Ina Inong; Kenalkan Andalusia Lewat Cleo The Savior Of Volanian

12.18

Saya lebih banyak diam dibanding perempuan yang sering kami panggil Bundo itu. Panggilan dari saya dan Hilal buat Mbak Ina Inong, penulis cerita anak yang saya temui usai acara launching novel terbarunya, Cleo The Savior Of Volanian, di pustakaloka Rumah Dunia.

Cleo ini novel tentang apa sih, Bund?” tanya saya saat kami duduk berhadapan.

“Tentang game gitu...,” jawabnya singkat, diiringi tawa yang pecah. Bundo Ina memang tipikal ibu-ibu kocak. Kami sering saling sapa gokil di dunia maya, terkadang Bundo sengaja mengundang saya dan Hilal ke kediamannya dengan jamuan andalannya; salad buah ala Bundo Ina Inong.

Saya menggerutu, meminta Bundo untuk menjawab serius. Sejenak, perempuan itu menggeser posisi duduknya dan memasang tampang serius, lalu mulai bercerita.

“Iya, di Cleo saya nulis tentang game online gitu. Saya sih gak suka game ya, tapi anak-anak saya gamer sejati, otomatis saya ketularan. Setting ceritanya saya ambil Spanyol. Kalau Amerika dan Inggris kan udah sering dibikin sama penulis lain,” tuturnya.

“Kenapa memilih Spanyol? Kenapa gak di Serang aja?” desak saya kemudian.

Bundo Ina memasang muka jutek lalu kembali tertawa, “Suka-suka gue, dong, hihihi.” Dia kembali membenarkan jilbabnya yang sejatinya tidak berubah posisi dari tadi. “Kenapa memilih Spanyol? Jadi begini; Lewat Cleo saya gak hanya menceritakan tentang game. Spanyol kan pernah menjadi kota Islam beberapa tahun silam yang dikenal dengan nama Andalusia. Nah, lewat Cleo saya mencoba menceritakan ini pada anak-anak.”

“Oooo, jadi Cleo ini novel anak?”

Gubrak!!!
***
Bundo Ina pun bercerita seputar proses kreatifnya menulis Cleo. Novel yang ditebitkan oleh Penerbit Pelangi Indo ini ditulis Bundo kurang lebih selama 1 bulan.

“Kendala apa saja yang dihadapi selama menulis Cleo, Bund?”

“Yaaa biasalah, saya kan ibu-ibu ya, punya si kecil yang kadang manjanya minta ampun. Kalau si kecil lagi minta digendong, saya ngetiknya sambil ngedendong. Ide kan lagi ngalir-ngalirnya tuh. Makanya sekarang saya jadi terampil banget ngetik sambil masak, sambil nyuci, dan sambil-sambil yang lainnya,” candanya sambil tertawa. Layaknya ibu-ibu rumah tangga lainnya, Bundo Ina yang telah menelurkan beberapa buku solo dan antologi ini paling suka menulis saat semua pekerjaan rumah tangga telah selesai dikerjakannya.

“Apa nih harapan Bundo terhadap Cleo?”

“Ya semoga pembaca suka dengan novel saya ini, terutama anak-anak, ya. Lewat Cleo mereka bisa belajar lebih banyak lagi,” tutup Bundo di akhir obrolan kami sore itu. (Chogah/ ft. Chogah)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »