My Story in Holland : Keterbatasan bukan halangan untuk Berkarya

07.52




Serang, Banten Muda – Buku My Story in Holland karya penulis cilik Yasmin Azzahra Rahman dibedah di Rumah Dunia, Minggu (10/2/13). Buku ini ditulis Yasmin, begitu dia biasa disapa, ketika dia tinggal di Belanda mengikuti ayahnya yang mendapat beasiswa di negeri kincir angin tersebut.

Hadir sebagai moderator adalah ayah dari Yasmin sendiri yaitu Alpha Ammirachman, PdD. Sedangkan aktivis Hak Asasi Anak sekaligus anggota DPRD DKI Jakarta, Wanda Hamidah turut hadir sebagai pembahas. Kepada  Banten Muda, Yasmin menuturkan bahwa My Story in Holland bercerita tentang pengalaman Yasmin selama mengenyam pendidikan di Belanda. Buku ini ditulis dengan bantuan Eyangnya di Indonesia melalui komunikasi lewat jejaring sosial. “Aku nulis dibantu Eyang lewat chatting di YM,” ujar Yasmin.

Yasmin lahir di Jakarta, 13 November 1999. Dia mampu menulis dalam kondisi kesehatan yang tidak baik, gadis kecil ini mengalami kerusakan saraf otak yang menggangu aktivitas motoriknya, sehingga Yasmin kesusahan dalam melafalkan kata. Yasmin sempat menceritakan proses kreatifnya dalam menulis buku ini, “Di buku ini aku ceritain pengalaman aku waktu sekolah Montesori. Tiap hari dijemput sama bus sekolah. Dan waktu liburan sempet berkunjung ke Jerman dan Prancis,” tuturnya.


Sementara itu Wanda Hamidah menjelaskan bahwa Yasmin adalah contoh anak Indonesia yang mampu mengembangkan talentanya sejak dini. Ketika diminta pendapatnya mengenai Yasmin yang sudah menelurkan 3 buku saat usianya masih tigabelas tahun, Wanda berujar bahwa orangtua harus mendukung anak-anaknya dalam mengembangkan talenta yang mereka punya dengan cara berkomunikasi dengan baik. “Orangtua harus sering ngobrol dengan anak-anaknya, melatih mereka berbicara dan mengekspresikan perasaan dengan cara yang positif. Ketika anak-anak sudah nyaman bercerita, Insya Allah mereka akan menuliskannya,” imbuh Wanda di akhir acara. (Chogah/ ft. Chogah)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »