Jangan ‘salah kamar’ dalam mengirim karya

10.41


Serang, Banten Muda – Managing editor Story Teenlit Magazine, Reni Erina meramaikan salah satu rangkaian acara bedah buku mingguan yang diselenggarakan oleh Rumah Dunia (17/2).
            Pada kesempatan itu, Bunda Erin, begitu dia disapa, mengungkapkan proses kreatif kedua novel tulisannya yang terbit tahun lalu berjudul Dua Album Dangdut & Sekotak Coklat dan Maurin. Ibu dari dua anak ini menceritakan bahwa tokoh-tokoh dalam novelnya terinspirasi dari orang-orang terdekat.
“Dalam menulis Maurin, aku merefleksikan orang-orang terdekat aku di sana. Seperti Maurin, seorang guru yang cerdas, cantik, dan up to date merupakan cerminan dari dari aku sendiri,” ujar Bunda Erin sembari tersenyum. “Maurin sendiri merupakan pengalaman aku sendiri selama menjadi pemateri pelatihan menulis yang aku tuangkan dalam bentuk fiksi, jadi karakter tokoh yang aku tulis di sana benar-benar aku temuin,” tambahnya.
            Kepada peserta yang hadir, perempuan penggila coklat ini juga membeberkan beberapa tips menulis di media. Bunda Erin mengatakan, penulis pemula sering ‘salah kamar’ dalam mengirimkan karya mereka ke media, sehingga tidak dimuat. “Seharusnya penulis mengenal lebih dulu warna media yang ingin dituju dengan membaca minimal tiga edisi terakhir. Jangan sampai mengirimkan cerpen teenlit ke majalah wanita dewasa, mau menunggu sampai kapanpun itu nggak akan dimuat,” terangnya di sela acara.
            Selain mengenal warna dan karakter media, Bunda Erin juga menambahkan beberapa tips bagaiamana agar cerpen bisa menembus media di antaranya membuat judul yang menarik, lay out naskah yang rapi, dont push redaktur, dan menjaga etika kepenulisan. (Chogah/ ft. Chogah)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »