dalam Cerpen oleh Wahid Nur (Alumni Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)
b.      Merekam Perjalanan dalam Tetes Tinta Hitam oleh A. Abdul Muiz (Sidoarjo)
c.       Tentang Menjadi Manusia dan Menghargai Hidup oleh Trias Wahyu Saputra (Mahasiswa Ilmu Komunikasi, UGM, Yogykarta)
Banten Muda berhak mempublikasi resensi-resensi tersebut di tabloid Banten Muda atau web Banten Muda dengan tetap menyebutkan identitas penulis (hadiah sudah termasuk honorium). Demikianlah keputusan Dewan Juri Lomba Resensi Buku “Banten, Suatu Ketika” 2013 ditetapkan secara mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat.


Serang-Banten,  22 Juni 2013.

Penutupan FTIFest 2013 Meriah dengan Band dan Dance Performace

18.47

SERANG, BANTEN MUDA – Rangkaian acara FTIFest 2013 Universitas Serang Raya (Unsera), tadi malam ditutup dengan meriah, Sabtu (22/6) di lapangan kampus Unsera, di jalan Amin Jasuta, Serang.
Acara yang digelar dari pukul 14.00 kemarin itu, menampilkan sejumlah band performance dan dance performance dari anak-anak muda kreatif di Banten. “Kita bakal seru-seruan malam ini. Tadi abis pengumuman lomba, akan ada penampilan band dan dance dari teman-teman Unsera dan dari luar juga,” kata Dino kepada Banten Muda.
Bersama 30 orang yang bergabung dalam susunan kepanitiaan Fakultas Teknik Informatika Festival 2013, Dino dan kawan-kawannya cukup puas dengan event yang mereka garap tahun ini. “Alhamdulillah, kita udah ngelampuin target. Next, pengennya sih lebih heboh dari ini dan acaranya juga lebih beragam,” imbuhnya. [*]

FTIFest 2013 Unsera; Cara Membuat Film yang Bagus

19.40
Panita FTI Festival 2013 Unsera foto bersama dengan tim Kremov Pictures dalam acara workshop membuat film, Kamis (20/6)

SERANG, BANTEN MUDA – Film merupakan sebuah sarana mengekspresikan diri. Lewat film, seseorang dapat menyampaikan pesan dengan cara yang lebih menyenangkan. Membuat sebuah film yang bagus memang bukan sesuatu yang mudah, namun dengan semangat dan kebulatan tekad, peralatan sederhana pun bisa menciptakan sebuah film yang berkualitas. Hal itulah yang disampaikan Darwin Hamesa dalam workshop membuat film di rangkaian acara FTI Festival 2013 Universitas Serang Raya (Unsera), kamis (20/6).
Event tahunan yang digarap oleh BEM Fakultas Teknik Informatika Unsera ini menghadirkan komunitas film Banten, Kremov Pictures sebagai narasumber untuk berbagi cerita seputar teknik pembuatan film.
“Dengan basic ilmu komputer dan multimedia, kita pengen mahasiswa Unsera juga bisa membuat film yang bagus. Bagus bukan hanya dari jalan cerita yang menarik, tapi juga pengemasan yang menarik. Makanya kami mengundang teman-teman dari Kremov Pictures yang sudah membuat beberapa film bagus di Banten,” tutur Dino, ketua pelaksana, kepada Banten Muda.
Lewat presentasinya, Darwin memaparkan proses kretifnya dalam membuat film Menembus Lorong Badak dan Ki Wasyid yang akan segera tayang September mendatang.
Menurut Darwin, membuat sebuah film butuh keseriusan dan komitmen yang kuat dari tim kreatif maupun pemain. Untuk melahirkan sebuah film yang bagus, dan pesan yang ingin dibuat bisa tersampaikan dengan baik, Darwin membagi beberapa tips kepada sekitar 50 peserta yang hadir dalam workshop kemarin.
“Kremov Pictures selalu belajar dari film-film sebelumnya. Alhamdulillah sudah 15 judul film yang dibuat, masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya. Dari kekurangan-kerurangan yang ada kita bisa belajar,” ujar Darwin. Untuk hasil yang bagus, Darwin menyarankan tim kreatif untuk terus meng-upgrade pengetahuannya tentang perfilman, seperti teknik pengambilan gambar, casting pemain, dan ilmu editing yang selalu berkembang juga harus dipelajari. [*]

SMAN 1 Kramatwatu, Promosikan Wisata Daerah Lewat Legenda Gunung Pinang

21.43
Ibu Harini dan anak didiknya yang membawakan pementasan Legenda Gunung Pinang, kemarin. 
SERANG, BANTEN MUDA—Banyak cara untuk berekspresi dalam seni dan budaya. Bisa lewat tulisan, suara, juga seni peran. Hal inilah yang dilakukan oleh grup teater SMAN 1 Kramatwatu. Kemarin, Rabu (19/6), bertempat di studio Baraya TV, Serang, anak-anak didik Ibu Harini Pujiastuti ini tampil kece dalam acara Lomba Cerita Topomini Kabupaten Serang yang berlangsung hingga 20 Juni mendatang.
Rizky, siswa kelas X pemeran tokoh Dampu Awang yang ditemui Banten Muda usai pementasan menceritakan bahwa grup teaternya sengaja membawakan jalan cerita dari legenda Asul-Asul Gunung Pinang, Kramatwatu, Kabupaten Serang. “Kita pengen mengangkat cerita dari daerah kita sendiri, biar masyarakat lebih tahu dan cinta daerahnya,” tutur Rizky mantap.
Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Harini, pengasuh tim teater SMAN 1 Kramatwatu. “Dengan mengangkat legenda Gunung Pinang, kita mau mempromosikan wisata di Kramatwatu. Sekarang masih sedikit masyarakat yang tahu kalau di Kramat ada tempat yang berpotensi sekali untuk dijadikan area wisata yang sejuk, astri, yang cocok sekali untuk tempat berteduh atau bersepeda,” ujarnya.
Dalam memerankan legenda Gunung Pinang, Ibu Harini sengaja memberi kesempatan kepada anak-anaknya untuk berkreasi. “Kita membebaskan anak-anak untuk mengekspor kreativitas mereka. Sebagai guru, kita hanya mengarahkan saja.” [*]

IJTI Banten; Stop Kekerasan Terhadap Pers!

02.18

SERANG, BANTEN MUDA – Puncak aksi penolakan kenaikan harga BBM yang berujung pada kekerasan terhadap beberapa jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya, menundang keprihatinan wartawan di Kota Serang. Puluhan wartawan dari berbagai media melakukan aksi solidaritas sebagai penolakan kekerasan terhadap pers. Aksi damai dilakukan para kuli tinta ini dilakukan di simpang empat Ciceri, Kota Serang, Selasa (18/6) siang.
Dalam orasi yang dilakukan Wibowo Sangkala, Ketua IJTI Banten menyebutkan, dengan kekerasan yang dilakukan itu mencerminkan diskriminasi terhadap kebebasan pers. Oleh karena itu ia meminta agar kasus tersebut diusut tuntas, sehingga tidak terjadi lagi terhadap wartawan lainnya yang melaksanakan tugas peliputan.
“Wartawan di Banten menuntut Kapolri agar mengusut tuntas atas tertembaknya wartawan Trans7 di Jambi,” kata wartawan Metro TV ini.

Meski sempat mengganggu arus lalulintas, aksi solidaritas wartawan ini mendapat simpatik dari para pengendara. Setelah hampir satu jam melakukan aksi, wartawanpun membubarkan diri dengan tertib. [*]

Alvin Adam; Be Nice to Everyone

01.56
Alvin Adam berbagi kisah sukses, Ratu Bidakara, Selasa (18/6)

SERANG, BANTEN MUDA – Tidak ada batasan usia, tempat, dan cara dalam belajar. Bagi sebagian orang, belajar mungkin menjadi sebuah aktivitas yang membosankan. Namun tidak begitu adanya dengan belajar dari Djarum Super MLD TaLK in, sebuah program yang mendobrak anggapan bahwa belajar identik dengan suasana serius, menegangkan bahkan bisa jadi beban. Dari MLD TaLK in, kegiatan belajar sebagai suatu yang asik, seru, fun, gratis pula, pasti fantastis. 
Bertempat di arena swimming pool Hotel Ratu Bidakara, MLD TaLK hadir bersama Alvin Adam dan Duo EndaNResha, Selasa (18/6). Kepada ratusan pengunjung yang datang, Alvin berbagi kisah suksesnya lewat obrolan seru dengan tema “Bekerja atau Berusaha”. Acara yang dimulai pukul 18.00 ini disambut antusias oleh warga Kota Serang dan sekitarnya.
Irvan Hq, Ketua Umum Banten Muda bersama Alvin Adam
Menurut presenter Just Alvin ini, setiap orang berhak penuh menentukan ingin menjadi apa dirinya. Bagi Alvin, bekerja atau pun menjadi entrepeneur sama-sama pilihan yang baik, namun yang terbaik di antara keduanya adalah di bagian mana seseorang itu merasa nyaman dengan pilihannya.

Alvin bercerita tentang perjalanan karirnya dari sebagai employer, menjadi pebisnis, hingga terjun ke dunia hiburan.  “Aku memulainya dari bawah banget. Bisnis pertamaku itu jualan mie dengan satu gerobak. Tapi karena aku melakukannya dengan cinta, dengan passion, bisnis itu alhamdulillah berkembang. Rumusnya sederhana aja, be nice to everyone. Networking itu penting sekali. Tentu ditambah dengan semangat, keingintahuan yang tinggi, konsisten, dan terus berinovasi serta jeli melihat peluang,” ujarnya ketika ditemui Banten Muda usai acara. [*]

Seminar Entrepreneurship FTIFest 2013

22.30

SERANG, BANTEN MUDA – Dalam rangkaian acara FTIFest 2013, BEM Fakultas Teknologi Informasi Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar seminar entrepeneurship di aula kampus B Unsera, Selasa (18/6).

“Seminar ini bertujuan untuk menumbuhkan dan memupuk jiwa kewirausahaan mahasiswa, sehingga ke depannya bangsa ini memiliki banyak pengusaha,” tutur Dino, panita acara yang ditemui Banten Muda.
Seminar ini dihadiri oleh H. Embay Mulya Syarief, sosok entrepereur yang menjadi narasumber dan berbagi kiat-kiat memulai sebuah usaha.

Dalam materinya, Embay menyampaikan bahwa ajaran Islam sangat mendorong manusia untuk berusaha dan menetang untuk mengemis kepada orang lain. “Islam melarang menganggur dan sifat malas. Islam mengarahkan setiap orang untuk mendayagunakan seluruh potensi dan dayanya yang mengembangkan potensi seperti membuka peluang kerja,” ujarnya.


Selain membagi kiat sukses membuka usaha, komisaris PT Krakau Industrial Estate (KIEC) ini juga menyampaikan bahwa menjadi pengusaha/ entrepreneur adalah pekerjaan mulia yang menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.  “Sesungguhnya segala sesuatu bisa dijadikan peluang usaha. Karena Islam mengajarkan bahwa semua usaha yang halal adalah sesuatu yang mulia, apalagi dengan memberikan lahan pekerjaan bagi orang lain.” [*]

Pelepasan Sekolah Citra Bangsa : Pisah Tak Berarti Akhir

18.28

Di sebuah aula sederhana berukuran sedang, siang itu pukul dua, sudah disusun rapi sederetan bangku yang penuh diisi oleh para guru, alumni, dan murid SD kelas 6 hingga SMP kelas 9. Di depan deretan bangku yang memenuhi ruangan aula, sebuah poster terbuat dari kain putih berhiaskan jahitan bunga-bunga berkain flannel warna-warni, digantung di dinding tembok dengan tulisan ‘Perpisahan SD dan SMP Citra Bangsa’.
Acara pelepasan itu berlangsung hingga pukul lima sore dan resmi dibuka oleh serangkaian kata sambutan dari Ketua Yayasan, Kepala Sekolah SD dan SMP.

“Selamat atas kelulusan seratus persen murid SD kelas 6 dan SMP kelas 9 Citra Bangsa. Murid yang nantinya lanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, akan menjadi alumni bagi sekolah. Tapi, alumni bukan berarti mantan. Murid masih menjadi bagian dari Citra Bangsa, sebab, kita adalah keluarga,” ujar Ketua Yayasan Sekolah Citra Bangsa, Ibu Paskalina Alwidin yang disambut anggukkan kepala dari banyak murid yang hadir. Untuk memeriahkan pelepasan murid, setelah kata sambutan usai, acara diisi oleh sejumlah pentas seni kecil seperti Tari Saman oleh murid SD kelas 6, duet modern dance, solo vocal, vocal grup, pembacaan puisi, tarian topeng oleh murid-murid SMP.

Sekitar pukul tiga siang, prosesi pelepasan diiringi oleh sejumlah lagu perpisahan pun dimulai. Penyematan selendang berlogo sekolah serta penyerahan piagam penghargaan untuk lulusan terbaik menjadi tanda pelepasan murid.

“Terima kasih kepada sekolah dan para guru yang sudah membimbing kita semua hingga lulus. Semoga rasa kekeluargaan dan kenangan yang pernah ada akan selalu terjaga,” tutur Alif Naufalian, salah seorang murid lelaki SMP yang didaulat menjadi wakil murid kelas 9 untuk menyampaikan pidato pelepasan. Tak hanya murid, orang tua murid juga ikut mengisi acara pelepasan dengan menyampaikan sejumlah kesan pesan. Banyak orang tua murid berpesan pada murid yang lulus untuk tetap menjaga silaturahmi dengan para guru dan sekolah. Murid yang telah lulus juga diharapkan menggali karakter kompetitif yang telah ditanamkan semasa bersekolah di Citra Bangsa, yaitu harapan agar mampu bersaing di jenjang pendidikan selanjutnya. Para murid yang hadir saat itu pun menyetujuinya.

Dalam acara ramah tamah berupa makan bersama, salah satu murid, Axel Jehian sempat menyatakan jika perpisahan bukanlah akhir dari sebuah pertemuan. Perpisahan justru mengingatkan kita bagaimana berharganya sebuah perkenalan. Pelepasan itu pun ditutup dengan penampilan nyanyi dari guru dan persembahan lagu nasional sekolah Citra Bangsa berjudul “Citra Bangsa We Will Be” oleh para alumni.

Acara pelepasan murid hari itu tidak diisi dengan isak tangis atau pelukan penuh air mata. Namun, dengan senyum ikhlas dan menerima bahwa perpisahan bukan akhir dari semua kenangan yang pernah ada. (ver/ft.ver)

Pelatihan ‘Sik Asik Menulis’ : Jadi Penulis Asyik

18.25

JAKARTA, BANTEN MUDA - Bertempat di Kampus STIE Dharma Bumiputera, Jakarta Selatan, sebuah pelatihan kepenulisan yang diselenggarakan oleh CeKa Management pada hari Minggu, 16 Juni 2013 itu digelar. Dengan tema “Sik Asik Menulis, Bersama Berkarya”, pelatihan yang berlangsung tujuh jam nonstop dan dimeriahkan dengan bazaar buku murah itu menghadirkan banyak penulis-penulis ternama untuk menjadi narasumbernya. Tepat pukul sepuluh pagi, para peserta pelatihan yang terdiri dari rombongan SMA, mahasiswa STIE dan umum, mulai mengisi buku tamu dan masuk ke ruangan pelatihan. Acara dibuka oleh kata sambutan dari pihak STIE Dharma Bumiputera beserta Ketua Senat STIE.

Sekitar pukul sebelas, pelatihan pun dimulai dengan membedah buku ‘Love in Anomaly’ karya Handoko F.Zainsam oleh Abah Yoyok, yang dipandu oleh Reni Erina. Dalam buku terbarunya, Handoko F.Zainsam menuturkan arti cinta dari sisi lain, yakni membicarakan tentang luka. Beliau berusaha memaknai arti luka lebih dalam. “Karena lewat luka, kita mengenal air mata, mengenal indahnya sebuah senyuman. Hidup ini butuh luka,” ujar Handoko penuh arti. Pembedahan buku juga mengajarkan pada para peserta bahwa menulis itu memerlukan cinta. Handoko dengan senyum khasnya sempat menambahkan, “Kita paling jujur pada selembar kertas.” Para peserta pun mengangguk dengan takjubnya. Di akhir pembedahan buku, Abah Yoyok, yang didaulat sebagai pembedah buku pada acara itu, menyampaikan tiga hal penting dalam proses kreatif menulis buku yakni menggali inspirasi/ide, menuliskan hal yang tidak biasa dan cari figur yang cocok dengan karakter yang tengah dibangun, lalu kembangkan karakter itu dengan imajinasi sendiri.

Seusai pembedahan buku, pelatihan dilanjutkan dengan tema ‘Lima Kunci Sukses Menulis’ oleh Reni Erina, salah satu pendiri CeKa Management, juga pemred majalah Story Teenlit Magazine. Pelatihan berlangsung interaktif, Reni Erina yang akrab disapa Bunda Erin ini kerap memberi kuis, bertanya dan meminta peserta untuk melatih kepekaan terhadap sekitar. “Sebab, cara pandang penulis dengan orang biasa itu berbeda. Penulis menangkap ide di selilingnya. Kuncinya, asah kepekaan. Jika buntu, cobalah amati sekitar. Ide ada dimana-mana,” ujar Reni Erina dengan senyum manisnya. Pemaparan oleh Reni Erina berakhir tepat pada jam makan siang. Peserta pun diberi waktu istirahat sejenak sebelum akhirnya acara diisi kembali oleh salah satu penulis komedi terkenal, Boim Lebon.

Tawa dari peserta segera memenuhi ruang ketika Boim Lebon mulai mengisi pelatihan, beliau banyak bercerita tentang pengalaman dan ide yang didapatnya dari buku-buku komedi yang berhasil diterbitkan. “Banyak kejadian yang jika dibiarkan, akan hilang begitu saja. Maka, harus ditulis,” tutur Boim Lebon di antara para peserta yang menyimaknya dengan senyum kecil. Pelatihan yang terasa menghibur dan menggelitik itu diakhiri dengan coffee break, ditemani alunan lagu dari band GiG Project.

Sesi terakhir dari pelatihan yang merupakan gerakan kepenulisan nasional di lima kota ini, dilanjutkan dengan talkshow menarik oleh penulis Ana Mustamin dan Esti Kinasih. Ditemani cangkir kopi, talkshow yang berlangsung lebih dari satu jam itu banyak membahas mengenai dunia menulis fiksi-nonfiksi serta tips menghadapi writers block (kebuntuan menulis). “Dalam menulis fiksi, juga harus dilengkapi data yang akurat. Walaupun fiksi, harus ada logikanya. Inilah yang membedakan penulis dan pengkhayal. Penulis tidak mengada-ada,” ujar Ana Mustamin yang kala itu mengenakan mafela kelabu dengan motif polkadot hitam melilit di lehernya. Tak hanya Ana Mustamin, Esti Kinasih juga menyampaikan cerita dibalik terbitnya novel teenlit fenomenal miliknya, Fairish. Ketika ia menggunakan setting tempat, ia harus mencari tahu mengenai tempat itu secara mendalam dan ketika setting dituliskan, tidak kurang dan tidak lebih, sesuai kenyataan tempat yang ada. “Ini menjadi bagian dari akurasi data dalam sebuah karya fiksi,” tambah Esti, salah seorang penulis yang suka menulis ditemani cahaya remang lilin. Talkshow yang diwarnai dengan hujan pertanyaan dari peserta itu berakhir sekitar pukul setengah enam.


Pelatihan menulis asyik untuk jadi penulis asyik itu ditutup dengan musikalisasi puisi oleh Abah Yoyok dan Handoko F.Zainsam, solo vocal oleh Thomas serta tak lupa sesi foto bersama. (ver/ft. ver & dok.CK)

FTI Festival 2013 Unsera; Membangun Banten Melalui Teknologi

19.26
Pembukaan FTIFest 2013, kemarin (18/6), di Aula gedung A Unsera

SERANG, BANTEN MUDA –  Lewat semangat Membangun Banten melalui Teknologi, BEM Fakultas Teknologi Infomasi Universitas Serang Raya (Unsera) menggelar acara FTIFest 2013 selama satu minggu penuh. Banten Muda yang hadir dalam pembukaan FTIFest kemarin, Senin (18/6), menyempatkan diri bincang-bincang dengan Dino Caerasar, sang ketua pelaksana acara.
“FTIFest bertujuan untuk memperkenalkan dunia teknologi informasi ke masyarakat, khususnya mahasiswa. Sehingga mereka bisa menciptkan hal-hal baru di dunia teknologi,” ujarnya.
FTIFest 2013 diramaikan dengan sejumlah acara di antaranya perlombaan multimedi berupa web design dan fotografi, workshop dan seminar entrepreneurship, seminar pembuatan film, bakti sosial, pameran, dan band performance di malam penutupan Sabtu mendatang.

“Kita membuka ruang buat masyakata untuk ikut dalam helatan FTI kali ini. Beberapa acara dibuka untuk umum, mahasiswa, bahkan juga pelajar SMA sederajat yang berbasis IT,” imbuh Dino menambahkan.  [*]

Himpaudi Kota Cilegon Belajar Mendongeng dari Kak Awam

19.04
 

CILEGON, BANTEN MUDA – Mendongeng merupakan salah satu media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan yang mengandung nilai moral dalam pembentukan karakter positif pada anak. Selain dikarenakan mendongeng dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, melalui dongeng, nasihat dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami anak.
Hal itulah yang mendasari dilaksanakannya Workshop Mendongeng yang digagas bersama oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Himpaudi Kota Cilegon di Asas Paud Cilegon, Senin (18/6). Pada kegiatan yang pesertanya terdiri atas guru-guru PAUD se-Kota Cilegon ini memghadirkan Kak Awam, pendongeng nasional, sebagai narasumber.
Ketua pelaksana, Ika Agustiah, mengharapkan, agar para guru dapat terus meningkatkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Salah satunya dengan mentransformasi nilai-nilai karakter positif melalui media dongeng pada pendidikan anak usia dini. “Alhamdulillah, peserta yang datang sekitar 500 orang. Kita berharap, setelah workshop ini, guru-guru PAUD bisa lebih bereksplorasi dalam mengembangankan metode pembelajaran, salah satunya mendongeng,” imbuhnya. [*]
LIA Cilegon Gelar English Market Day; Sensasi Belanja Ala Luar Negeri

LIA Cilegon Gelar English Market Day; Sensasi Belanja Ala Luar Negeri

18.40
CILEGON, BANTEN MUDA – Lancar berbahasa Inggris saja, tentu belum cukup, apalagi hanya jago sebatas teori. Kemampuan bercuap-cuap dengan bahasa Inggris akan lebih lengkap apabila pengucapnya juga gape mempraktikkannya secara langsung di lapangan. Hal inilah yang dilakukan oleh peserta didik lembaga kursus LIA dalam acara English Market Day 2013 di LIA Cilegon, Minggu kemarin.
Banten Muda yang hadir di acara yang bertujuan untuk melatih siswa LIA untuk terampil mempraktikkan bahasa Inggris mereka ikut merasakan serunya melakukan transaksi jual-beli dalam bahasa internasional ini. Pak Ali, panitia acara yang ditemui BieM menuturkan, “Kita pengen memberikan sarana buat siswa LIA untuk mengasah kemampuan mereka agar lebih pede berbahasa Inggris, terutama dalam kegiatan jual-beli.”

English Market Day juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship generasi muda jebolan LIA. EMD dikonsep secara apik, di mana peserta mempromosikan produk mereka berupa makanan dan cenderamata lewat stand-stand yang digelar di halaman LIA selama satu hari penuh. Pengunjung juga bisa merasakan sensasi shooping ala luar negeri dengan cara menukarkan uang rupiah mereka terbelih dahulu di pos money changer dengan uang dollar versi LIA.  Acara perdana yang digelar LIA ini berlangsung meriah dengan penampilan musik dan aneka permainan. [*]

Bedah Buku Merawat Kesetiakawanan Sosial

01.39
Soleh Hidayat dan Firman Venayaksa membedah buku Merawat Kesetiakawanan Sosial; Karang Taruna di Bawah Kepemimpinan Andika Hazrumy. Minggu (16/6)


SERANG, BANTEN MUDA – Buku merupakan sebuah karya pemikiran. Lewat buku seseorang bebas menyuarakan ide, kegelisahan, gagasan, juga inspirational stories tentang dirinya maupun lingkungannya sendiri. Hal inilah yang dilakukan Maksis Sakhabi, penulis buku Merawat Kesetiakawanan Sosial; Karang Taruna di Bawah Kepemimpinan Andika Hazrumy.
Bertempat di ballroom Hotel Ratu Bidakara, Serang, buku ini dibedah dalam rangkaian acara Rapat Kerja Daerah III 2013 Karang Taruna Provinsi Banten, Minggu (16/6). Buku ini menggambarkan profil Ketua Karang Taruna Banten, Andika Hazrumy. Buku karya Maksis Sakhabi dan Kusma Supriatna ini diharapkan bisa menjadi pendorong bagi anggota Karang Taruna untuk lebih termotivasi melakukan gerakan di masyarakat.
Hadir dalam acara ini, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Soleh Hidayat sebagai pembicara yang didampingi Firman Venayaksa, budayawan sekaligus dosen Untirta.
Soleh Hidayat mengatakan buku tersebut menggambarkan gerakan pemuda ternyata tidak hanya berupa aksi tapi lebih pada upaya intelektual untuk memahami masyarakat. "Gerakan pemuda secara fisik maupun upaya intelektual terangkum dalam buku ini dan kita dapatkan pada sosok Andika Hazrumy. Sosok ini memiliki kriteria sebagai leader," urainya.
Di mata Soleh, kiprah Andika memang layak untuk dituliskan dalam sebuah buku. Mengingat Andika adalah salah satu anak muda dengan pencapaian gemilang di beberapa organisasi dan jabatan di pemerintahan.
Sementara itu, Firman Venayaksa mengkritisi isi buku yang dinilainya kurang lengkap untuk disebut sebagai sebuah biografi. “Sebagai aktivis literasi, saya menyambut baik apapun yang dibukukan. Bagi saya, orang-orang yang menulis dan membukukan gagasan apapun adalah investasi masa depan. Begitupun dengan buku ini, hanya saja, saya tidak menemukan entitas buku biografi di sini.”
Menurut Firman, sebuah buku biografi lazimnya memuat hal-hal yang humanis, merekonstruksi fase kronologis subjek dan menggali momen-momen dramatis dan refletif dalam kehidupan subjek sehingga pembaca bisa belajar dari pengalaman hidupnya,” terang Firman.
Firman menyebut, buku setebal 160 halaman ini lebih tepat disebut sebagai buku propaganda organisasi. “Buku ini lebih mengekspos sejarah, deskripsi kerja, pencapaian organisasi serta manfaat-manfaat tertentu di mana Karang  Taruna di Banten dijabarkan secara mendalam,” imbuhnya. Firman menambahkan, bahwa tidak ada gading yang tidak retak, begitupun dengan sebuah karya dalam bentuk dokumentasi tulisan. “Saya sangat mengapresiasi penulis yang sudah bersusah payah menorehkan artefak peradaban dalam bentuk buku. Percikan intelektual semacam ini harus terus ditumbuhkan di kalangan anak muda sehingga tidak hanya meninggalkan jejak di masa lalu tetapi mendokumentasikannya untuk masa depan.” [*]


Generasi Melek Politik

16.45
 

SERANG, BANTEN MUDA – Setiap menjelang pesta demokrasi, pemutakhiran Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang memiliki hak suara sebagai penentu kemenangan para wakil rakyat baik di lagislatif maupun eksekutif selalu diverifikasi ulang. Hal itu dilakukan karena DPT cenderung bertambah dari tahun ke tahun, dan kerap menjadi salah satu pemicu permasalahan dalam setiap pemilihan umum jika terjadi kekeliruan dalam pendataan.

Dari daftar yang terus diperbarui tersebut, pada 2009 saja, 40 persen pemilih pemula yang memiliki hak suara itu adalah generasi muda. Namun, ada indikasi bahwa para generasi muda sebagai pemilih pemula tersebut cenderung apatis terhadap pemilihan umum, dan bahkan tak mau peduli dengan hak pilihnya, yang sebenarnya akan sangat menentukan masa depan bangsa, sedikitnya untuk lima tahun setelah masa pemilu. Sikap apatis dan cenderung tidak peduli seperti ini disinyalir karena generasi muda belum melek politik.

Atas dasar itu, Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (Himanura) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Serang Raya (Unsera), menggelar diskusi publik bertajuk “Membangun Generasi Muda yang Melek Politik”, pada Sabtu 15 Juni 2013, di Gedung B Kampus Unsera, dengan menghadirkan pembicara Ali Faisal, S.H., M.H., (Pegiat Banten Muda Community) dan Mahdiduri, S.Pd. (Anggota Panwaslu Kota Serang), yang dimoderatori oleh Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara Heru Wahyudi, S.IP.

Diskusi yang dimulai dari pukul 9.00 WIB itu dibuka oleh Dekan FISIP Abdul Malik, M.Si., yang sekaligus menyampaikan bahwa kesadaran mahasiswa terhadap dunia politik harus dibentuk melalui diskusi-diskusi yang konstruktif. “Mahasiswa jangan menjadi objek politik, tetapi harus menjadi subjek politik. Dan melalui diskusi gerakan melek politik seperti ini diharapkan agar mahasiswa dapat memahami dunia perpolitikan yang sesungguhnya,” ujar Abdul Malik dalam sambutannya.

Sementara itu, Ali Faisal, sebagai salah satu mantan aktivis mahasiswa, mendorong mahasiswa FISIP Unsera untuk terlibat dengan dunia politik dan menyaran agar generani muda tidak apatis terhadap perpolitikan pada saat ini. Untuk menghindarkan sikap apatis tersebut, menurut Ali Faisal, tentu saja para mahasiswa tidak boleh hanya berdiam diri, melainkan harus terus mempelajari dunia politik baik secara teoretis di ruang-ruang kelas maupun secara praktis di lapangan, mau membaca, berdiskusi terbuka, dan menyikapi perpolitikan yang tengah berlangsung kini secara kritis. “Anak muda tidak boleh ragu untuk memasuki organisasi politik, apalagi sampai takut untuk berbicara tentang politik, tentang partai politik, atau tentang masa depan politik. Sebab politik akan menjadi baik jika dikerjakan dengan ketulusan dan keikhlasan, dan semata-mata demi kepentingan orang banyak,”  kata Ali Faisal bersemangat.

Bahkan, untuk memperbaiki kebijakan-kebijakan pemerintah yang dirasa membebani rakyat, selain terlibat dalam pergerakan oposisi yang mengingatkan pemerintah melalui aksi demonstrasi, misalnya, mahasiswa juga harus menjadi bagian dari perpolitikan pada saat ini. “Masuki ranah-ranah politik itu, dan warnai parlemen Indonesia dengan menjadi bagian di dalamnya,” lanjut Ali Faisal.

Di tengah sedikitnya 40 orang peserta yang menghadiri diskusi publik itu, Mahdiduri, sebagai salah seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwalu), lebih banyak menyoal penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan dimulai dengan Pemilukada Kota Serang yang akan berlangsung pada 5 September 2013 mendatang, dan mengharapkan peran aktif mahasiswa dalam berbagai bidang. Namun, menurut Mahdiduri, sebelum turut berperan aktif dalam penyelenggara pemilu atau dunia perpolitikan, mahasiwa harus terlebih dahulu memiliki pemahaman yang memadai terkait dunia politik dan sungguh-sungguh memperlajari. “Karena setelah paham, mahasiswa dapat menentukan pilihannya sendiri; baik untuk terlibat menjadi pelaku yang langsung cebur dalam ranah politik maupun menjadi akademisi sebagai pengamat politik,” katanya.


Di sisi lain, Noni Sukmawati selaku ketua Himanura, berharap dengan digelarnya diskusi publik yang menghadirkan pembicara dari para praktisi ini dapat mendambah wawasan para peserta diskusi, khususnya mahasiswa FISIP Unsera. “Diskusi ini juga sebagai ajang silaturahim agar Himanura lebih maju, para anggotanya solid dan berguna bagi kampus, serta untuk terus memperbaiki kinerja Himanura baik secara internal maupun eksternal,” ujarnya. [Niduparas Erlang/BieM]

6 Tahun Kremov Pictures, Darwin Pengen Masuk Bioskop

16.38

SERANG, BANTEN MUDA – Setelah sukses menelurkan 15 karya film pendek, kemarin, Sabtu (15 Juni 2013), Kremov Pictures merayakan hari jadi ke-6 di Aula Pusat Kegiatan Mahasiswa B, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah anggota Kremov Pictures yang terdiri dari crew dan cast film terbaru mereka, Ki Wasyid, yang akan tayang September mendatang, berlangsung meriah.
Dawrin Derga Mahesa, Ketua Umum Kremov Pictures sekaligus yang menyutradarai beberapa film besutan Kremov, menuturkan kepada Banten Muda bahwa diusianya yang keenam tahun, Kremov Pictures telah berhasil membuat beberapa film dan memenangkan sejumlah kompetisi maupun festival. “Alhamdulillah, di usianya yang keenam tahun, Kremov Pictures telah melahirkan 15 judul film pendek dan menjurai beberapa kompetisi dan festival. Di antaranya juara 1 Festival Film Banten 2011, juara 3 Festival IMIKI 2012, dan juara 1 Festival Film Islam Nasional di tahun ini,” unagkapnya.
Ke depannya, Darwin berharap, Kremov Pictures mampu membuat film yang bukan hanya ditayangkan di festival, tapi juga bisa menembus pasar menjadi film komersial. “Kita pengen bikin film yang bisa masuk ke bioskop, mudah-mudahan dengan ilmu dan pengalaman selama ini, mimpi itu bisa dicapai,” imbuhnya. [*]


Duta Kampus Unsera 2013; Lets To Be Icon

16.14

SERANG, BANTEN MUDA – Setelah sukses dengan Duta Kampus ke-2 tahun lalu, kemarin, Paguyuban Duta Kampus Universitas Serang Raya (Unsera) kembali menggelar Pemilihan Duta Kampus 2013 di Aula kampus Unsera, Jl. KH Amin Jasuta, Kaloran Brimob, Serang, Sabtu (15/6).
Dengan mengusung tema Lets to Be Icon, ajang bergengsi ini diikuti oleh sekitar 40 mahasiswa yang bersaing memperebutkan selempang DK 2013.
Ketua Pelaksana, Idfan Kholid, menuturkan bahwa Pemilihan Duta Kampus merupakan program tahunan yang sudah berlangsung semenjak 2005 lalu saat Unsera masih berstatus STIE Serang. “Sebenarnya ini helatan rutin kampus kita semenjak 2005 lalu. Namun untuk Unsera sendiri, ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga,” tuturnya.
Duta Kampus akan mengemban tanggung jawab sebagai mahasiswa teladan yang menjadi icon percontohan untuk mahasiswa lain. “Yang berhak menyandang selempang DK bukan hanya harus menarik secara penampilan. Tapi mereka juga harus memenuhi kriteria kecerdasan pemikiran dan kepribadian yang menawan. “Seorang DK biasanya adalah pribadi yang multi talenta, jago public speaking, sehingga bisa diandalkan dalam memperkenalkan kampus di masyarakat,” imbuh Idfan.
Selain menjadi DK, mereka juga dituntut untuk menjalankan tugas dan program-program kampus dengan profesional. Duta Kampus Unsera merupakan icon kampus yang memiliki peran sebagai agen of change dan mampu membawa nama baik kampus untuk menjadi lebih baik lagi. [*]