Launching Album Cruzbeat Famz

13.48


Serang mulai temaram ketika senja jatuh dari langit. Kebetulan hari itu saya ada janji dengan teman kampus di Pondok Tiara, Cinanggung. Malam minggu adalah waktu yang selalu saya sediakan untuk bro out, ngobrol santai dengan sahabat-sahabat saya, tentang apa saja. Kebanyakan tentang pengalaman hidup, pun tentang misi kami beberapa tahun ke depan. Usai mandi dan berganti pakaian, saya menyempatkan membaca catatan Linda Christanty, Dari Jawa Menuju Atceh. Kang Niduparas yang merekomendasikan buku itu untuk saya baca. “Chogah, aku sarankan kau membaca Dari Jawa Menuju Atjeh-nya Linda Christanty. Sudah saatnya kau belajar menulis berita dengan gaya jurnalisme sastrawi.”

Oleh : Setiawan Chogah

Saya memasuki kawasan pusat kuliner di Kota Serang itu dengan langkah santai. Gerbang magrib baru saja ditutup. Pondok Tiara mulai ramai, beberapa meja sudah penuh diisi anak-anak muda Kota Serang. Saya menyeret langkah menuju Pontir 2, kebetulan kawasan ini diperluas membentuk leter L dari samping panggung Pondok Tiara 1. 

Saya memesan coffee bland dan pisang bakar coklat sembari menikmati penampilan life music dari panggung. Malam minggu kali ini ada yang berbeda di Pontir, biasanya pihak pengelola hanya memutar musik dari DVD Player yang visualnya dipancarkan melalui in focus ke layar yang dipampang di atas panggung – seperti acara nonton bareng.

Anak-anak muda yang menari di depan panggung, dan sebuah backdrop yang bertuliskan ‘Launching Album Cruzbeat Famz’  cukup menyita perhatian saya.

Teman saya, Doni dan Denis sudah bergabung ketika itu. Saya izin meninggalkan mereka sejenak. Di depan saya langsung ke samping panggung dan menemui dua perempuan muda yang tadi memandu acara.
“Maaf, Mbak. Ini acara apa, ya?” saya bertanya.
“Oh, ini Mas, acara launching album,” jawabnya sembari membungkuk, mendekatkan jarak di antara kami. Mungkin dia khawatir suaranya tidak dapat saya dengar dengan jelas.
“Ooo, saya Iwan, dari Banten Muda. Bisa wawancara sebentar?” ujar saya selanjutnya.
Perempuan itu menolak, “Saya kan hanya host, Mas. Mungkin langsung ke yang punya acara aja kali, ya.” Dia mengantarkan saya pada Van, panitia acara launching ini.
Cruzbeat Famz itu sendiri apa sih, Mas?”
“Kami semacam komunitas, Mas. Ya, kumpulan anak-anak muda gitulah,” jawabnya dengan volume suara yang sedikit dikeraskan. “Kita ngobrol di sana aja, yuk! Biar santai dikit.”
Saya dan Van menuju meja kosong di Pontir 2. Di sana sudah ada Albe, ketua komunitas ini.
Usai memperkenalkan diri, kami bertiga terlibat obrolan ringan.
Cruzbeat Famz komunitas hip hop dari Serang Timur, Mas. Markas kami ada di Ciruas, boleh mampir kalo Mas Iwan ada waktu.”
Saya tertawa. Ada keingintahuan lebih jauh yang tiba-tiba menyeruak dari otak saya. Tentang kapan komunitas ini lahir, juga tentang orang-orang di dalamnya.

Cruzbeat Famz terbentuk pada 26 Maret 2009. “Kami dari orang-orang yang sebenarnya punya ide dan pemikiran yang sama untuk mengembangkan kreativitas. Mumpung masih muda, kan? Kan waktu yang produktif untuk berkarya,” ujar Albe tersenyum.

Saya pun membalas senyum seraya mengangguk. Entahlah, saya salut saja dengan mereka. Cruzbeat Famz adalah contoh anak-anak muda kreatif yang cerdas dalam menyalurkan emosi mereka. Saya pernah membaca berita di Tempo.co.id, di sana dijabarkan bahwa sepanjang Mei 2012, Sistem Database Pemasyarakatan mencatat sebanyak 24.237 kasus narkoba didominasi oleh anak muda. Pakar mengatakan bahwa usia muda adalah usia serba ingin tahu, sehingga sangat mudah terjerumus pada hal-hal negatif. 

“Kenapa memilih berkomunitas, Mas? Ini launching album perdananya, ya?” saya memborong dua pertanyaan sekaligus.
“Komunitas itu memperkuat silaturrahim, Mas. Kita juga welcome sama teman-teman yang mau gabung, gak musti punya talenta khusus, kok. Kita bisa belajar sama-sama. Iya, ini album pertama Cruzbeat Famz. Ini garapnya bareng-bareng dan lewat jalur indie.” 

Benar dugaan saya, dan saya semakin yakin, bahwa tidak semua anak muda di negeri ini hanya kenal tawuran dan demo anarkis. Tapi ada juga mereka yang langsung bertindak, mengubah sesuatu yang ada pada diri mereka menjadi lebih baik, sendiri ataupun bersama-sama. Intinya adalah bagaimana mereka memberdayakan potensi mereka, lalu berprestasi.

Berikut beberapa prestasi CruzBeat Famz yang sempat saya catat dari obrolan kami malam itu.
Road Soulnation 2009 di Jakarta, Indonesia Hiphop Parade, HipHolic di Solo, Rap Kompetisi Otista, juga diundang dalam acara-acara khusus seperti Bogor Aniversary.
***

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »