Himaprodi Diksatrasia Untirta Gelar Kuliah Umum Feminisme

04.25
Serang, Banten Muda - Dalam rangka memeriahkan Gebyar Diksatrasia Untirta 2013, Himaprodi Diksatrasia menghadirkan Aquarini Priyatna, seorang aktivis feminisme dalam Kuliah Umum Menulis Tubuh Perempuan di auditorium Untirta, Selasa (14/5).

Aquarini menjelaskan bahwa teks feminis bukanlah teks yang semata-mata yang bertutur tentang perempuan. “Sebuah karya sastra (teks) disebut feminis apabila di dalamnya membahas ketimpangan antara laki-laki dan perempuan, dan pengamat (dalam hal ini pembaca) menyadari hal itu lalu melakukan protes, itulah yang disebut feminisme.”

Di mata Aquarini, orang-orang sering salah mengartikan ideologi feminis. “Kita suka mengalamiahkan sesuatu yang sebenarnya kultural. Misal, perempuan itu kodratnya di dapur. Padahal itu salah! Perempuan juga harus berani, harus gagah, dan laki-laki pun berhak menangis dan berlaku lembut pada perempuan,” tambahnya. Aquarini mencontohkan sosok istri pertama Nabi Muhammad, Siti Khadijah, yang berperan sebagai perempuan pebisnis di zamannya. Memang, Khadijah adalah ibu rumah tangga sebagai istri dari Nabi, tapi di satu sisi Khadijah juga diberi kesempatan untuk mengambil keputusan-keputusan penting.

Feminisme tidak ada kaitannya dengan atribusi gender. Sehingga analisis feminis pun dapat dilakukan pada karya sastra yang ditulis oleh laki-laki. Aquarini menegaskan bahwa perempuan adalah sosok yang kaya. dia mengajak peserta yang berjumlah 184 orang untuk berhenti berpikir siapa yang harus mengerjakan apa, tetapi seharusnya adalah siapa yang bisa mengerjakan apa. “Menulislah untuk mencatat apa yang orang lain hapus tentang kita, menulis lagi apa yang orang lain salah tulis tentang kita. Tulislah tentang nenek kita, tentang ibu kita, tentang perempuan penjual serabi di pinggir jalan. Karena adakalanya kita akan memetik pelajaran dari mereka,” pesan Aquarini di akhir acara. (IWN/ ft. Istimewa)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »