40 Tahun Pipiet Senja Berkarya

22.07

Dalam ranngka Perayaan Hari Buku Nasional dan 40 Tahun Pipiet Senja Berkarya, Rumah Dunia mengundang penulis yang dikenal kental dengan genre fiksi islaminya, Pipit Senja, Minggu (19/5) untuk berdiskusi seputar kepenulisan. Dalam diskusi itu, Pipiet bercerita kepada peserta yang hadir bahwa dia akan gila kalau tidak menulis. Termasuk meyakinkan peserta jika dirinya tidak menulis, maka dia akan gila.

“Saya akan gila kalau tidak menulis, karena menulis sudah menjadi dunia saya. Saya tidak mau berhenti menulis. Mungkin ini juga dirasakan oleh penulis lain seperti Putu Wijaya yang tidak mau dioperasi otaknya karena mengalami pendarahan, sebab jika dioperasi dia takut memorinya akan hilang lalu tidak bisa lagi menulis,” ujarnya mantap.

40 tahun berkarya, sudah banyak cerpen dan novel Pipiet yang diterbitkan. “Kita harus konsisten dalam menulis. Kalau ingin menulis ya menulis saja. Jangan sampai pekerjaan lain menggoda untuk menghentikan kita untuk menulis. Kalau saya akan berusaha terus menulis dan menulis, karena menulis sudah menjadi dunia saya,” tambahnya.

Fokus menurut Pipiet adalah modal yang harus dimiliki oleh setiap orang yang ingin menulis, terutama para pemula. Selain itu, dalam keadaan apapun penulis dituntut untuk profesional. Artinya, dalam keadaan bagaimanapun penulis harus tetap semangat menulis atau tidak ada dilema untuk menghambatnya ketika hendak menulis. “Dalam situasi apapun kita harus tetap menulis. Tidak ada kata galau dalam menulis. Seperti saya, dalam keadaan sakit pun, saya tetap menulis, karena menulis adalah sebuah terapi,” ujarnya di akhir acara. (BieM/ ft. Istimewa)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »