CARI PEMAHATMU

22.28
Oleh : Boyke Pribadi

Ada seorang bijak yang mengatakan “sesungguhnya pada setiap batu yang berserakan ditepi jalan itu terdapat keindahan, sepanjang batu tersebut bertemu dengan pemahatnya”.  Maksud dari kalimat bijak tersebut adalah bahwa pada setiap batu yang bererakan di tepi jalan, yang harganya tidak seberapa, namun sebetulnya memiliki keindahan yang bernilai tinggi manakala batu tersebut diubah bentuknya oleh tangan pemahat yang terampil menjadi hiasan seperti patung dan ornamen lainnya.
Demikian pula dengan kita sebagai manusia dimana setiap orang pasti memiliki suatu kelebihan atau yang sering kita sebut sebagai potensi. Hanya saja karena potensi itu sifatnya masih tersembunyi maka kita perlu mencari sang pemahat yang bisa menumbuhkan potensi tersebut agar wujud menjadi sesuatu yang nyata yang dapat membuat diri kita menjadi berharga dan dihargai ‘mahal’ oleh lingkungan kita.
 
Sang pemahat tersebut bisa jadi ada disekitar kita, mungkin guru kita yang sehari hari berusaha membangkitkan wawasan akademik, mungkin orang tua kita yang selalu berharap yang terbaik dan memberi contoh teladan kepada kita, atau mungkin teman/sahabat karib kita yang bisa membangkitkan semangat ketika kita sedang mendapat mood yang buruk, atau bahkan mungkin ‘musuh’ atau pesaing kita yang telah membuat bangkitnya semangat kita untuk bersaing melakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan.
Dan dalam sepanjang usia hidup kita banyak sekali sang pemahat yang akan memberikan moment moment monumental yang bisa merubah arah hidup dan kehidupan kita. Pengalaman penulis, banyak sekali sang pemahat yang memberikan energi kuat sehingga membuat penulis tergerak untuk melakukan sesuatu. Sebut saja dua sang pemahat yang memberikan setrum (aliran listrik) yang menghentak penulis dalam satu tahun terakhir sehingga membuat penulis bergerak untuk me-re-orientasi hidup dan penghidupan yang telah penulis jalani selama ini.
Pemahat pertama adalah Jamil Azzaini seorang trainer yang telah membuat penulis tersadar bahwa masih banyak yang belum penulis lakukan dalam hidup ini. Penulis tersentak ketika Jamil berteriak dalam sebuah sesi seminar yang diikuti banyak peserta tersebut. “Hai Fulan ! apakah yang telah engkau perbuat sehingga kamu merasa pantas masuk ke dalam surga-KU” teriak Jamil sambil memisalkan pertanyaan Sang Khalik kepada setiap mahluk-Nya kelak. Penulis termenung memikirkan bahwa belum ada jawaban yang layak untuk diajukan guna menjawab pertanyaan tersebut. Sementara Jamil telah memiliki jawaban yaitu bahwa dia telah memutuskan 1 juta orang dari rantai kemiskinan.
Sang pemahat lain yang telah memberi energi bagi penulis adalah, Reza atau dikenal dengan sebutan AXL sebagai founder dan owner dari keripik maicih yang sangat terkenal di nusantara ini. Bermula pada tanggal 20 november 2011 ketika penulis menjadi moderator dalam sebuah seminar tentang wirausaha. Menyimak pengalaman reza dalam merintis bisnis keripik pedasnya telah membuka pikiran penulis bahwa titik utama keberhasilan memasarkan produk adalah bukan hanya terletak pada produk itu sendiri, melainkan bagaimana cara memasarkannya. Meskipun ilmu ini telah lama penulis ketahui, namun belum pernah penulis mendapatkan energi yang dapat mendorong penulis untuk mencontoh yang dilakukan oleh reza.
Sepulang dari kegiatan seminar tersebut, penulis langsung browsing produk yang masih langka di Indonesia lalu berusaha memasarkannya. Lalu dibuatlah website www.shampoantiuban.com dan dalam kurun waktu 2 bulan, hasil nyatanya telah nampak. Pesanan mengalir dari aceh hingga maluku, dari banyak kota di jawa dan di luar jawa, tanpa letih tiap hari penulis mengirim SMS promo ke lebih dari 5 juta nomor GSM.
Merasa sukses dengan produk tersebut, lalu untuk memenuhi keinginan meniru langkah Jammil Azzaini untuk menyiapkan jawaban atas pertanyaan sang Khalik, penulis membuat website www.umrohbanten.com dengan maksud agar bisa sering menjalankan ibadah umroh tapi dengan ikut mengantarkan orang lain.
Dan yang sedang penulis lakukan saat ini adalah bagaimana memberdayakan mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu namun memiliki semangat yang tinggi untuk mencari tambahan biaya.
Dari hasil pengamatan sepintas, bisnis yang banyak dijalankan oleh para mahasiswa di perkotaan adalah menjual produk cemilan pedas yang hampir seluruhnya di ‘import’ dari luar daerah banten, dan rata rata penjualnya berasal dari golongan yang mampu secara ekonomi. Hal ini terlihat dari digunakannya mobil sebagai sarana penjualan. Hal itu sesuai dari hasil browsing di internet bahwa untuk menjadi reseller dari produk tersebut dibutuhkan modal yang cukup besar yang sulit terjangkau oleh mahasiswa yang kurang mampu.
Melihat hal tersebut, maka penulis memikirkan suatu produk cemilan pedas dengan harga yang harus lebih murah dari yang beredar dipasaran dan dengan metode pemasaran yang tidak memberatkan penjual-nya, dan bahkan kalau bisa tanpa memerlukan modal !.
Untuk hal itulah sejak tanggal 09-09-2012 penulis meluncurkan www.tingbating.com sebagai sarana untuk menjual cemilan pedas berupa lanting dengan merek ‘tingbating’ dengan sistem pemasaran yang nyaris tidak memerlukan modal materi kecuali hanya butuh semangat, disiplin dan kerja keras.
Setiap mahasiswa atau penjual dapat mengambil produk tersebut sebanyak 10 pcs dan membayar ketika akan mengambil 10 pcs produk selanjutnya, setelah terlewati 5 siklus dengan jumlah 10 pcs tersebut maka penjual dapat menambah 5 pcs untuk penjualan selanjutanya dan begitu seterusnya.
Mungkin banyak yang bertanya, kanapa hanya 10 pcs?? Ya karena penulis ingin mengajak reseller untuk mengikuti prosesnya sebagai sebuah pembelajaran, karena menurut penulis hal yang lebih berharga dari sekedar keuntungan yang diperoleh adalah pembelajaran yang diperoleh dari setiap proses yang dilakukan.
Jadi...temukan pemahatmu, dan kobarkan kreatifitas yang kamu miliki untuk memberdayakan sekitarmu........ [.]


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »