Time Zone dan RRI Banten Satukan Orangtua dan Anak dalam Moment Liburan

03.26

Ingar dan bingar menyambut kedatangan saya di lantai dua Mall of Serang siang itu. Saya, Susi, dan Bembi, kami bertiga sepakat membuat janji liputan bersama event fashion show anak-anak dan lomba foto yang diselenggarakan Time Zone dan RRI Banten dalam rangka ulang tahun pertama radio itu. Kami datang saat arena bermain itu telah padat pengunjung. Mereka datang sebagai peserta, penonton, juga anak-anak dan orangtua yang sengaja datang untuk menikmati permainan modern yang disediakan Time Zone.

Sesaat kami menikmati pemandangan yang di masa-masa kecil kami amat jarang bertemu arena seperti ini. Terlebih saya yang lahir dan tumbuh di kampung, permainan mewah seperti ini baru saya jumpai metika menanjaki usia remaja, ketika Bukittinggi sudah ada mall lima tahun yang lalu.

Susi membawa saya pada seorang perempuan seusia sahabat saya itu. “Kenalin nih, Gah. Ini Mbak Asih, ketua penyelenggara lomba fashion show dan foto ini.” Informasi ini memang saya dapatkan dari Susi sehari sebelumnya.

“Apa sih Mbak tujuan diadakannya acaranya ini?”
“Sebenernya ini acara rangkaian ulang tahun RRI. Ini semacam ajang penyaluran bakat aja.”

Saya mengangguk setuju ketika Mbak Asih menjelaskan tujuan lain dari acara yang digarapnya "Di era serbasibuk ini, orangtua kehilangan moment bersama dengan anak-anak mereka. Keseharian mereka dihabiskan di kantor dan tempat kerja, anak-anak kekurangan kasih sayang. Lewat event lomba foto orangtua dan anak bisa bertemu dan mengabadikan moment indah itu lewat ajang lomba foto soulmate."

***

Usai menemui penyelenggara, kami melanjutkan ngobrol dengan store manager Time Zone Mall of Serang, Pak Wiem Thomas. Lelaki paruh baya itu menyambut kami di ruangannya. Ramah, sempat-sempatnya dia mengucapkan selamat datang dan membagi kursinya untuk tempat duduk.

“Time Zone ini kan pusat rekreasi keluarga yang tetap mengedepankan sisi edukasi, kreatif, dan tetap fun. Jadi event ini tepat banget sama misi Time Zone.”
Pak Wiem menjelaskan, keberadaan Time Zone diharapkan bisa menampung dan memfasilitasi kreativitas anak-anak, khususnya di Serang. Sebelumnya, Time Zone sudah sering terlibat acara pengembangan bakat di Serang, seperti try out di sekolah-sekolah dengan bekerja sama dengan instansi pemerintahan maupun swasta.

Bincang-bincang kami usai ketika Pak Wiem harus melanjutkan tugasnya sebagai store manager. Saya, Susi, dan Bembi pamit keluar dan melanjutkan tugas jurnalistik kami. Memburu kegiatan positif lainnya di Banten yang layak dan patut untuk kami informasikan pada masayarakat. (Chogah/ ft. Chogah)
***

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »