Bedah Buku Sketsa Sastra Firman Venayaksa

23.35

Serang, Banten Muda - Dalam rangkaian acara Gebyar Diksatrasia, Himaprodi Diksatrasia Untirta melaksanakan acara bedah buku Sketsa Sastra karya Firman Venayaksa, Senin (13/05). Buku kumpulan esai yang berjumlah 19 itu dibedah oleh Nita Nurhayati, Wahyu Arya, dan Ahmad Hanapiyah.

Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB, di Gedung B lantai 3 Auditorium Untirta, Serang, Banten, dengan sesi pembahasan buku oleh para pembedah, mulai dari isi, pertimbangan, kritik, hingga kelebihan buku tersebut. “Buku ini menjadi sangat penting karena melihat sastra dengan sketsa, dan sketsa yang mensketsakan sastra. Selain itu buku ini sangat bagus untuk manjadi bahan galian bagi mahasiswa yang ingin menyusun skripsi,” ujar Ahmad Hanapiyah, yang segera diamini oleh Wahyu Arya.

Wahyu menilai, Sketsa Sastra menjadi menarik karena ada benang merah yang memisahkan antara fakta dan fiksi. Namun Firman mampu meramunya dengan baik sehingga fakta dan fiksi menyatu apik dalam buku ini.

Ketika ditemui Banten Muda usai acara, penulis yang juga dosen ini menuturkan bahwa Sketsa Sastra merupakan upaya dalam mendokumentasikan tulisan-tulisannya yang pernah dimuat di media. “Buku ini adalah rekam jejak saya selama menulis sepanjang 2004-2012, agar tidak berserakan dan bisa dibaca oleh banyak orang,” ujarnya. Firman berharap Sketsa Sastra dapat menjadi artefak dan contoh untuk teman-teman pembaca. Buku ini ditulis dengan bahasa populer sehingga dapat dinikmati semua kalangan, bukan untuk kalangan akademisi saja.

Di sesi kedua, para peserta yang jumlahnya mencapai 50 orang diberikan kebebasan untuk bertanya. Acara ini pun didukung penuh oleh para dosen Untirta, khususnya dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. “Selamat atas terbitnya buku ini, karena tidak banyak dosen yang dapat menerbitkan buku,” ungkap Doddy Firmansyah saat memberikan sambutan. (IWN)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »