Kartini Penuh Karya di SMA Tarsisius Vireta

16.19



Sosok Kartini memang selalu menginspirasi kita untuk terus berkarya. Salah satunya, seperti yang terlihat dalam event yang diselenggarakan oleh OSIS SMA Tarsisius Vireta pada Selasa, 30 April 2013 lalu. Sekolah yang terletak di Jl. Danau Singkarak Raya, Vila Regensi II, Blok AE 8-9, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang itu menggelar peringatan Hari Kartini untuk pertama kalinya dengan mengusung tema “Kartini Penuh Karya”.

Lazimnya sebuah kegiatan di sekolah, event “Kartini Penuh Karya” pun diawali dengan kata sambutan Kepala Sekolah SMA Tarsisius Vireta, Saverinus Kaka. Beliau menyemangati para siswa—khususnya para siswa putri—untuk mencontoh semangat juang Kartini. “Para siswi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan menggali potensi seni yang dimikili untuk terus berkarya seperti Kartini,” kata Saveranus Kaka yang sekaligus membuka acara secara resmi dan disambut tepuk tangan para peserta yang memadati aula.

Dalam event itu, sejumlah pentas seni pun dilombakan. Salah satunya adalah fashion show “Kartini-Adhiningrat”, yakni fashion show berpasang-pasangan yang mewakili tiap kelas untuk tampil dengan dandanan dan kostum ala Kartini dan suaminya. Selain berpenampilan ala Kartini (berkebaya) dan Adhiningrat (pakaian adat Jawa lengkap dengan blankon), fashion show tersebut juga mengharuskan setiap peserta untuk menuturkan pandangan mereka terhadap sosok Kartini, sekaligus menampilkan bakat yang mereka miliki. Bakat yang ditunjukkan oleh sejumlah peserta itu, di antaranya adalah aksi menyanyi, bermain gitar, dan deklamasi puisi.

Selain itu, juga digelar Lomba Kreasi Lagu Kartini yang menuntut siswa untuk mengaransemen ulang lagu “Ibu Kita Kartini” karya W.R. Supratman, lomba membuat yel-yel terkait Kartini, lomba paduan suara Kartini, dan lomba melukis wajah Kartini. Tak ketinggalan, atraksi Band Happy Five juga turut mewarnai event yang berlangsung dari pukul 7.30 hingga 14.00 WIB tersebut.

Ira Yunita, selaku ketua panitia kegiatan yang ditemui Banten Muda di sela-sela acara, memaparkan beberapa alasan di balik digelarnya acara tersebut. “Event ini dibuat agar para siswa SMA Tarsisius Vireta tidak melupakan jasa-jasa Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak kaum hawa. Selain itu, kami ingin melanjutkan usaha keras dan cita-cita Kartini dengan berkarya,” tuturnya.

Menurut Mellyna Christine, siswi XI IPA 1 yang merupakan salah satu peserta lomba paduan suara Kartini, event itu mengingatkannya pada sosok Kartini yang memiliki ide luar biasa dan berhasil menumbuhkan rasa percaya diri Mellyna menjadi seorang wanita.

Sementara bagi Owen Prasetya, kegiatan tersebut berhasil membangkitkan semangat pantang menyerah. “Semangat pantang menyerah dalam berkarya seperti Kartini yang berani berjuang untuk kesetaraan gender,” ujar siswa XI IPA 1 itu.

Kegiatan itu ditutup dengan pemberian paket hadiah kepada para pemenang, dan disusul doa penutup yang mengakhiri serangkaian acara “Kartini Penuh Karya”. (Veronica Gabriella/BieM)

Perangi Kanker Serviks, Pembunuh Nomor Satu

22.52

Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu penyebab kematian perempuan di seluruh dunia. Gejala kanker ini biasanya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini kankers serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian p[ada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi 15.000 kasus kanker serviks dengan 8.000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian.
Dengan tujuan mengedukasi mahasiswa akan bahaya kankers serviks, Badan Eksekutif Mahasiswa IAIN Sultan Maulana Hasanudin Banten bekerjasama dengan Gerakan Aksi Kanker Serviks Indonesia (GAKSI) menggelar seminar dengan mengusung tema Perangi Kanker Serviks; Pembunuh Wanita Nomor Satu Dunia di gedung Prof. KH M Sjadzili Hasan IAIN SMH Banten, Senin (29/4). Acara ini merupakan sosialisasi perdana yang diikuti oleh puluhan peserta dari perwakilan BEM se-Banten, mahasiswa IAIN SMH Banten, dan kalangan umum. Seminar diisi oleh Asep Rahmatullah, Ketua GAKSI.
Maya Muizatil Lutfillah, Menteri Pemberdayaan Wanita BEM IAIN SMH Banten menuturkan, “Lewat seminar ini kita ingin menyosialisaikan bahaya kankers serviks sejak dini kepada mahasiswa, khususnya perempuan,” tuturnya kepada Banten Muda.
Maya mengatakan bahwa akibat virus HPV penyakit kanker serviks tidak hanya melalui cairan melainkan bersentuhan sedikit pun kepada wanita pengidap penyakit kanker serviks bisa tertular. "Kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV memiliki lebih dari 100 tipe. Sebagian besar di antaranya memang tidak berbahaya dan akan lenyap dengan sendirinya, tapi tetap saja kita perlu mengedukasi perempuan tentang akibat fatal yang disebabkan kankers serviks, terutama tipe 16 dan 18," imbunnya. (Chogah/ ft. Chogah)

Training OSIS dan Open Recruitment Forum OSIS Kab. Pandeglang

10.54
Minggu, 28 April 2013, Forum OSIS Kabupaten Pandeglang telah melaksanakan kegiatan Training OSIS tingkat SLTA Se-Kab. Pandeglang dan open recruitment anggota tahap pertama yang bertempat di gedung pemuda KNPI Kabupaten Pandeglang, mulai dari jam 08.00 – 16.30. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 perwakilan OSIS sekolah yang ada di Kab. Pandeglang, dari 30 OSIS sekolah yang diundang.

Pada kegiatan ini, ketua pelaksana, Abu Rizal Syifa menyampaikan dalam sambutannya, tujuan dilaksanakannnya kegiatan ini adalah sebagai media silaturahmi seluruh OSIS yang ada di Kab. Pandeglang demi mewujudkan salah satu cita–cita bangsa, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang diiringi dengan moral yang baik , agar terlahirlah generasi penerus bangsa yang bekualitas untuk kemajuan bangsa pada umumya dan Banten serta Pandeglang khususnya.

Pembina Forum OSIS kab. Pandeglang Bapak Entus Hunaeni, M. SE juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa Pelajar harus lebih mengutamakan kecerdasan intelektual dari pada kecerdasan emosional. Pihak DPD KNPI Kab. Pandeglang , Bapak Ahmad Sujai selaku Bendahara Umum DPD KNPI Pandeglang menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan Forum OSIS kab. Pandeglang, karena pihaknya juga mempunyai tujuan yang sama dengan Forum OSIS Kab. Pandeglang, lagi pula Forum OSIS Kab. Pandeglang juga sering membantu pihak KNPI Kab. Pandeglang dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh KNPI.

Dalam proses training disampaikan materi–materi yang dianggap sangat penting bagi pelajar, yaitu materi dekadensi moral yang diatur dalam bentuk diskusi interaktif oleh Forum OSIS Kab. Pandeglang dan materi management organisasi yang disampaikan oleh Bapak Irvan Hq dari Banten Muda Community. Sedangkan dalam proses recruitment, panitia melihat keaktifan dan keseriusan peserta dalam mengikuti kegiatan serta kesungguhan yang dituliskan dalam formulir pendaftaran dan kuisioner yang diisi oleh peserta.

Adapun follow up yang diharapkan pada kegiatan ini , pelajar SLTA, khususnya yang berada dalam OSIS terus berjuang demi perubahan yang lebih baik untuk Pandeglang bersama Forum OSIS Kab. Pandeglang. (ARS)

Tabloid Banten Muda edisi #15 - Catatan Irvan

20.43

Di tengah ketatnya persaingan dunia usaha, kita dituntut untuk dapat menciptakan keunikan atau ciri khas yang gampang diingat dan sulit ditiru oleh pesaing lainnya. Apalagi saat ini sedang terjadi trend bisnis waralaba yang berkembang sangat pesat; ada sekitar 350 waralaba asing dan sekitar 2.000 waralaba lokal yang ingin memanfaatkan potensi pasar Indonesia di tengah ekonomi Eropa dan Amerika yang sedang lesu darah. Salah satu kelemahan waralaba lokal termasuk di Banten adalah lemahnya pemahaman mereka terhadap pentingnya Logo sebagai wakil dari sebuah organisasi atau produk yang mereka miliki. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya logo yang dibuat tanpa memperhatikan value yang diusung, misalnya saja logo perusahaan yang hanya berbentuk inisial atau singkatan dari nama perusahaan tersebut.

Oleh: Irvan Hq

Berbicara kreativitas, apalagi dunia entrepreneurship di Banten, tidak akan terlepas dari seorang praktisi pemasaran yang gemar bersedekah bernama Boyke Pribadi. Selain aktif sebagai akademisi dan berbagai kegiatan sosial, beliau juga cukup produktif mengeluarkan produk-produk baru untuk dipasarkan. Boyke Pribadi adalah founding father BDF Fellowship, sebuah lembaga yang bergerak memberikan beasiswa pendidikan bagi siswa-siswi yang kurang mampu. Sekembalinya Boyke Pribadi dari Singapura, saya langsung bertemu dengan beliau untuk sekadar ngobrol-ngobrol ringan seputar logo sebagai berikut.

Irvan Hq  :  Akhir-akhir ini tampaknya sering ke Singapura, Kang. Ada urusan apa?
Boyke P.  :  Awalnya ada urusan sedikit di sana, tapi alhamdulillah sekarang ada bisnis kecil-kecilan.      

Irvan Hq  :  Bicara BDF Fellowship, berapa nominal yang diberikan untuk beasiswa?
Boyke P.  :  BDF Fellowship adalah lembaga milik keluarga. Selain saya, juga didirikan oleh istri dan dua anak kami. Besar bantuan yang diberikan dalam rentang ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung kebutuhan siswa.

Irvan Hq  :  Apa rencana ke depan?
Boyke P.  :  Ke depan, kami sedang menyiapkan BDF Empowerment sebagai bantuan modal bagi kaum duafa dalam menjalankan usaha. Besar modal yang diberikan maksimal lima juta, dan keuntungan yang diperoleh melalui bagi hasil akan digunakan untuk membiayai pendidikan siswa tidak mampu. Semboyan BDF Empowerment: Bangkit, Berdaya, Berbagi. Semboyan BDF Fellowship: Care for bright future.

Irvan Hq  :  Logo BDF Fellowship seru juga ya, maknanya apa itu, Kang?
Boyke P.  :  Logo BDF Fellowship mengandung filosofi menyiapkan semacam jaringan pengaman (tangan yang menengadah) untuk menahan jatuhnya seseorang ke bawah. Karena BDF Fellowship bertujuan memutuskan “lingkaran setan” kemiskinan melalui bantuan biaya pendidikan.

Irvan Hq  :  Seberapa pentingkah sebuah logo dalam sebuah perusahaan atau organanisasi?
Boyke P.  :  Logo itu mewakili kehadiran usaha kita di tengah-tengah konsumen. Hampir serupa dengan merek/brand yang bertujuan memudahkan penciptaan ‘brand image’ terhadap produk atau intitusi/organisasi sehingga kehadiran logo sangat penting untuk eksistensi produk atau institusi kita.

Irvan Hq  :  Apakah dalam membuat logo, Kang Boyke membuatnya sendiri atau menggunakan jasa orang lain?
Boyke P.  :  Saya memberikan value organisasi serta gambaran yang diperlukan, lalu seorang desainer yang menggambar logo tersebut.

Irvan Hq  :  Pertimbangan-pertimbangan apa saja yang harus diambil ketika kita hendak membuat logo?
Boyke P.  :  Pertimbangan utama adalah menyangkut value perusahaan atau organisasi kita. Value apa yang diusung, bergerak dalam bidang atau sektor apa, serta segmen konsumen yang disasar. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah logo yang mudah diingat dan unik.

Irvan Hq  :  Seberapa pentingkah keberadaan para pembuat logo dan bagaimana eksistensinya?
Boyke P.  :  Para desainer logo sangat diperlukan guna menerjemahkan value organisasi secara ringkas ke dalam lambang. Desainer logo banyak bernaung pada perusahaan periklanan, perusahaan public relation. Desainer yang profesional sangat memahami arti warna, bentuk, jenis huruf, dan gaya penulisan dalam kaitan makna filosofis logo yang dibuat. Seperti warna hitam untuk menggambarkan makna ketegasan, atau jenis huruf art deco untuk menggambarkan nilai klasik, dan lain-lain.

Irvan Hq  :  Khususnya di Banten, bagaimana tingkat apresiasi masyarakat atau konsumen terhadap para pembuat logo ini?
Boyke P.  :  Secara umum masih banyak logo perusahaan lokal di Banten yang hanya berbentuk inisial (singkatan) dari nama perusahaan dan dibuat tanpa memperhatikan value yang diusung. Ketika saya tanya kepada mereka, ternyata mereka membuatnya bukan kepada ahli desain logo, tetapi kepada tukang setting di percetakan. Memang tidak masalah sih, tapi jika berharap organisasinya kelak akan membesar/maju, maka sebaiknya dibuat logo yang sarat makna filosofis.

Irvan Hq  :  Sudah banyakkah ahli desain logo di Banten?
Boyke P.  :  Setahu saya sih tidak begitu banyak desainer logo yang mendalami keahlian membuat logo. Yang banyak adalah ahli setting yang terbiasa mengoperasikan software semacam CorrelDRAW dan sejenisnya tanpa mendalami makna masing-masing jenis huruf dan warna yang digunakan. Karena memang mendesain logo itu tidak mudah, karena selain harus mengenal detail sifat dari gambarnya, juga harus menjaga orisinalitas dari logo yang dibuat, sehingga harganya memang cukup mahal karena keunikannya supaya tidak dituntut pihak lain pemilik logo yang mirip atau serupa.

Irvan Hq  :  Apakah kemampuan para desainer di percetakan bisa di-up grade dengan mengadakan workshop membuat logo misalnya?
Boyke P.  :  Sangat bisa karena mereka sudah memiliki keahlian merekayasa gambar atau simbol, tinggal mengaitkan antara simbol dengan makna yang mewakilinya.

Irvan Hq  :  Bagaimana prospek jasa pembuat logo secara profesional di Banten?
Boyke P.  :  Karena pemahaman masyarakat belum luas, maka prospek pembuat logo amat sangat cerah seiring dengan proses edukasi yang dilakukan kepada masyarakat.


Tidak terasa obrolan saya dan Boyke Pribadi membuat Wedang Jahe yang dihidangkan mulai terasa dingin. Waktu di handpone saya sudah menunjukkan pukul 23.00. Saya terpaksa menutup obrolan yang asyik ini dengan pertanyaan terkait anak muda Banten. Sebagai penutup, beliau berpesan kepada sahabat-sahabat Banten Muda untuk menjadi anak muda yang kreatif, inspiratif, dan aktif, sebab dengan inspirasi dan kreativitas yang tidak terbatas banyak hal yang dapat dicapai. Tetap semangat.... [*] 

Inilah Kang dan Nong Kota Serang 2013

17.44

Pemilihan duta pariwisata Kota Serang, Kang Nong Kota Serang 2013 baru saja usai. Acara yang bertujuan untuk memilih putra-putri daerah yang akan membantu promosi pariwisata dan budaya Kota Serang ini ditutup pada Sabtu, (27/4/13) di hotel Ratu Bidakara, Serang.
Para duta terpilih telah melewati beberapa tahap penilaian selama karantina dan penampilan di atas panggung, serta lewat polling SMS berdasarkan pilihan masyarakat Kota Serang. Berikut adalah duta pariwisata Kang Nong Kota Serang 2013: Rico Wahyudi Putra sebagai Kang Kota Serang 2013 dan Rorian Abdika sebagai Nong Kota Serang 2013. Sementara Muamar Suryaningrat (Wakil I Kang) dan Wini Daniatulafian (Wakil I Nong), Hendri (Wakil II Kang) dan Novelia Cita Utami (Wakil II Nong), Ade Miftahul Islam dan Iin Suningrat (Duta Lingkungan Hidup), Rayhan Hanif Usamah dan Mega Putri (Duta Persahabatan), serta Muamar Suryaningrat (Kang Terfavorit) dan A Rorian Abdika (Nong Terfavorit). Semala dua tahun ke depan, mereka akan merealisasikan sejumlah program untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Kota Serang. (BieM/ ft. Istimewa)

Gol A Gong; Membaca Diri di Kandang Kambing

17.26

Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Berpuisi adalah bermain kata, lewat bahasa yang menjadi perantara, cerminan sebuah rasa. Menulis puisi adalah menulis segala keluh-kesah yang berkelas.
Mungkin bagi sebagian orang, penyair adalah sosok yang aneh dengan ‘kelakuannya’ yang terkadang nyentrik dan tak biasa. Seperti yang dilakukan Gol A Gong, melakukan pembacaan puisi di kandang kambing milik Pak Madrai, Kampung Pulo Jajar, Banjarsari, samping Polda Banten, Cipocok, Serang (Minggu, 28/4/13).
Dalam acara ini, penulis serial Balada Si Roy ini sekaligus me-launching buku puisinya yang berjudul Membaca Diri. Gong menjelaskan bahwa ia sengaja memilih kandang kambing untuk launching buku puisinya dengan tujuan mendekatkan puisi yang selama ini dinikmati kalangan atas harus turun menjumpai mereka yang ada di bawah. "Puisi harus turun dari menara gading menjumpai mereka yang berada di kandang kambing," seloroh Gong. (BieM/ ft. Istimewa)

Pasific Countries Social and Economic Solidarity Association Berikan Beasiswa Untuk Pelajar Banten

01.16

Serang , Banten Muda – Sebuah lembaga pendidikan dan sosial dari Turki, Pasific Countries Social and Economic Solidarity Association (PCSESA), Rabu (24/4) melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Banten terkait dengan sejumlah kerja sama.

Sejauh ini PCSESA telah menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan di Indonesia termasuk di Banten dengan mendukung penuh keberadaan sekolah Kharisma Bangsa semenjak 2005 lalu. Ketika ditemui usai rapat, Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah mengungkapkan bahwa PCSESA akan memberikan beasiswa terhadap  pelajar Banten yang berprestasi terutama dari kalangan pra sejahtera.

“Dalam kunjungannya kali ini, Pemerintah Provinsi Banten dan PCSESA akan bekerjasama terutama dalam peningkatan SDM di Banten. Salah satu Sekolah Menengah Atas yang ibu rekomendasikan adalah SMA Cahaya Madani,” tutur Atut. PCSESA juga memberikan kesempatan untuk melanjutkan studi S1 bidang Sains di Turki. “Kita tentu berharap putra-putri didik yang keluar dari Cahaya Madani yang benar-benar tertarik dengan bidang Sains bisa memanfaatkan kesempatan ini,” tambahnya. (Chogah/ ft. Chogah).

Membuat Film Berkualitas dengan DLSR

00.49

Dunia perfilman Indonesia akhir-akhir ini menunjukkan geliatnya. Para  sineas berlomba menciptakan tontonan bermutu dan mendidik masyarakat. Dengan semangat yang serupa, membangkitkan gairah perfilman Banten, SultanFilm, Banten Film Club, dan Banten Art Video menggelar workshop sinematografi di ruang audio visual Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Banten, Rabu (24/4).

Acara yang bebas pungutan ini dihadiri oleh sejumlah komunitas film di Banten (Serang, Cilegon, dan Pandeglang). Aji Setiakarya, Ketua Banten Film Club menyatakan, wokshop ini bertujuan untuk menambah wawasan pecinta film Banten untuk menciptakan audio dan visual yang bagus dengan peralatan sederhana.

“Kita sengaja mengundang teman-teman dari DLSR Cinematography Indonesia untuk sharing dan berbagi pengalaman mereka dalam membuat film bagus dengan kamera DLSR,” ujar Aji ketika ditemui Banten Muda.

DLSR Cinematography Indonesia merupakan komunitas foto dan DSLR cinematography yang terbentuk dari kesamaan minat, hobi, dan ideologi sebagai bentuk pemberontakan terhadap kemapanan yang miskin kualitas dan ide. “Kita bisa membuktikan dengan kamera DSLR entry level pun kita bisa membuat film atau video klip dengan hasil visual yang bisa disetarakan dengan produksi besar. Kita maksimalkan apa yang kita punya, kalau ngomongin teknologi gak akan ada abisnya,” terang Benny Kadarharianto, salah satu pemateri dari DLSR Cinematography Indonesia. Dalam workshop ini dipaparkan teknik sederhana pembuatan film dan video clip dari pra produksi sampai pasca produksi. (Chogah/ ft. Istimewa)

KremovPictures Siap Filmkan Tragedi Geger Cilegon

16.52


Terus berkarya walau dengan peralatan yang terbatas, itulah yang dilakukan KremovPictures, sebuah komunitas film di Banten. Dengan semangat mengangkat budaya dan pariwisata Banten lewat film, komunitas ini telah merilis 14 judul film pendek dengan memuat unsur lokalitas.
Komunitas yang berdiri pada 2007 lalu ini fokus mempelajari study film, musik dan photography dengan 3 divisi yakni tim kreatif, tim administratif, dan manajemen artis. Ketika ditemui Banten Muda dalam casting pemain dan tim kreatif film terbaru yang akan segera mereka buat, Minggu, 21 April 2013, Ketua Umum KremovPictures Darwin Mahesa mengatakan, Kremov hadir dengan tujuan membangun generasi muda Banten dengan seni dan bakat khususnya di bidang perfilman atau media entertainment lain  dengan menggunakan  daya kreativitas  yang  berkarakter khas budaya dan  pariwisata.
“Hari ini kita mengadakan casting pemain dan tim kreatif untuk film terbaru yang akan mengangkat kisah perjuangan Ki Washid dalam Tragedi Geger Cilegon 1888 silam,” ujarnya.
KremovPictures akan mencari 17 pemain dan 30 cameo untuk berperan dalam film yang akan dimulai proses syutingnya Mei mendatang. Sebagai dewan juri, Kremov sengaja mendatangkan ahli perfilman dan seni peran di Banten di antaranya Dedi Setiawan dari Banten TV, Niduparas Erlang dari Banten Muda dan para pemeran film yang telah mereka rilis sebelumnya.
“Kita sengaja mengajak anak-anak muda Banten untuk ikut berperan dalam film-film Kremov. Setelah informasi casting dan rekruit yang kita luncurkan dua minggu yang lalu, banyak sekali anak-anak yang berminat. Yang mendaftar tidak hanya dari Banten, tetapi juga dari daerah lain seperti Jakarta dan Bogor,” tutur Darwin. (Chogah/ ft. Chogah)

Gebyar Lomba Guru dan Anak Paud Se-Kota Cilegon

16.18


Cilegon, Banten Muda - Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Cilegon ke-14 sekaligus memperingati hari Kartini, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himapaudi) menggelar Gebyar Lomba Guru dan Anak Paud se-Kota Cilegon. Pembukaan acara berlangsung Senin (22/4) di halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon.
Acara yang dihadiri sekitar 2.100 peserta yang terdiri dari guru dan murid ini dibuka langsung oleh Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi. Dalam sambutannya, walikota mengapresiasi positif kegiatan ini. “Pendidikan merupakan pilar utama untuk kejayaan Kota Cilegon. Melalui legiatan ini, guru dan murid dapat mengasah serta menyalurkan kreativitas mereka,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pembina Paud se-Kota Cilegon (Bunda Paud), Ida Farida Ariyadi. Beliau mengatakan bahwa Paud merupakan fondasi untuk menempuh pendidikan tahap selanjutnya serta awal pembentukan karakter anak, sehingga acara ini bertujuan untuk membentuk generasi masa depan yang kuat dan guru Paud dapat mengembangkan medote pembelajaran.
Perlombaan ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Ketua pelaksana, Farida Ariyani menyampaikan, gebyar lomba ini diikuti oleh 8 kecamatan di Kota Cilegon. Sebanyak 800 guru akan mengikuti lomba kreativitas media pembelajaran, fashion show dan kasidah.  Sementara di hari terakhir sebanyak 1.800 murid akan mengikuti perlombaan peragaan busana anak. (Chogah/ ft. Chogah)

IKBA Mempersiapkan Kartini Masa Depan Lewat Lomba Kreasi Busana Daerah

06.26

Benar kata orang-orang, sebuah pena jauh lebih tajam dibandingkan pedang. Itulah yang dilakukan seorang Kartini, sosok perempuan yang menginspirasi gerakan emansipasi wanita di Indonesia. Lewat surat-suratnya, Kartini dikenang sepanjang masa. Apakah Kartini pernah berpikir bahwa bangsa ini akan mengingatnya sejauh ini? Entahlah, yang jelas, lewat tulisan-tulisannya, Kartini telah sukses membuat namanya harum.
Jasa-jasa Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan selalu dikenang bangsa ini dengan ditetapkannya Kartini sebagai salah satu pahlawan nasional dan namanya manjadi perbincangan setiap tanggal 21 April.
Seperti siang itu, saya diundang oleh Kurota Akyun, sosok Kartini masa kini yang melopori Ikatan Kader Binan Keluarga Balita Kabupaten Serang untuk hadir di acara Kartini’s Day, 20 April 2013 di Mall of Serang.
Perempuan itu menyambut ramah kedatangan saya bersama panitia penyelenggara acara yang bertajuk “Semangat Kartini sebagai Suri Teladang dalam Mewujudkan Generasi Bangsa yang Kreatif, Andal dan Mandiri.”
“Alhamdulillah, kami dari IKBA dan PAUDNI Kabupaten Serang baru saja menyelengarakan lomba peragaan buasa daerah untuk guru dan anak-anak PAUD,” tuturnya ketika kami memutuskan untuk ngobrol sejenak di panggung yang digelar di depan Tisera Mall of Serang.
“Tujuan dari IKBA mengadakan acara ini apa sih, Mbak? Kenapa pesertanya hanya guru dan anak-anak PAUD?” tanya saya penasaran.
Akyu menjelaskan bahwa acara ini merupakan ajang penyaluran bakat anak-anak PAUD se Kabupaten Serang. Lewat lomba peragaan busana ini, guru-guru diberi kesempatan untuk berkreasi sebagai contoh nyata dan langsung untuk anak-anak didik mereka. “Guru merupakan teladan bagi murid-muridnya, lewat lomba ini, guru dan murid bisa mengembangankan kreasi mereka bersama-sama. Guru bisa memberikan contoh langsung kepada peserta didik, salah satunya untuk berani tampil di depan umum.”
Hal senada pun disampaikan Dedi Arif Rolidi, Kepada Bidang PAUDNI Kab. Serang yang datang beberapa saat kemudian.
“Ini adalah bentuk sinergi pendidikan antara rumah, sekolah, dan lingkungan. Dalam rangka memperingati hari Kartini, kita mengajak guru-guru, orangtua, dan anak-anak untuk berkreasi dalam lomba peragaan busana daerah yang ditonton oleh banyak orang,” ujarnya.
Lomba yang diikuti sekitar 350 peserta ini memperebutkan piala penghargaan dari Bunda PAUD Kab. Serang, Ratna Taufik Nuriman, Ketua Forum PAUD Kabupaten Serang. IKBA sebagai penyelenggara sengaja bekerja sama dengan Tisera dan Mall of Serang untuk menggelar acara ini di dalam ruangan dan tempat keramaian. “Seperti yang tadi saya sampaikan, kita ingin mewujudkan sinergi 3 pendidikan. Kalau kita mengadakan di ruang terbuka, kasihan anak-anak kepanasan, lagipula di sini banyak pengunjung yang melihat dan anak-anak sekalian berlibur bersama orangtua dan guru-guru mereka,” tutur Arif.
Banyak cara yang dilakukan untuk mengenang jasa Kartini, seperti yang dilakukan IKBA, lewat semangat Kartini, mereka mempersiapkan kader-kader perempuan kreatif untuk masa depan. Perempuan yang mandiri, semangat, dan bertanggung jawab lewat perlombaan kreasi busana daerah. (Chogah/ ft. Chogah)

Lauching Pemilukada dan Irma KDI

05.50
Serang, Banten Muda – Suasana Alun-alun Barat Kota Serang meriah di Jumat malam, 19 April 2013. Saya hadir lepas magrib bersama Bembi, di tengah alun-alun telah terpasang tenda besar yang dengan kursi yang disusun rapi. Menghadap ke timur, pandangan saya menangkap panggung dengan dua layar di kiri-kanannya. Malam itu akan diadakan launching Pemilukada Kota Serang 2013.

Usai gerbang isya ditutup, tenda telah dipenuhi orang-orang berseragam kuning, mereka adalah anggota PPK dan PPS dari enam kecamatan di Kota Serang, Serang, Curug, Walantaka, Taktakan, Kasemen, dan Cipocok Jaya.

Ketua KPU Kota Serang, Muhammad Arif Iqbal, mengatakan, dipilihnya alun-alun sebagai lokasi launching karena alun-alun merupakan lokasi strategis. Seseorang tidak perlu berniat pergi ke alun-alun, karena banyak dari mereka memang melewati alun-alun saat melakukan aktivitas sehari-hari. Sementara jika launching dilakukan di lokasi lain, semisal Stadion Maulana Yusuf Ciceri, maka hanya orang-orang yang benar-benar ke sana saja yang akan tahu ada kegiatan apa di sana. “Kita sengaja memilih alun-alun supaya banyak warga yang datang dan informasi seputar pemilukada tersampaikan dengan baik bahwa warga akan menggunakan hak pilih mereka pada 5 September nanti,” ujarnya.

Acara berlangsung meriah, terlebih ketika persembahan tari selamat datang untuk menyambut kedatangan rombongan Walikota Serang, Tb Haerul Jaman. Beberapa penari berpakaian adat menari dan melenggok di tengah tenda, pun Kang dan Nong Kota Serang yang turut hadir malam itu.
***
Benar seperti yang diucapkan ketua KPU, malam itu Alun-alun Barat ingar dengan musik. Pihak penyenggara sengaja mengundang Hikal AFI dan Irma KDI. Saya menyempatkan diri datang ke backstage, bertemu Irma.

Perempuan cantik itu tengah bersiap-siap untuk perform ketika saya dan teman lain memperkenalkan diri. Irma menyambutnya dengan ramah.

“Aku wong Serang, lho.” Irma sempat membuat kami kaget ketika kalimat itu meluncur dari bibirnya yang dipoles lipstik pink dan bercahaya ketika sinar-sinar lampu aneka warna singgah dan terpantul dari sana. Irma mengatakan, saat ini dirinya sering diundang untuk manggung di acara kampanye, karena memang akan memasuki musim pemilihan kepada daerah.

“Emangnya di Serang rumahnya di mana, Mbak?” saya bertanya lebih lanjut tentang identitas keserangannya..

“Aku di Lopang Kecil, sekolah sampai kuliah di Serang, kok. Aku lulusan Manajemen Informatika AMIK Serang, yang kampusnya di Ciceri,” ujar perempuan yang sekarang bermukim di Tangerang ini.

Sekitar 10 menit kami bercerita dengan Irma. Jebolan kontes pemilihan penyanyi dari salah satu stasiun tivi swasta ibu kota itu juga menceritakan dirinya tengah menjalankan bisnis rias dan penyewaan busana pengantin. “Aku buka bisnis rias pengantin juga. Sekarang kan lagi zamannya bisnin online gitu, ya. Usahaku juga bisa transaksi lewat online,” tutur Irma sembari tersenyum. Usai mengambil beberapa foto Irma dengan pose Smart Icon Banten Muda, gadis itu izin untuk naik ke atas panggung. (Chogah/ ft. Chogah)

Utuh dalam Satu Pelukan; Republik Indonesia

03.32
Jajang C Noer menghadiri acara pemutaran dan diskusi film
Mata Tertutup di  Auditorium Untirta,  Selasa (17/4)

Sebuah notifikasi dari Twitter membuat LED Indicator di pojok kanan atas ponsel saya berkedip-kedip. Saya memencet icon bergambar burung biru itu dan terpampang sebuah mention dari @InfoUntirta dengan sederet twitnya tentang pemutaran dan diskusi film Mata Tertutup yang akan dilaksanakan hari ini di auditorium Untirta, Selasa, 16 April 2013. Saya mengintip pojok kanan bawah komputer lipat saya, masih ada waktu setengah jam untuk bersiap-siap – kebetulan dari pagi saya belum mandi.

Dengan langkah yang lebih cepat dari biasanya, saya bergegas menuju Gedung B kampus Untirta Serang. Beberapa teman mahasiswa mengantre di pintu masuk auditorium. Saya langsung menulis nama di buku tamu dan mengatakan saya dari Banten Muda. Panitia penyelenggara agaknya sudah tahu tentang media tempat saya mengabdi, saya dipersilakan masuk.

Jajang C Noer, salah satu pemeran utama dalam film Mata Tertutup tengah berdiskusi dengan puluhan penonton yang hadir. Saya hanya mendengarkan, Mbak Jajang yang didampingi Manager Program Maarif Institut memaparkan sekilas tentang Mata Tertutup.

Film yang disutradarai Garin Nugroho dengan durasi 90 menit itu bercerita tentang sejarah dan perkembangan radikalisme di Indonesia, dari organisasi yang kelihatan hingga yang tidak terlihat. Melalui film berjudul Mata Tertutup, masyarakat diharapkan lebih mengenal organisasi ini sehingga bisa lebih membuka mata dan waspada. Film ini memiliki 3 cerita inti, yang pertama mengambil setting  Yogyakarta,  menceritakan pergulatan Rima (Eka Nusa Pertiwi) dalam pencarian identitas yang akhirnya tergabung dalam NII. Ia menjadi ujung tombak pengumpulan dana, sehingga mendapat pujian dari pimpinan NII. Proses perekrutan dengan penculikan dan penutupan mata korban saat berada di dalam mobil, pencucian otak dengan memberikan potongan-potongan Al Quran dan hadis yang dimaknai sembarangan, sampai pengumpulan dana untuk merealisasikan tujuan utama NII, mendirikan Darul Islam, digambarkan dengan gamblang.

Cerita kedua tentang Sobir (Dinu Imansyah), seorang santri miskin dan hidup di pemerintahan yang tidak melindungi rakyat, hidupnya berakhir tragis karena nekat menjadi bomber. Namun, tak sempat bom diledakkan dirompi yang dikenakan, aparat hukum menembak mati. Dia rela melakukan aksi bom bunuh diri untuk menyerang Thaghut, pemerintahan yang dianggap kafir, yaitu Pemerintah Indonesia, agar dapat memberikan syafaat (pertolongan) bagi keluarganya di akhirat nanti. Dalam film ini, Garin juga membuka sisi lain dari NII dan JI lewat tokoh Aini. Di sini digambarkan perekrutan anggota baru dapat terjadi pada siapa saja, tak hanya orang yang bermasalah atau miskin. Aini adalah anak tunggal seorang perajin asal Padang yang sukses. Dia hilang selama tiga bulan. Saat kembali, dia mengalami trauma berat.

Beberapa scene sempat membuat mata saya berpendar, buram. Adegan yang menggambarkan ketulusan hati seorang ibu, dimainkan secara apik oleh Mbak Jajang C Noer dengan logat dan dialeg Minang. Terlebih saat tokoh Aini kembali ke rumah dan langsung mendapat pelukan hangat dari ibunya, tanpa ada luapan kemarahan. Satu pesan yang dapat saya petik dari adegan itu adalah memarahi bukanlah cara terbaik untuk membuat sadar anak yang melakukan kesalahan. Marah justru akan semakin membuat anak semakin tertekan dan merasa dikucilkan. Adegan paling indah dalam film ini adalah tentang pertobatan tokoh Rima yang mendengar lantunan lirik-lirik Tanah Airku dari balik jendela kamarnya. Ah, sungguh, dari relung hati terdalam saya berdoa, semoga negeri tercinta tetap utuh dalam satu pelukan; Republik Indonesia. (Chogah/ ft. Chogah)

GenRe Gelar Pemilihan Duta Mahasiswa Banten 2013

12.48

Pemilihan Duta Mahasiswa Banten 2013,
Graha Faletehan, Senin (15/4)

Ingar-bingar menggema dari Graha Faletehan ketika saya memasuki gedung auditorium Stikes Faletehan Serang di Senin, 15 April 2013. Siang itu, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Faletehan terpilih sebagai tempat penyelenggaraan event Pemilihan Duta Mahasiswa Banten 2013.

Acara pemilihan duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN ini diikuti sekitar 8 pasang delegasi dari kampus se Provinsi Banten. GenRe merupakan program dari deputi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana yang fokus menyosialisaikan menundaan pernikahan dini pada remaja di Indonesia.

Saya menemui Nur Syafitri, S. Psi, M. Si, pihak penyelengara yang hadir saat itu. “Apa sih, Mbak tujuan dari acara ini?” tanya saya.

“Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe adalah ajang untuk mencari figur remaja yang bisa menjadi teladan dan aktif menyosialisasikan progmam GenRe ke teman-teman sebaya mereka,” tuturnya. “Progam GenRe memiliki tujuan agar remaja mampu merencanakan kehidupannya sebelum memasuki usia perkawinan.”

Kriteria duta GenRe adalah remaja atau mahasiwa yang aktif berorganisasi di kampusnya, di antaranya turut andil dalam Pusat Informasi Konselling yang disosialisasikan BKKBN ke kampus-kampus. “Masing-masing kampus mengirim satu pasang delegasi yang hari ini akan ditentukan pemenangnya. Mereka yang terpilih nantinya akan diikutsertakan dalam ajang yang sama di tingkat nasional sebagai perwakilan GenRe Banten,” Syafitri menambahkan.

“Ada persyaratan khusus lainnya untuk menjadi duta GenRe?”

“Selain cerdas, aktif berorganisasi, pemilihan ini diutaman untuk mahasiswa di semester 1 sampai 4.” Tujuan pemilihan duta GenRe adalah pemudahan proses transfer informasi kepada remaja melaui teman sebaya mereka, yaitu usia mahasiswa. (Chogah/ ft. Chogah)