MAN 2 Kota Serang Gelar Pandawa Expo 21

08.19
Serang, Banten Muda – Bertempat di lapangan MAN 2 Kota Serang, Rabu (27/2) warga MAN 2 Kota Serang merayakan milad madrasah mereka yang ke 23. Dalam sambutannya, kepala sekolah MAN 2 Kota Serang, Dra. Hj. Aida mengulas singkat sejarah madrasah yang telah melahirkan beberapa orang penting di Provisi Banten ini. Hj. Aida menjelaskan bahwa MAN 2 Kota Serang merupakan embrio dari PGAN Serang yang dialihfungsikan menjadi Madrasah Aliyah dibawah naungan Kementrian Agama tahun 1990 silam. “Di usianya yang ke 23 tahun ini, dengan lulusan ke 21, MAN 2 Kota Serang tengah berada di usia produktif. Kita semua berharap madrasah ini konsisten mencetak generasi berkualitas, bermanfaat bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan agama tercinta,” tutur Hj. Aida.

Dalam perhelatan yang bertajuk Pandawa Expo 21 ini turut hadir sejumlah pejabat Kementrian Agama di antaranya Kepala Kementrian Agama Kota Serang Drs. Mahmudi, M.Si., Kabid. Pendidikan Madrasah Provinsi Banten yang diwakili oleh Kepala Mapenda Provinsi Banten Drs. Ubik Baihaki, M.Pd. “Milad bearti sebuah peringatan, mengingatkan kita untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan-tantangan yang semakin kompleks dan rumit di masa mendatang. Salah satunya adalah tantangan untuk menghadapi UN yang sistemnya direncanakan berbeda dengan UN sebelumnya,” ujar Ubik dalam sambutannya.

Ketika ditemui Banten Muda, ketua pelaksana peringatan milad MAN 2 Kota Serang tahun ini, Hasbi menceritakan bahwa hari ini merupakan puncak dari acara Pandawa Expo. Bersama 60 orang dalam tim panitia, Hasbi dan teman-teman telah berhasil memeriahkan milad sekolah mereka dengan menggelar turnament volley ball dan Pesta Sains untuk tingkat SMP/Mts se-Provinsi Banten dari 22 Februari lalu. “Alhamdulillah, bersyukur banget diberi kepercayaan sebagai ketua pelaksana untuk event besar MAN 2 ini. Akhirnya hari ini semua kerja keras bersama teman-teman terbalas sudah,” ungkap pelajar yang tengah duduk di bangku kelas XI IPA 3 ini. 

Milad ke 23 MAN 2 Kota Serang juga dimeriahkan oleh penampilan bakat siswa seperti shalawat, band, penampilan drama Putri Salju dari ekskul Speaking, juga perlombaan stand terbaik dari 29 kelas yang memperagakan kreativitas kelas mereka. 

Berikut adalah daftar juara turnament volly ball dan Pesta Sains dalam rangka pengingatan milad ke 23 MAN 2 Kota Serang: Volly Putra: Juara 1 dari SMPN Bojonegara, juara 2 SMPN 12 Kota Serang, dan juara 3 MTSN Padarincang. Volly Putri: Juara 1 dari SMPN 14 Kota Serang A, juara 2 SMPN 14 Kota Serang B, dan juara 3 dari SMPN 1 Anyer. Sedangkan untuk Pesta Sains, juara 1 diraih oleh SMPN 1 Cilegon A, juara 2 dari SMPN 1 Cilegon B, dan juara 3 dari MTSN Model Pandeglang. (Chogah/ ft. Chogah)









Kecamatan Serang Gelar Lomba Kreativitas Siswa Sekolah Dasar

14.04

Serang, Banten Muda – Kecamatan Kota Serang menggelar Lomba Kreatifitas Siswa Sekolah Dasar yang dilaksanakan mulai 25 Februari hingga 2 Maret mendatang. Pembukaan kegiatan tersebut bertempat di Alun-Alun Barat Kota Serang hari Senin (25/2). 

Kepada Banten Muda, Hetti Rohayati, S.Pd. mengungkapkan acara tahunan ini rutin dilaksanakan dengan dasar hukum UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang sisdiknas dan PERMENDIKNAS Nomor 39 Tahun 2008 tentang pembinaan siswa. Dikatakannya, tujuan kegiatan ini adalah untuk menyeleksi siswa-siswa terbaik se Kecamatan Serang yang akan berlaga di lomba yang sama di tingkat Kota Serang nanti. “Kita berharap semoga Kecamatan Serang bisa juara umum di tingkat Kota Serang dan sampai ke tingkat nasional, seperti tahun lalu Kecamatan Serang mewakili Banten untuk cabang bulutangkis di tingkat nasional,” ujar Hetti ketika ditanya target yang ingin dicapai Kecamatan Serang dalam Lomba Kreativitas Siswa Sekolah Dasar tahun ini.

Kegiatan Lomba Kreatifitas Siswa Sekolah Dasar ini diikuti oleh sekitar 1.400 peserta dari 80 Sekolah Dasar dan 12 Gugus se Kecamatan Serang. Adapun cabang perlombaan yang diadakan meliputi FLS2N, OSN, O2SN, LKPC, LCSP, guru dan kepala berprestasi. Cabang-cabang olahraga seperti volly, sepak bola, dan atletik menjadi cabang unggulan Kecamatan Serang yang berpeluang juara di tingkat Kota Serang nanti. 
Ketua Forum Komunikasi Gugus Sekolah, Nana Supriyatna, S.Pd. yang hadir di acara pembukaan mengatakan bahwa Kecamatan serang telah mempersiapkan diri selama satu tahun untuk lomba ini. “Kami mendatangkan pelatih-pelatih unggul serta menganjurkan latihan yang rutin kepada para siswa yang akan memakili sekolah mereka dalam lomba ini,” imbuhnya.

Acara membukaan yang berlangsung hari ini (Senin, 25/2/13) berlangsung meriah dengan penampilan tari tradisional khas Banten, silat, marching band, dan marawis dari siswa SD se Kecamatan Serang. (Chogah/ ft. Chogah)

NOAH Bebaskan Xpresi Masyarakat Kota Serang

13.57



Serang, Banten Muda – Setelah sempat terganggu oleh kericuhan sejumlah penonton, Taman Rekreasi Wulandira menjadi saksi histeria ribuan penonton menyambut aksi panggung grup band NOAH pada hari Minggu (24/2) yang lalu. Mereka rela menunggu dan berdesak-desakan sejak siang hari demi melihat Aril dan kawan-kawan yang akan tampil pada pukul 20.00 Wib. 

Seolah tidak ingin mengecewakan penggemarnya, NOAH menggebrak dengan lagu-lagu hits mereka. Penonton langsung hanyut oleh kharisma sang vokalis dengan mengikuti setiap lirik lagu yang dinyanyikan. Suaranya bagaikan paduan suara ribuan orang membelah keheningan malam. 

Kepada Banten Muda, Asni Juita, VP Regional XL Jabodetabek mengungkapkan bahwa konser yang di selenggarakan oleh PT XL Axiata ini terbilang sukses karena selain terpilih sebagai kota pertama dari rangkaian gelaran konser NOAH bersama XL di beberapa kota besar di Indonesia, konser ini juga mampu menyedot ribuan pengguna XL untuk datang bersama-sama menyaksikan acara ini. “Konser ini secara khusus kami persembahkan kepada para pelanggan XL yang selama ini setia menggunakan layanan kami,” katanya. . (Chogah/ ft. Chogah)

WFP DAN SANDBOX GLOBAL BEKERJA SAMA MEMERANGI KELAPARAN MELALUI DUNIA DIGITAL

07.51

Penikmat game online dan pengikut dunia tren fashion saat ini memiliki cara baru untuk mendukung Badan Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (the United Nations World Food Programme/WFP) dalam mendukung operasi bantuan pangan kemanusiaan di Suriah, hal tersebut dimungkinkan melalui Aplikasi Permainan Facebook yang bernama Stylista (https://apps.facebook.com/stylista). Stylista merupakan game online garapan Sandbox Global, sebuah perusahaan game digital yang berbasis di Bangkok, Thailand.

"Stylista adalah aplikasi permainan Facebook pertama yang mendukung operasi tanggap darurat WFP di Suriah," kata Jay Aldous, Direktur WFP Global Private Partnership. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan Sandbox Global dan semua jaringan pemain game online Stylista atas kontribusinya mendukung upaya kemanusiaan WFP."

Pemain game online Stylista di seluruh dunia dapat berkontribusi bagi operasi kemanusiaan WFP di Suriah dengan membeli barang-barang virtual seperti t-shirt dan tas yang tersedia dalam edisi terbatas sebagai bagian dari permainan tersebut. WFP saat ini tengah meningkatkan skala bantuan pangan kemanusiaan di Suriah bagi 2,5 juta orang penerima bantuan pangan dalam beberapa bulan mendatang.

Stylista - sekarang dimainkan oleh setidaknya satu juta gamer online di seluruh dunia setiap bulan - memungkinkan pemain untuk melakukan kunjungan virtual ke outlet fashion terkenal di seluruh dunia, membeli koleksi tren fashion terbaru, dan menyesuaikan avatar mereka sendiri. Pemain game online Stylista yang mendukung WFP akan mendapatkan fitur permainan istimewa sebagai imbalan atas kontribusi mereka.

"Kami merasa terhormat dan senang bisa bekerja sama dengan WFP dalam upaya mereka menyediakan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik di Suriah," kata Ferdinand Gutierrez, pendiri Sandbox Global. "Unsur terbaru dalam game online Stylista, membuat isu kelaparan jauh lebih nyata bagi pemain kami, dan memungkinkan mereka untuk lebih berperan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan."

Fase kedua kemitraan WFP dengan Stylista, yang akan dimulai pada bulan Maret, didedikasikan untuk mendukung program Kesehatan dan Gizi Ibu dan Anak WFP (Mother and Child Health and Nutrition) dan program Penyediaan Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (WFP school meals) di Asia. Saat ini Sandbox tengah mengembangkan avatar Stylista dalam rupa Duta Nasional WFP dalam Melawan Kelaparan di Filipina, KC Concepcion, ikon fashion negara Filipina,.

Dalam fase kedua tersebut, Stylista akan mengikutsertakan barang-barang virtual yang dapat dibeli serta pilihan baru bagi pemain untuk meningkatkan tingkat keberhasilan permainan dengan terlibat dalam aksi perjuangan melawan kelaparan. Pemain juga dapat menyumbangkan Stylista game cash / mata uang virtual, yang tersedia untuk pembelian aktual. Selain barang-barang virtual, penghargaan dan insentif dibeli secara online, semua pemain yang memberikan kontribusi akan menerima email berisikan pernyataan trima kasih dari Sandbox dan WFP.

#                              #                                 #

WFP merupakan lembaga kemanusiaan terbesar di dunia dengan misi memerangi kelaparan di seluruh dunia. Setiap tahun, rata-rata, WFP membantu lebih dari 90 juta orang, di lebih dari 70 negara.
Sekadar Pembacaan atas (Hampir) Raperda Kota Serang

Sekadar Pembacaan atas (Hampir) Raperda Kota Serang

15.59


Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.
—Koentjaraningrat—

SERANG—Koentjaraningrat pernah menulis Pengantar Ilmu Antropologi berpuluh tahun yang lalu. Di dalamnya, sebuah definisi tentang kebudayaan termuat dan kemudian menjadi titik tolak penjabaran unsur-unsur kebudayaan. Tetapi, tidak semua orang bersedia mengingat definisi sesuatu di dalam buku, termasuk definisi budaya hasil pemikiran Bapak Antropologi kita itu.
            Raperda Kota Serang tentang Pembinaan dan Pengembangan Budaya Daerah, yang dipublikasikan Radar Banten pada 19 Februari 2013, menunjukkan indikasi bahwa penyusun Raperda tersebut adalah orang-orang yang termasuk ‘tidak mengingat’ definisi budaya. Persoalan itulah yang menjadi materi diskusi Banten Muda Community pada Rabu, 20 Februari 2013 di sekretariat Banten Muda Community.
            Diskusi yang dimulai pada pukul 20.00 WIB dan dihadiri sekitar dua puluh lima orang yang berasal dari akademisi dan mahasiswa itu bertolak dari pembacaan masing-masing peserta terhadap Raperda tersebut dan urun rembug yang disusun Ali Faisal. Lewat tulisan ini, penulis mencoba merangkum argumen-argumen yang keluar dan berkembang dalam diskusi yang bersahabat itu.
            Pada awalnya, Ali Faisal mencoba menyambung prolog yang disampaikan oleh moderator (Mahdiduri) dengan presentasi urun rembug-nya. Ia menyampaikan bahwa Raperda Kota Serang memuat beberapa kesalahan, dari yang mulai bersifat kebahasaan, susunan logika pasal per pasal, sampai kemiripan (untuk tidak mengatakan ‘sama persis’) antara beberapa ayat dalam Raperda Kota Serang dengan beberapa bagian Undang-undang No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Tetapi, Ali Faisal lebih menekankan pada ‘kerdil’-nya pemahaman budaya dalam Raperda Kota Serang tersebut.
            ‘Kerdil’-nya pemahaman budaya yang dimaksud Ali Faisal bisa dilihat dari bagaimana Raperda Kota Serang tentang Pembinaan dan Pengembangan Budaya Daerah itu justru lebih banyak, bahkan hampir keseluruhan, berisi aturan-aturan mengenai cagar budaya dan kesenian yang bersifat fisikal. Hal-hal lain yang bersifat immateriil seperti bahasa, keyakinan, akal budi, pemikiran, sistem religi, dan kebiasaan tidak dimuat banyak. Tentu berbeda antara cagar budaya, tari, musik, rumah adat, dan pakaian adat yang notabene adalah produk budaya yang bersifat materiil dengan budaya itu sendiri secara keseluruhan.
            Dasar yang kerdil itulah yang kemudian berdampak logis pada ayat-ayat di dalam pasal tersebut. Sudah tentu, bentuk muatan lokal yang direncanakan untuk masuk ke dalam kurikulum sekolah dasar adalah juga hal-hal yang bersifat fisik. Bahkan, upaya pengembangan, pembinaan, dan memperkenalkan budaya Kota Serang secara jelas difokuskan hanya pada perayaan ulang tahun Kota Serang. Dengan kalimat lain, Raperda Kota Serang tentang Pembinaan dan Pengembangan Budaya Daerah tersebut murni menyoal hanya bagian kecil dari kebudayaan.
            Lalu, diskusi dihadapkan pada dua kemungkinan simpulan terkait Raperda tersebut; jika memang Raperda itu diniatkan untuk mengatur kebudayaan, maka kekeliruan seperti yang sudah dipaparkan di atas adalah benar; namun jika Raperda itu memang dimaksudkan untuk cagar budaya—tetapi karena ketidakpahaman pembuat Raperda tersebut maka dipakailah kata ‘budaya’ yang abstrak dan kompleks itu. Maka, diskusi ini menawarkan dua hal. Pertama, Raperda Kota Serang tentang Pembinaan dan Pengembangan Budaya Daerah ini harus berangkat dari pemahaman budaya yang menyeluruh sekaligus mendalam kalau memang diniatkan untuk mengatur Pembinaan dan Pengembangan Budaya Daerah; atau kedua, Raperda diubah menjadi hanya tentang cagar budaya saja, meski kemudian masih dibutuhkan beberapa revisi redaksional dan pelengkapan ayat seperti yang terkait penggalian, pendataan cagar budaya, serta penjelasan di bagian ‘juru pelihara’ dan ‘polisi khusus’ pada bab pelestarian, juga register.
            Demikianlah, diskusi Banten Muda Community berlangsung. Sebenarnya, ada beberapa hal lain yang disampaikan oleh peserta diskusi, antara lain tentang penetapan budaya kesultanan Banten sebagai jati diri masyarakat Banten, penyebutan peninggalan kesultanan Banten yang berulang kali dan orientasinya yang tampak menilik keadaan pengelolaan peninggalan kesultanan Banten yang dipegang oleh pihak keturunan, serta indikasi lain yaitu Raperda ini dibuat tanpa pengkajian dan penelitian yang mendalam, bahkan cenderung menjadi ‘paste’ atas ‘copy’ beberapa teks aturan-aturan lain yang pernah ada sebelumnya.
            Akhirnya, Raperda ini tetap menjadi semacam transformasi dari niat baik yang terbesit di kepala dan hati pembuatnya terkait Banten, meski penulis tiba-tiba teringat potongan sajak seorang penyair, W.S. Rendra: “…niat baik saudara berpihak yang mana?” (Na Lesmana)

PESTA - "SEHARI SEBELUM KAU PERGI"

09.08


Setelah tiga tahun PESTA bernaung di bawah Nagaswara, November 2010 PESTA mengeluarkan single yang bernuansa Melayu "Aku Dengar Aku Tahu" sebagai single pertama mereka, Single ini sempat meramaikan chart radio se Indonesia, di susul special song “Ode PSSI (Gila Bola)”, sebuah single yanğ dibuat untuk menyemangati persepakbolaan Indonesia dan khusus untuk memberikan support kepada PSSI yang sedang kisruh.

Single ketiga menyusul pada pertengahan tahun 2011 dengan judul “Lirih” yang juga mampu menembus chart radio di indonesia serta negara tetangga Malaysia. Bulan Ramadhan 2012 PESTA ikut andil dalam album "Bulan Penuh Berkah" sebuah kompilasi religi produksi  Nagaswara bersama beberapa artis papan atas seperti Wali, Zivilia, Merpati dll dengan single “ALLAH Selalu Ada”.

Kali ini PESTA dipercaya untuk merampungkan album perdana mereka. Namun walau ada sedikit pergantian personil PESTA  mampu memberikan bukti bahwa band ini memiliki sesuatu yang luar biasa.  Ipay (vocal), Rivo (guitar), Fachrul (guitar), Djipeng (bass), dan Fandy (drum), mampu mengembalikan PESTA ke jalur musik yang sejak awal di usung  yakni Britpop. Ada 9 lagu dalam album yang masih dalam proses perampungan. Namun semua materi dalam album perdana tersebut, dapat diwakili oleh single mereka yang dipilih berdasarkan hearing dengan beberapa pengamat musik .

"Sehari Sebelum Kau Pergi " (Cipt Ipay & djipeng), demikian judul lagu yang angkat sebagai single pertama dialbum ini bernuansa Dirt Brit Pop, sebuah lagu yang masih bertemakan cinta dengen notasi yang unik dan tidak biasa, single ini sangat bernuansa Brit pop. PESTA mengemasnya dengan beat yang mampu mengajak pendengar untuk bergoyang.

“Sekalipun sedih kita sedang, namun harus bisa membuat untuk tetap ceria dan bisa menikmati musik, itulah intinya musik dan lagu sebagai sebuah media penghibur, menghadirkan sebuah kecerian,“ kata Ipay, vokalis yang menjadi motor penggerak band ini. Ipay sebelumnya dikenal sebagai pencipta lagu "Cinderella" yang dibawakan oleh group band Radja.

“Berharap single ini mampu menembus seluruh kalangan masyarakat penikmat musikdan menjadi locomotive kembalinya PESTA ke warna musik sebenarnya dan semoga dapat diterima oleh pencinta musik Indonesia dimanapun berada, baik di indonesia maupun mancanegara,” tambah Ipay lagi.

***

Care to Cure Charity Concernt, Peduli Anak-anak Penderita Kanker

11.06



Oleh: Setiawan Chogah


 Saya sungguh bersyukur bisa hadir dalam acara konser amal Care to Cure Charity Concernt yang diselenggarakan Yayasan Anyo Indonesia di XXI Ballroom, Djakarta Theatre, 15 Februari 2013 lalu. Acara yang digagas untuk mengumpulkan dana pendirian One Day Care Clinic dan rumah singgah sementara bagi anak-anak penderita kanker itu dihadiri oleh sejumlah selebritas yang peduli kanker anak seperti Cherrybelle, Coboy Junior, Jflow, Alika, Alya Rohali, Amel Carla, dan beberapa publik figur lainnya.

Yayasan Anyo Indonesia (YAI) merupakan rumah singgah yang didirikan oleh Sabar Manullang bagi anak-anak penderita kanker yang dapat ditempati oleh para penderita selama perawatan, baik rawat inap maupun rawat jalan. YAI hadir dengan visi menggandeng semua pihak yang peduli akan penyakit kanker di Indonesia, terutama untuk menolong anak-anak penderita kanker dari keluarga pra-sejahtera.

Selama acara berlangsung, saya terpaku bahkan merasa malu ketika menyaksikan anak-anak penderita kanker itu begitu bersemangat dalam menjalani hidup. Di tengah kondisi kesehatan yang tidak mendukung, mereka tetap tersenyum dan terus berkarya. Sementara saya yang sehat secara jasmani sering mengeluh dengan permasalahan-permasalahan hidup yang sebenarnya tidak sebanding dengan penderitaan mereka. 

Karena terharu, diam-diam dan tanpa disadari saya meneteskan air mata di kursi penonton. Betapa, salah seorang anak penderita kanker dengan kondisi mata pasca-operasi, menampilkan bakatnya dengan membawakan lagu karangan Ibu Sud dengan penuh semangat sambil terus tersenyum. Adik kecil itu begitu lembut menyentil saya, namun begitu terasa dan berbekas. Saya jadi tersadar bahwa Tuhan begitu adil, dan begitu cerdik dalam memprogram kehidupan ciptaan-Nya.

Acara konser amal tersebut ditutup dengan melelang barang-barang milik para publik figur, di antaranya coats Daniel Mananta, gendang dan jam tangan personel Alexa, kaos lari Sandiaga S. Uno, dress Inesh ‘Putri Indonesia 2012’, dan lain sebagainya. 
Bagi Anda yang sehat dan dilimpahi rezeki berlebih dari Tuhan dan ingin berbagi dengan anak-anak penderita kanker di YAI tersebut, bisa menghubungi nomor telepon +62215346529. atau datang ke alamat YAI di jalan Anggrek Nelli Murni, Blok A 110 Slipi, Jakarta Barat. [BieM]