Deteksi & Pengobatan Sedini Mungkin Membantu Penyembuhan Penderita Kanker

18.09
Oleh : Iip Syafruddin

Beberapa masalah yang paling sering dihadapi penderita kanker anak dan dewasa adalah sebagian besar pasien datang terlambat karena ketidak-tahuan atau mengabaikan penyakitnya, petugas kesehatan kurang waspada, jauh dari pusat rujukan, masih mencari pengobatan alternative meski sudah di vonis kanker sehingga pengobatan medis terlambat, pusat pengobatan belum seragam dalam melaksanakan terapi dan biayanya yang cukup mahal.

Hal ini disampaikan oleh Prof. dr. Djajadiman Gatot SpA(K), salah satu pembicara pada Seminar Ilmiah Deteksi Kanker Sedini Mungkin pada Anak yang di gelar oleh yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) bekerjasama dengan Rumah sakit Kanker Dharmais, Sabtu (15/9) kemarin.

Seminar Ilmiah Kanker di Dharmais yang dilaksanakan
oleh Yayasan Onkologi Anak Indonesia
Seminar Ilmiah tentang kanker dilaksanakan bertempat di Auditorium RS Dharmais ini juga menghadirkan 5 narasumber yang berkaitan dengan penyakit kanker pada anak, hal ini dilakukan karena pengobatan kanker terutama pada anak, tidak bisa dilaksanakan hanya oleh satu domain pengobatan saja. “banyak faktor yang harus dilakukan oleh pusat pengobatan kanker, komprehensif dan terkait satu sama lain, sehingga pengobatan kanker terutama pada anak tidak setengah-setengah” ujar dokter spesialis kanker di RSCM ini.

Diketahui, ada beberapa jenis kanker yang sering terjadi pada anak, seperti Leukimia Akut, Tumor Otak, Kanker Mata Primer (Retinoblastoma), Kanker Kelenjar Getah Bening (lymphoma), Kanker Kelenjar Adrenal (neuroblastoma), Kanker Ginjal Primer (wilms tumor), Kanker Otot Lurik (rhabdomyosarcoma), dan Kanker Tulang Primer (osteosarkoma). “beberapa jenis kanker ini sudah umum dan sering terjadi pada para pasien anak baik di RSCM maupun di Dharmis ini” lanjutnya.

YOAI selaku pelaksana dari kegiatan seminar ilmiah ini, adalah salah satu organisasi yang mengkhususkan pada anak dengan penyakit kanker. Menurut Retno Tjokrosoeseno, wakil ketua YOAI mengatakan, bahwa YOAI tidak akan pernah bosan untuk melaksanakan kegiatan serupa, sekaligus sebagai agenda kerja-nya. “Visi YOAI salah satunya adalah melaksanakan penyadaran kepada masyarakat, bahwa kanker pada anak bisa disembuhkan, asal terdeteksi sedini mungkin dan secepatnya melakukan pengobatan medis”

Tak Ada Data Pasti

Di Banten, fenomena kanker kemungkinan besar bisa seperti gunug es. Banyak penderita kanker yang tidak terdata secara spesifik, hal ini disebabkan masih sedikitnya penyadaran diri pada penderita kanker untuk terdata dan melaksanakan pengobatan secepatnya.

Salah satu pasien anak yang di advokasi Penulis dan FBn dan tidak tertolong
Ketika hal ini di konfirmasikan kepada pemerntahan setempat melalui Dinas Kesehatan Provinsi, dr Danang selaku kabid P2PL dan staff nya di P2 (Pengendalian Penyakit) mengatakan, bahwa data pasti penderitakanker sulit di dapatkan. Hal ini karena belum tentu para pasien kanker yang di rujuk, memberikan laporan kembali bahwa yang bersangkutan positif terkena kanker. Juga tidak mudah untuk memberikan statement bahwa seseorang itu menderita kanker, karena jenis penyakit kanker hanya bisa di periksa di rumah sakit-rumah sakit yang di pusat, seperti Cipto dan Dharmais.

Ketika penulis kejar lebih lanjut menanyakan apakah memang tidak ada data penderita kanker, staff bagian P2, dr. Tri mengatakan bahwa data penderita kanker ada, tetapi hanya penderita kanker Serviks dan Kanker Payudara saja, itupun hanya ada data dari 2 daerah saja, yaitu Cilegon dan Serang, yang lainnya tidak ada. Sementara diketahui, berdasarkan data dari RS Dharmais, bahwa salah satu penyumbang pasien Kanker terbanyak di Dharmsia adalah dari Banten, terutama daerah Tangerang.

Penulis, selaku Koordinator Relawan Sosial Fesbuk Banten News, salah satu lembaga yang concern terhadap kanker pada anak dan dewasa mempunyai beberapa pasien yang di advokasi pengobatannya oleh FBn, sekitar 12 pasien positif penderita kanker. Dari 12 pasien tersebut 5 pasien diantaranya adalah anak-anak. Dan dari 5 anak yang di advokasi tersebut tidak ada satupun yang berhasil melakukan pengobatan. Dan 12 pasien kanker ini baru hanya dari golongan tidak mampu saja, kemungkinan besar masih ada  pasien-pasein kanker yang dari golongan mampu dan atau penderita kanker warga tidak mampu yang  belum ter-advokasi FBn, atau melaksanakan pengobatan sendiri di pusat kesehatan kanker.

Ada beberapa faktor yang menjadi kendala sehingga 5 pasien anak penderita kanker yang di advokasi FBn tidak tertolong, hal ini terjadi karena masih minimnya pengetahuan kanker pada keluarga pasien sehingga sangat terlambat pengobatannya, sering mencari pengobatan alternative tanpa pengobatan medis, serta masih sulitnya meng-akses pengobatan kanker, dan juga pengaruh psikologis dari penderita itu sendiri agar bisa sembuh. Beberapa faktor ini yang mengakibatkan penderita kanker tidak kuat lebih lama lagi untuk survive, akibat sel-sel kanker nya sudah merasuk pada organ-organ fital tubuh, sehingga penderita meninggal dunia”

Pasien Yayat yang sekarang masih melaksanakan pengobatan di Dharmais,
dan insya Allah 100% sembuh.
Penulis mencontohkan pada kasus pak Yayat, warga tidak mampu yang di advokasi FBn, berkat ketekunan dan kesabarannya dalam melakukan pengobatan, Yayat sampai dengan saat ini sudah hampir 100 % sembuh. hal ini memang selain karena melaksanakan pengobatan yang tepat, juga Yayat memiliki psikologis yang kuat untuk sembuh. Dan itu menjadi salah satu modal dasar bagi penderita kanker

Penulis menyimpulkan bahwa pada beberapa kasus pasien anak dengan kanker, seperti yang di alami almarhumah Ajijah yang menderita kanker tulang (osteosarkoma), keadaan pasien waktu kita temukan masih bisa untuk sembuh, karena perkiraan dokter baru memasuki stadium 2. Tetapi karena vonis dokter mengatakan bahwa Ajijah harus di amputasi, dan pihak keluarga belum menyetujui, sehingga Ajijah dipulangkan dulu. Ternyata selang sekitar dua bulan kemudian, meski sudah melakukan pengobatan alternative, ternyata kanker Ajijah semakin kritis, dan akhirnya meninggal.


Hal-hal inilah yang kemudian melatar-belakangi kami di Relawan FBn untuk melaksanakan satu kegiatan upaya untuk pengenalan kanker lebih dini, melalui acara Road Show Deteksi Kanker Sedini Mungkin pada Anak dan Dewasa pada medio Oktober nanti. Keinginannya yaitu bagaimana supaya keluarga pasien kanker tau lebih banyak tentang kanker, sehingga proses penyadaran dan pengobatan medis kepada keluarga sangat penting dilakukan. Agar para petugas kesehatan lebih mengenali lagi jenis penyakit kanker, sehingga bisa memberikan rujukan yang tepat kepada pasien. Memberikan gambaran utuh bagaimana caranya untuk mendapatkan pengobatan medis pada 2 rumah sakit pusat rujukan kanker, dan-lain-lain. *Mohon do'a dan supportnya untuk kegiatan tersebut  dari para pembaca*


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »