Pelajar dan Mahasiswa Peduli Pendidikan

09.34


Pandeglang, Banten Muda. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Masih banyak anak-anak bangsa yang tidak dapat menikmati dunia pendidikan secara menyeluruh. Misalnya, sekolah dan bimbingan belajar. Semua itu dapat disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya minimnya kemampuan ekonomi, kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas, serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk masa depan.
Berlandaskan atas rasa kepedulian terhadap dunia pendidikan di Kab. Pandeglang, gabungan pelajar dan Mahasiswa, gelar penggalangan dana dalam rangka pembentukan Taman Belajar Anak Pandeglang (TBAP),  Minggu(1/12/13), di sekitar alun-alun Pandeglang. Dana yang didapatkan dari hasil penggalangan tersebut, akan digunakan untuk melengkapi semua fasilitas peserta didik TBAP, sepeti buku tulis, buku bacaan, pensil, pulpen, dan berbagai fasilitas lainnya.

Abu Rizal syifa, selaku ketua program TBAP, sekaligus anggota Banten Muda Community, dan Mahasiswa  di STIE Bina Bangsa Banten mengatakan Taman Belajar Anak Pandeglang adalah program yang diusung oleh berbagai organsasi baik dirana kabupaten maupun provinsi, diantaranya: Banten Muda Community, Parlemen Muda Banten, Forum OSIS Banten, Forum OSIS Kabupaten Pandeglang, dan Forum Anak Pandeglang. Taman Belajar Anak Pandeglang dibentuk dengan harapan dapat menjadi salah satu perangkat kelengkapan pendidikan Indonesia guna meningkatkan kecerdasan, keterampilan, daya nalar dan pemikiran anak-anak bangsa yang berlandaskan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat mempertinggi budi pekerti dan meningkatkan semangat belajar menuju perubahan yang lebih baik. Dalam salah satu sistemnya, Taman Belajar Anak Pandeglang memilih satu daerah di Kabupaten Pandeglang dalam periode satu tahun, kemudian ditahun berikutnya berpindah ke daerah lain yang dianggap sangat membutuhkan kehadiran Taman Belajar Anak Pandeglang. Ditahun yang pertama ini, TBAP akan berada di Kp. Cigintung, Ds. Sukmanah, Kec. Kaduhejo-Pandeglang. Peserta didik TBAP sendiri, adalah para anak-anak yang ada di KP. Cigintung. Tidak hanya itu, kami juga berencana, akan membentuk Taman Belajar di setiap Kecamatan, yang nantinya, taman belajar itu akan dikelola oleh Pengurus-pengurus Organisasi Ekstrakurikuler (Ekskul) Sekolah Menengah Atas yang berada di daerah Kecamatan tersebut.

Adapun pembelajaran yang dapat dinikmati oleh peserta didik di TBAP, adalah pembelajaran yang mengandung unsur ilmiah/ ilmu pengetahuan umum, kesenian, dan agamis. Tentunya dengan metode belajar, bermain, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Staf pengajar/ pendidik di Taman Belajar Anak Pandeglang adalah para relawan yang berasal dari siswa-siswi Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA/ SMK/ MA ), mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi di Banten, serta masyarakat umum Kabupaten Pandeglang yang berminat dan peduli dengan pendidikan anak-anak di Kabupaten Pandeglang. Tidak hanya itu, di dalam Taman belajar akan terdapat taman baca tidak hanya akan dimanfaatkan oleh anak-anak peserta didik, tetapi oleh semua masyarakat yang berada di sekitar Taman Belajar Anak Pandeglang.
Saat ini, TBAP masih sangat membutuhkan relawan-relawan untuk menjadi staf pengajar, tidak hanya itu, bantuan dan partispasi dari berbagai pihak pun sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini. ***


Membangun Semangat Mahasiswa Melalui Seminar

20.04


Serang, Banten Muda— Bertempat di Gedung Aula Prof. K. H. Syadeli Hasan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanudin” (SMH) Banten, gelar seminar inspiratif, Rabu (20/11). Kegiatan ini khusus untuk membangun semangat para mahasiswa/i IAIN “SMH” Banten. 

Kegiatan yang bertema: Eksistensi Pemuda dalam Pembangunan, disampaikan oleh Herman Hidayat, staf ahli bidang investasi dan sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dengan ini mewakili Dahlan Iskan, menteri BUMN, yang tidak dapat hadir untuk menjadi pembicara pada kegiatan ini.


Sebagai pembicara, Herman hidayat berpesan kepada seluruh peserta seminar, untuk terus belajar, bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu, dan tetap semangat, demi meraih semua impian yang ada.

Kegiatan ini adalah sarana untuk membangun semangat dan motivasi mahasiswa/i, agar dapat terus mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki, ujar Nurdin selaku ketua pelaksana.

Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN “SMH” Banten, H. Utang Ranuwijaya berharap, semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa/i tersadar, bahwa merekalah pemuda/i yang mempunyai tanggung jawab besar atas pembangunan bangsa indonesia, sehingga dapat memacu mereka, untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas diri, demi mewujudkan masa depan yang gemilang. (AR. Syifa)


FUDA EXPO 2013 IAIN SMH Banten

09.50



Serang, Banten Muda— Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Fakultas Ushuludin, dakwah, dan adab (FUDA), Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) FUDA Institut Agama Islam Negeri (IAIN) “Sultan Maulana Hasanudin” (SMH) Banten, gelar FUDA EXPO 2013, Selasa (19/2013), bertempat dilingkungan Kampus IAIN SMH Banten. Kegiatan ini, telah berlangsung  sejak, senin (18/11), dan akan terus dilaksanakan sampai dengan, kamis (21/11).

Kegiatan FUDA EXPO, berbentuk Perlombaan. Perlombaan yang para pesertanya berasal dari kaum pelajar, dan mahasiswa, dengan ruang lingkup Se-Povinsi  Banten. Adapun rangkaian perlombaan pada kegiatan ini, terdiri dari lomba menulis artikel,desain koran dan berita, membaca dan memahami kitab kuning, syahril Qur’an, tahfidz Qur’an, debat bahasa arab, pop solo islami, al-qiram, marhaban, yalil, dan marawis. Tidak hanya itu, bazar buku murah juga, berhasil menarik perhatian para peserta dan mahasiswa IAIN SMH Banten.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan tali persatuan dan  silaturahmi, antar pelajar dan mahasiswa, agar ke depannya, dapat bersinergi untuk terus memperjuangkan dan mendakwahkan agama Islam, demi perubahan yang lebih baik untuk bangsa,” ujar Ahmad Fadhilatul Khudur, Gubernur FUDA IAIN SMH Banten.

Ahmad juga berharap, semoga selepas kegiatan ini para peserta perlombaan, tidak berhenti untuk terus berkreasi dan meningkatkan kualiatas diri. (AR. Syifa)

Mubes Wapala Tapak Guriang

17.56



Serang, Bantenmuda (17/11/2013) - Semarak dan meriah itulah yang patut disandangkan dalam gebyar acara musyawarah besar (mubes) Wapala Tapak Guriang (WTG) SMAN 1 Ciruas, acara yang beragendakan pemilihan Ketua Umum Baru (Ketumbar) masa bakti 2013/2014 tersebut disambung dengan berbagai kegiatan lainnya diantaranya pembuatan program kerja yang disuport langsung oleh puluhan alumni yang berasal dari hampir seluruh angkatan, pada Minggu, 17 November 2013.

Organisasi yang lahir pada tahun 1986 silam ini pun di dukung penuh oleh Kepala SMAN 1 Ciruas, H. Moh. Najih.

Dalam sambutannya H. Moh. Najih mengungkapkan pihaknya mendukung penuh kegiatan kepecintaalaman yang digagas organisasi yang pernah tersohor di jagat Banten tersebut. Dirinya berharap kedepan anggota beserta keluarga besar dapat menghidupkan kembali kejayaan WTG yang sudah dua tahun redup. "Saya sebagai Kepala sekolah, amat berharap peran keluarga besar WTG yang juga alumni SMAN 1 Ciruas," kata Moh. Najih yang juga Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah Se Kabupaten Serang tersebut.

Najih juga menekankan pentingnya pematangan materi terhadap anggota WTG agar kedepan dapat berprestasi di berbagai bidang, khususnya di bidang kepecinta alaman dan perkembangannya. "Tentunya dengan suport alumni, WTG akan bangkit dan mendapatkan apa yang dicita-citakan," pungkasnya.

Pada bagian lain, Kordinator Ikatan Keluarga Besar WTG, Boy Hasbibulloh mengungkapkan dirinya bersama rekan-rekan alumni lainnya, akan selalu mensuport anggota yang masih aktif di sekolah. "Apapun kebutuhan teman-teman di sekolah dan alhamdulilah hari ini pun puluhan alumni hadir untuk mensuport teman-teman di sekolah," ujarnya.

Dalam acara ini pun digelar bancakan khas WTG dan pemberian materi di berbagai bidang kepecinta alaman.(LLJ)

Banten Muda Community Gelar Talk Show Menulis

14.35


Serang,,Bantenmuda ( 17/11/2013) – Lebih dari 150 remaja dari berbagai sekolah setingkat sekolah lanjutan tingkat pertama dan atas mengikuti talk  show  “Yuk Menulis” di Aula Serba Guna SMAN 1 Ciruas, Serang, Minggu (17/11/2013). Dalam acara yang diselengarakan Banten Muda Community tersebut, mereka nampak antusias berinteraksi dengan para pemateri.

Kegiatan Talk Show yang digelar satu hari ini menyajikan sejumlah materi yakni, teknik menulis cerpen, artikel, dan berita. Pemateri yang menyampaikan cara menulis cerpen adalah Niduparas Erlang, untuk artikel Fikri Habibi,dan pemateri pada teknik menulis berita adalah Rizal Fauzi. Sementara selaku host Boyke Pribadi.

Materi-materi tersebut disampaikan para narasumber dengan gaya penyampaian yang santai. Sehingga nampak tak ada ketegangan di wajah para peserta.

Kepala SMAN 1 Ciruas Mohamad Najih, saat membuka talk show, meminta para peserta untuk dapat memetik manfaat dari pembekalan jurnalisme dan menulis ini. 

"Kami berharap para remaja dapat menyalurkan minat dan bakatnya dalam hal menulis serta mempublikasikannya melalui banyak media," katanya. 

Ia juga mengatakan, diharapkan setelah menguasai tentang penulisan, para peserta bisa menulis di media dan tidak melupakan etika. ”Jadi penulis juga harus mempunyai etika,”  jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Banten Muda Community, Irvan Hq mengungkapkan,kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan supaya para pelajar bisa menuliskan apa yang ada di benakanya. “Sebab selama ini kebanyakan mempunyai kendala untuk menuangkan ide-idenya ke dalam tulisan. Diharapkan dari kegiatan ini mereka bisa menulis,entah itu berita,artikel atau cerpen,” katanya.

Irvan juga menegaskan, dengan adanya kegiatan workshop menulis, diharapkan para pelajar bisa menyalurkan ide-idenya melalui berbagai media yang banyak didapati sekarang ini.”Seperti tabloid, mading,media  online  dan lain-lain,” kata Irvan.

Niduparas Erlang,saat menyampaikan materinya mengatakan, untuk memulai sebuah tulisan biasanya memang berangkat dari ide. Atau berangkat dari konsep yang abstrak yang menggelitik di kepala. Dan ide itu tidak harus ditunggu,sebab ide juga bisa  dari berbagai pengalaman.

“Ide menulis itu bisa datang dari pengalaman pribadi,pengalaman orang lain, dari media massa,atau bisa melihat di sekeliling kita,” kata Niduparas.

Sedangkan, Fikri Habibi mengatakan, dalam menulis artikel jangan dulu berpikiran tulisannya akan best seller.” Jangan pernah berfikir untuk best seller, marilah menulis untuk sejarah kita. Tulis dengan sekreatif mungkin. Jika kita terus menulis dengan kreatif dan tak kenal lelah, maka tulisan kita akan berharga mahal,” terangnya.

Fikri juga mengatakan, dengan menulis, selain bisa menyalurkan ide-ide dalam kepala,juga bisa menghasilkan materi.

Rizal Fauzi, pemateri yang berprofesi sebagai wartawan mengatakan, penguasaan dasar-dasar jurnalistik merupakan modal yang amat penting saat terjun di dunia jurnalistik.
“Karena media tak lagi sebatas penyampai informasi  yang aktual kepada masyarakat. Tapi media juga mempunyai tanggung jawab yang berat dalam menampilkan fakta-fakta untuk selalu bertindak objektip dalam setiap pemberitaannya,”kata Rizal. (LLJ)

Tingkatkan Rasa Cinta Kepada Islam Melalui Manasik Haji

08.02



Serang, Banten Muda— Bertempat di Alun-alun Barat Kota Serang, Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Serang, bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Serang, gelar Pelatihan Manasik Haji, Sabtu (09/11).  Kegiatan yang memang sudah menjadi rutinitas setiap tahun ini, diikuti oleh seluruh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) Se-Kabupaten Serang.

Pada kegiatan tersebut, para peserta pelatihan manasik haji yang terdiri dari siswa-siswi anak usia dini dilatih untuk dapat mempraktikkan tahapan-tahapan dalam ibadah haji. Mulai dari cara memakai pakaian haji atau ihram, wukuf di Arafah, melempar jumrah, tawaf, dan sai. 

Kegiatan yang bertujuan untuk melatih dan memperagakan semua proses dalam ibadah haji ini, berhasil berjalan dengan lancar. Semua itu terbukti dengan antusiasnya para peserta kegiatan dalam mengikuti pelatihan manasik haji. Tidak hanya anak-anak usia dini saja yang dapat menikmati secara langsung manfaat dari kegiatan ini, akan tetapi para orangtua siswa-siswi beserta masyarakat yang berada di sekitar Alun-alun Barat Kota Serang pun dapat merasakannya.

Yuni, selaku ketua pelaksana kegiatan berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, para peserta didik, baik dari PAUD maupun TK, dapat meningkatkan rasa cinta kepada agama islam. Karena, sebenarnya kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud aplikasi kepatuhan daripada rukun islam, tentu saja dengan titik fokus pada rukun islam yang kelima. (AR. Syifa)