Bersama Perangi Narkoba

19.31

Narkoba di zaman sekarang memang  seperti setan, tak kelihatan, tetapi ada di sekeliling kita. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) jumlah prevalensi pengguna narkoba di Indonesia terus naik  tercatat hingga 2012 mencapai sekira 5,8 juta pengguna atau sekitar 2,8 %. Narkoba masuk ke segala kalangan kaya, miskin tua, muda dari kalangan institusi bahkan aparat penegak hukum, seperti polisi  pengacara, jaksa, dan  hakim. Penyalah gunaan narkoba sudah demikian parah, pada mulanya narkoba  digunakan untuk pengobatan dan penelitian. Namun dengan berbagai alasanakhirnya berkembang  mulai dari, coba-coba, mengalihkan/ melupakan persoalan, status sosial bahkan sampai menjadi trend/ gaya hidup, narkoba disalahgunakan penggunaan yang dilakukan terus menerus dan berkelanjutan menyebabkan dependesi/ ketergantungan dan bila berlanjut menjadi kecanduan., atau justru menjadi pengedar dengan alasan ekonomi.

Berangkat dari misi memerangi narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten memusnahkan barang sitaan narkotika golongan jenis shabu dan ganja di lapangan BNN Banten, Rabu (8/5). Barang-barang haram tersebut itu disita dari tangan Denni Panca Wardana dan Liauw Tjoan Tjun Al Anggit yang ditangkap di Tangerang.

Dari tangan Denni Panca Wardana disita shabu berbentuk kristal dengan berat kurang lebih 1,92 gram dan ganja dari Liauw Tjoan Tjun Al Anggit seberat 4,36 gram. Keduanya dikenakan pasal 112 ayat (1) subsider pasal 114 ayat (1) UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Â dengan ancaman hukuman penjara empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara.

Diketahui Denni Panca Wardana tertangkap sebagai kurir shabu yang bekerja sebagai sopir angkot dan tukang parkir. "Saya perantara dapat dari teman kemudian diantar ke pemesan, biasa diberi upah Rp 100.000 per paket dengan harga satu paket Rp 1,5 juta," kata saat ditanya wartawan.
Sedangkan Liauw Tjoan Tjun Al Anggit diketahui seorang manager funiture. Ia mengaku memakai narkotika sejak tiga bulan belakangan ini. "Saya mendapatkan barang ini dari Kampung Ambon, dan dipakai sendiri," ucap Anggit.

Pencegahan dan penanggulangan narkoba menjadi tanggung jawab kita semua bukan cuma aparat yang berwenang maupun organisasi terkait. Dalam acara pemusnahan narkoba ini, Kabid Pemberantasan BNNP Banten AKBP Ahmad Faturahman Hidayanto, mengajak segenap masyarakat memerangi narkoba. Masyarakat yang cenderung permisif bahkan tidak mau peduli menjadi lahan subur berkembangnya narkoba, bagi mereka yang sudah kecanduan narkoba seharusnya tidak dikucilkan, tetapi harus mendapatkan perlakuan yang baik dengan merehabilitasi misalnya. (IWN)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »