Triana Dewi Putranti : “Jadi pengusaha, jangan banyak pertimbangan”

12.43



Memasuki dunia usaha, memang tidaklah semudah meludah. Hal ini dikarenakan, dunia usaha juga memiliki tantangan, rintangan dan pantangan yang mesti dilalui. Seperti yang pernah dirasakan oleh Triana Dewi Putranti (Riri), sang pendiri La Pizza di Kaloran Kota Serang.

Bagi perempuan kelahiran tahun 1987 ini dunia entrepreneur bukan hanya soal modal, perencanaan dan pertimbangan, tetapi yang paling utama adalah tindakan nyata. Bagaimana ia berani membuka usaha Pizza ditengah persaingan di dunia kuliner yang cukup ketat?

Berikut petikan bincang-bincang BieM dengan jebolan FKIP Matematika Untirta di sela sesi pemotretan untuk Cover ;

BieM : Bagaimana ihwalnya terjun ke dunia kuliner ?
Riri: Awalnya saya hanya sekedar senang membuat penganan ringan (cup cake) untuk dikonsumsi sendiri, tak dinyana, seiring dengan banyak kerabat yang pernah mencicipi penganam tersebut, banyak dari mereka minta dibuatkan. Ya sudah, sedikit demi sedikit saya mulai menseriusi bidang ini.

BieM : Kenapa Pizza? Dan apa yang membuat La Pizza beda dengan pizza lainnya?
Riri : kenapa pizza? ya, karena saya doyan pizza…. Lebih tepatnya, saya memang tertarik dengan makanan Eropa dan Amerika. Di awal pendiriannya, saya hanya menemukan 2 penyedia pizza di kota Serang ini. Saya pun tertantang untuk ikut meramaikan bursa pizza di sini. Selain itu, bahan-bahan pembuatnya tidak mudah basi, dan konsumennya beragam. Khususnya saya targetkan konsumennya berasal dari pelajar atau mahasiswa. Kalau soal perbedaan, saya membuat pizza dengan resep saya sendiri. Maksud saya, saya tidak mau terpaku pada rasa-rasa standar bawaan dari sananya. Saya kerap mencari inovasi rasa yang lebih lokal. Nanti coba saja sendiri ya…hehe….

BieM: Strategi apa yang dipakai dalam menyiasati persaingan?
Riri: Selain soal rasa yang terus saya cari inovasinya, saya juga terus berupaya agar pizza kami Hot from the Oven dengan waktu menunggu yang tak lama. Kisaran 10-15 menit persajian. Selanjutnya soal harga, saya bisa pastikan harganya 3 kali lebih murah dari pasaran dengan tetap rasa terjaga. Saya pun menerapkan sistem paket 1-3 dengan 3 pilihan menu ; personal, medium dan large. Pokoknya disesuaikan dengan kekuatan kantong pelanggan deh…..

BieM: Bagaimana menurut Anda tentang dunia entrepreneurship di Banten? Dan apa harapan-harapan Anda ?
Riri : Sangat terbuka bagi siapa saja untuk terjun ke dunia ini. Di Banten sendiri, saya menilai para enterpeneurnya mulai bergeliat sesuai segmentasi pasarnya. Modal terbatas, ketiadaan sumber daya manusia (SDM), atau manajemen yang belum rapi selalu menjadi kendala awal bagi siapa saja yang memulai bisnis ini. Harapan saya tertuju pada komponen, pertama saya mengharapkan pemerintah bisa memberikan pembinaan pada para calon pengusaha muda, serta bisa membuat kebijakan mempermudah pinjaman ke Bank. Selain itu kalangan enterpeneur hendaknya harus berani ambil resiko untung ruginya, jangan banyak pertimbangan !. Dan masyarakat bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak mudanya untuk eksis di bidang usaha dengan tidak menganggap remeh mereka. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »