Raih Sukses dengan Kebiasaan Self Talk

11.24

Oleh Setiawan Chogah

Jangan katakan kalau Anda belum pernah menonton film besutan hollywood yang dibintangi Aamir Khan, 3 Idiots! Film produksi India ini masuk dalam jajalan film-film laris di dunia semenjak pemutarannya 2009 lalu. Namun bukan itu yang akan dibahas di sini. Bagi Anda yang mengaku pernah nonton 3 Idiots tentu sudah tidak asing dengan ucapan andalan Aamir di film itu; all izz well! Sebuah kalimat ajaib yang selalu diucapkan Aamir setiap kali dia mengalami kesulitan ataupun permasalahan dalam hidupnya.

Mantra semacam all izz well sebenarnya dapat dimiliki oleh setiap orang. Dalam istilah kerennya disebut self talk atau dialog internal. Self talk atau kadang disebut juga monolog merupakan sesuatu yang  dilakukan manusia dengannya diri sendiri ketika dihadapkan pada situasi tertentu dalam merespon suatu kejadian atau peristiwa yang divisualisasikan dengan panca indra terutama indra penglihatan, pendengaran atau kadang dengan berbisik. Banyak sekali manfaat yang dapat dipetik dari kebiasaan self talk. Contoh nyatanya, ketika tim Manchester United yang tertinggal 3-0 di babak pertama saat melawan Tottenham pada tahun 2001 lalu. Jika saja para pemain MU berkata bahwa mereka tidak mungkin menang dan menyerah, maka mereka benar-benar sudah dipastikan ‘kalah’ di babak pertama dan permainan bisa dibilang sudah ‘berakhir’. Namun justru di babak ke-2 mereka bisa membalikkan kedudukan menjadi 5-3. Self talk yang positif seperti memberikan kekuatan esktra dan energi yang positif untuk menaklukkan segala tantangan. 

Self talk secara otomatis akan mengarahkan pribadi yang melakukannya untuk bertindak sesuai yang dia pikirkan dan ucapkan. Ajaibnya, tubuh dan perasaan pun akan mereposnnya begitu. Misal ketika dalam menyelesaikan sebuah tulisan, saya sering mengucapkan, “Gue pasti bisa kelarin satu cerpen hari ini. Si Momon aja bisa bikin satu novel dalam satu minggu, masa gue gak bisa bikin satu cerpen sih!” Self talk postif semacam ini akan menuntun pribadi untuk melakukan usaha yang lebih dari biasanya. Selama proses penulisan, Anda akan menunjukkan keyakinan diri dan kemampuan Anda, dan karena itu kemungkinan bagi Anda untuk menyelesaikan tulisan juga lebih besar.

Apakah Anda tahu bahwa ada anggapan dalam dunia psikologi yang mengatakan bahwa alam bawah sadar memiliki wilayah dalam diri manusia sebesar 2/3 bagian, sisanya adalah alam sadar manusia yaitu sekitar 1/3 bagian. Oleh karena itu alam bawah sadar dapat dimanfaatkan dan dapat membantu mewujudkan apa yang dipikirkan dan sesuai dengan apa yang Anda rencanakan. Self talk merupakan jurus ampuh yang bisa digunakan untuk meraih impian yang tertunda selama ini. Bahkan ada yang menyebut bahwa logika mempengaruhi 12% dari kesuksesan yang ingin diraih, sedangkan 82% yang sangat mempengaruhi adalah keyakinan, dari 88 % ini  terbagi lagi menjadi 2,44% keyakinan yang + dan 44% keyakinan yang negatif. Tugas Anda adalah untuk mewujudkan yang 44% keyakinan yang bermuatan negatif menjadi 88% keyakinan bermuatan positif. Angka-angka itu akan tetap mustahil apabila hanya dibaca, tanpa ada tindak lanjut dari diri pribadi untuk berupaya mewujudkannya. Bagaimanapun sebuah teori terlahir setelah penciptanya melakukan eksprerimen berkali-kali sampai tingkat kepastiannya mendekati sempurna.

Para pakar psikologi membagi beberapa pola pikir yang sering dimiliki manusia namun sangat berdampak negatif pada pencapaian keberhasilan. Saya suka menyebut hal secaman ini sebagai ‘inhibitor kesuksesan’!

Pertama ada yang disebut dengan pola pikir hitam putih. Pola pikir secamam ini haruslah dihindari. Sebagai contoh mungkin Anda pernah berkata pada diri Anda sendiri, “Gue kan orang kampung, sementara saingan gue orang kota semua. Mana mungkin gue bisa menyaingi mereka?” atau yang paling sering dilakukan oleh para penulis pemula adalah begini: “Duh, gue gak pede deh ngirim cerpen gue ke media. Takut dikritik, takut ditolak, pokoknya takuuuut!” Mulai sekarang, jangan pernah lagi berpikir seperti itu. Pola pikir hitam putih semacam ini tidak akan pernah membuat Anda berhasil menembus redaksi dengan cerpen atau tulisan yang Anda tulis. Padahal kenyatanyaan tidak seburuk yang Anda pikirkan. Pekerjaan redaktur bukan mencari-cari kesalahan Anda dan mempermalukan Anda dengan membuat status di sosmed kalau cerpen kamu jelek! Tentu saja tidak separah itu.

Pola pikir yang kedua dinamakan pola pikir katasthopik. Pola pikir semacam ini dimiliki oleh orang-orang yang suka membesar-besarkan signifikasni sebuah kejadian. Anak-anak zaman sekarang menyebutnya lebay. Ibarat seorang penulis,kata-katanya selalu hiperbolis. Pernah mengucapkan pada diri sendiri kaliamat seperti ini: “Tuhaaan, ini sungguh kejadian paling memakukan dalam hidup hamba. Ambil nyawaku sekarang juga, Tuhan.” Ayolah,  jangan lebay!

Pola pikir selanjutnya diketegorikan ke dalam pola pikir discounting. Yaitu orang-orang yang selalu bertahan dari kritikan orang lain dan tidak pernah bisa menerima kesalahan dirinya sendiri. Pola pikir ini sangat berbahaya bila dipelihara. Contoh ekstim dari pola pikir secamam ini adalah: “Gue tau dia pura-pura ngedukung gue, padahal mah niatnya mempermalukan gue.” atau “Dih, dia mau nasihatin gue gitu? Emangnya dia pikir dia itu siapa?”

Itulah beberapa contoh pola pikir negatif yang harus dihindari. Lalu bagaimana caranya menghindari pola pikir semacam itu? Berikut ada beberapa tips yang bisa langsung Anda praktikkan.

Pertama, sadarilah cara Anda berkomunikasi dengan diri sendiri. Bila kemudian Anda menyadari bahwa sedang melakukan self talk yang negatif, maka hentikanlah saat itu juga. Segera katakan pada diri sendiri, “STOP!!!” Tarik napas, dan ubah sefl talk kamu menjadi self talk yang positif. Seperti all izz well, yes I can do it! dan lain sebagainya.

Kedua, sadarilah bahwa semua kebiasaan bisa dipelajari. Awalnya, kebiasaan itu Anda bentuk, dan kemudian ia membentuk Anda dan hidup Anda. Tapi poin yang paling utama adalah bahwa semua kebiasaan yang kini Anda miliki awalnya dibentuk oleh Anda sendiri. Dan Andalah yang paling berkuasa untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut. Pilihan untuk berubah atau tidak ada di tangan Anda. Dan pilihan itulah yang akan menentukan perjalanan Anda menuju sukses dalam setiap aspek kehidupan Anda. Jadi, melakukan self talk yang positif jauh lebih bermanfaat dibanding self talk yang negatif. Please, stop blamming yourself! Paling tidak pengauruhnya dapat Anda rasanya pada perasaan Anda sendiri. [*] 

Setiawan Chogah
Jurnalis Banten Muda, beberapa tulisannya berupa cerpen dan artikel pernah dimuat di berbagai media lokal dan nasional. Follow Twitter-nya @setiawanchogah.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »