Lazuardi Birru Gelar Launching dan Bedah Buku Tentang Terorisme

13.22



Cilegon – Didasari keprihatinan atas maraknya upaya-upaya terselubung dalam menyebarkan virus-virus radikalisme dan terorisme yang mulai merasuk dalam pemahaman keagamaan generasi muda bangsa, mendorong Lazuardi Birru (LB) sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang fokus pada isu radikalisme dan terorisme, kebhinnekaan, dan Islam cinta damai menerbitkan dua buku saku berjudul: “Islam Rahmatan Lil Alamin” dan “Terorisme; Aku Tahu, Aku Hindari”.

Bertempat di Aula Setda Kota Cilegon, acara yang digelar pada sabtu(4/8) kemarin menghadirkan para pembicara lokal, diantaranya K.H Muktillah, S.Ag M.M (Tokoh Agama Kota Cilegon), Ayatullah Marsa’i S.Hum (Penulis dan Aktivis Muda Kota Cilegon) dan Riri Khariroh M.A (Peneliti Lazuardi Birru).

Dalam kesempatan tersebut, Riri menjelaskan bahwa tindakan radikalisme dan terorisme tak hanya menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan dan kehidupan berbangsa, namun juga Islam sebagai agama. Mengingat citra Islam sebagai agama rahmatan lil alamin tercoreng dengan aksi-aksi kekerasan atas nama agama. Lebih lanjut peraih gelar master dari Universitas Ohio Amerika Serikat itu menerangkan, 2 buku saku yang diterbitkan Lazuardi Birru berupaya menjelaskan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, perihal visi kerahmatan universal Islam.

“Buku ini berbeda dengan “buku serius” pada umumnya, lantaran banyak menampilkan grafis yang membuat pembaca menjadi lebih mudah dalam memahami isinya. Kendati demikian, pengemasan tersebut tak mengurangi kedalaman substansi kedua buku tersebut. Segmentasi pembaca buku ini memang generasi remaja yang masih duduk di bangku SMP dan SMA.  Sehingga tampilan visualnya dibuat menarik dan bahasanya dikemas ringan dan enak dibaca,” ujar Riri.

Sementara itu, KH. Muktillah menegaskan bahwa banyak orang-orang islam yang salah kaprah memaknai kata jihad. Baginya, jihad peperangan adalah ketika umat islam ditantang terlebih dahulu. “Bukan umat islam yang memulai” tandasnya. Dia melihat peristiwa bom bunuh diri atas nama agama beberapa waktu lalu, menempatkan umat islam sebagai pemicu kerusuhan dan kekacauan.

Untuk di Cilegon sendiri, launching dan dua buku itu menggandeng Keluarga Mahasiswa Cilegon. Kegiatan itu merupakan rangkaian roadshow Lazuardi Birru dalam mengkampanye kan anti kekerasan. Sebelumnya, buku tersebut juga sudah di sosialisasikan di 3 kota, Malan, Cirebon dan Solo. Selain dibedah dan diluncurkan di 4 kota, 2 buku saku tersebut juga didistribusikan secara luas ke berbagai pesantren, sekolah-sekolah, dan masyarakat umum. [BieM]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »