BANTEN MUDA AWARD; EVENT SASTRA BERGENGSI DI BANTEN

11.20


Serang – Sebagai salah satu organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan dan kreatifitas, di penghujung tahun 2012 ini, Banten Muda Community (BMC) sukses menggelar malam anugerah Banten Muda Award. Kegiatan yang dilaksanakan  pada Sabtu (15/12) tersebut dihadiri tidak kurang dari 200 orang dari pelbagai elemen masyarakat.
Banten Muda Award merupakan sebuah event lanjutan dari sayembara menulis cerpen tingkat nasional bertema ‘Banten; Suatu Ketika’ yang dilangsungkan selama dua bulan sebelumnya. Menurut Mahdiduri selaku ketua pelaksana, sayembara itu sendiri dibuat untuk mengenalkan Banten secara luas lewat sastra “Lewat sayembara ini, kami berkeinginan kuat untuk menegaskan kembali posisi sastra di Banten ke ranah nasional” tukasnya.
Sementara itu, Irvan Hq selaku ketua BMC mengaku dirinya tidak mengira antusiasme peserta dari luar Banten begitu besar “Kami menerima sekitar 233 naskah dari berbagai daerah. Peserta dari Banten sendiri ada sekitar 100 orang.” Ungkapnya.
Setelah melewati proses penjurian yang digawangi oleh Yanusa Nugroho, Zen Hae dan Iwan Gunadi, terpilih sebagai juara I Guntur Alam dengan cerpen Tiga Penghuni dalam Kepalaku”, Sementara juara II diduduki Oleh Ank Ariandi dengan cerpen "Bebek Panggang Nyai Pohaci" dan Juara III diraih oleh Richa Miskiya dengan cerpen "Perempuan Lesung".
Adapun Aksan Taqwin dengan cerpenKujang MeradangBadri Yunardi dengan cerpenMacan Angob, Fatih Muftih dengan cerpenMercusuar”, Ismawanto dengan cerpenTarian Sang Gurandil”,  Ikal Hidayat Noor dengan cerpenLembur SingkurSkylashtar Maryam dengan cerpenTeluh, Sulfiza Ariska dengan cerpenLarva Waktu”, Sutantinah dengan cerpenTolhuis Jembatan Rante, Teguh Afandi dengan cerpenIni yang Berlabuh”, Uthera Kalimaya dengan cerpenCandiru”,Wi Noya dengan cerpenRabeg”,Winda Az Zahra dengan cerpenCula Karo”terpilih sebagai nominator.
Kepada tiap pemenang diberikan hadiah berupa tropi, uang senilai 2.5 juta bagi juara pertama, 2 juta bagi juara kedua dan 1.5 juta bagi juara ketiga. selain itu, pemenang juga mendapatkan sertifikat dan lima buah buku antologi cerpen sayembara.
Guntur Alam merasa tersanjung dengan event yang digelar pertama kali di Banten ini, baginya, selama ini dirinya mengikuti acara anugerah yang serupa di pelbagai tempat, kemasannya biasa saja. Tetapi kesempatan itu, dirinya disuguhkan pada sesuatu yang lain. "Saya benar-benar takjub dengan rangkaian acara yang "wah". Di luar perkiraan. Terlebih ini untuk merayakan sastra yang mulai tak diperhatikan pemerintah. Semoga ini jadi event tahunan dan akan mampu menunjukkan potensi Banten pada seluruh rakyat Indonesia." pungkasnya.
lain halnya dengan yang diungkapkan kasie kesenian Disbudpar provinsi banten, Tb. Sirodjudin, pihaknya merasa 'kecolongan' dengan event tersebut, karena baginya, kegiatan yang dihelat di Ballroom hotel ratu itu sungguh memberikan penyegaran dalam pelaksanaan sebuah event kreatifitas.Diakhir acara, panitia berkesempatan untuk membagikan beragam doorprize.[ ]



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »