15 Cerpen Terpilih Sebagai Nominator Sayembara Menulis Cerpen Banten Muda Community

09.30

(BieM) – Setelah melewati proses panjang penyeleksian, akhirnya dewan juri sayembara menulis cerpen ‘Banten; Suatu Ketika’ telah menentukan 15 cerpen yang layak menjadi nominator. Zen Hae selaku ketua dewan juri mengatakan bahwa cerpen-cerpen yang terpilih merupakan naskah cerpen yang dapat dikatakan layak sebagai sebuah cerpen yang bulat-utuh dengan menghadirkan “Banten” secara “menyeluruh”.
            “Dari 233 naskah yang kami terima, kami menemukan banyak persoalan mendasar dalam menggarap tema kelokalan. Kebanyakan cerpen menjadikan Banten hanya sekedar setting dari peristiwa, bukan mengangkat peristiwa yang terjadi di Banten.” Tambahnya.
            Berikut 15 nomine yang dianggap cukup mewakili tujuan penyelenggaraan lomba menulis cerpen tersebut. Mereka adalah (urutan sesuai abjad nama penulis):

·         Aksan Taqwin dengan cerpenKujang Meradang” (49)
·         Badri Yunardi dengan cerpenMacan Angob” (6)
·         Fatih Muftih dengan cerpenMercusuar” (29)
·         Guntur Alam dengan cerpen Tiga Penghuni dalam Kepalaku” (38)
·         Ismawanto dengan cerpenTarian Sang Gurandil” (56)
·         Ikal Hidayat Noor dengan cerpenLembur Singkur” (65)
·         Richa Miskiyya dengan cerpenPerempuan Lesung” (78)
·         Skylashtar Maryam dengan cerpenTeluh” (104)
·         Sulfiza Ariska dengan cerpenLarva Waktu” (102)
·         Sutantinah dengan cerpenTolhuis Jembatan Rante” (105)
·         Teguh Afandi dengan cerpenIni yang Berlabuh” (75)
·         Uthera Kalimaya dengan cerpenCandiru” (110)
·         Wi Noya dengan cerpenRabeg” (113)
·         Winda Az Zahra dengan cerpenCula Karo” (112)
·         Yohan Ariandi dengan cerpenBebek Panggang Nyai Pohaci” (114)

             Rencananya, 15 nomine tersebut akan diundang pada Malam Anugerah Banten Muda Award yang akan dihelat di Ballroom Hotel Ratu Bidakara. Irvan Hq selaku ketua Banten Muda Community menjelaskan bahwa penyerahan hadiah akan diberikan oleh gubernur Banten, Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE.
            “Kami buat award ini dalam upaya penghargaan terhadap para penulis muda di Indonesia, sekaligus ingin mengajak para penulis untuk menjadikan local wisdom sebagai tema utama dalam kekaryaan” tegasnya. [ ]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »