Damar Juniarto Manfaatkan Budi untuk Pembaca

07.41

Serang, Banten Muda - Blogger Kompasiana yang namanya hangat diperbincangkan akhir-akhir ini, tadi sore, Rabu (12/3) mengunjungi Rumah Dunia dan berbagi pengalaman tentang teknik publikasi buku kepada sejumlah relawan, jurnalis, dan peserta kelas menulis Rumah Dunia.

Pendiri Taman Ide Kreasi Scriptozoid ini membeberkan beberapa teknik memasarkan buku yang penjualannya tidak bagus di toko buku. “Satu judul buku hanya memiliki waktu pajang maksimal tiga bulan di rak toko buku, kalau bukunya tidak laku, akan dioper ke gudang karena begitu banyak antrean buku baru yang harus dipajang juga. Ini kendala bagi penulis-penulis pemula yang belum punya pembaca,” ujar Damar.

Damar juga menjelaskan bahwa penulis bisa memasarkan sendiri buku-buku mereka tanpa harus menggunakan jalur distribusi ke toko buku. Salah satu solusi yang tengah dikembangkan Damar adalah konsep buku digital, atau yang dia sebut ‘Budi’.” “Budi sangat berpotensi berhasil menyampaikan karya penulis kepada pembaca. Pembaca dapat mengunduh buku dan dibaca dengan muda di gadget mereka.” Konsep Budi berbeda dengan e-book yang kebanyakan dalam format Pdf. Budi dibuat lebih interaktif dibanding e-book.

Damar optimis Budi diakan membuat orang-orang yang selama ini malas beli buku jadi bisa baca dari smartphone mereka. Tinggal mengeluarkan biaya download dari aplikasi store, mereka sudah bisa menikmati buku dengan gampang. “BookApps bisa dibaca di smartphone dengan platform android dan IOS yang saat ini digandrungi pengguna ponsel di Indonesia, tentunya sangat berpeluang untuk dipasarkan,” tutur Damar pada Banten Muda.
(Chogah/ ft. Chogah)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »