Seganteng-gantengnya cowok, akan lebih ganteng lagi kalau dia buka usaha

17.04

Judul Skriptoria diatas saya ambil dari sebuah status fb di wall seorang sahabat, buat saya kalimat yang semula terlihat secara tidak sengaja itu cukup unik dan keren walaupun sedikit provokatif. Memang belakangan ini kewirausahaan atau lebih dikenal dengan istilah entrepreneurship menjadi sangat populer dikalangan anak muda. Walaupun jumlahnya masih jauh dari ideal, banyaknya pengusaha muda yang bermunculan di Banten menjadi angin segar ditengah tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia, paling tidak budaya entrepreneurship yang berkembang saat ini diharapkan sedikit demi sedikit dapat mengurangi angka pengangguran.

Oleh: Irvan Hq

Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya, sedangkan Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan, mengelola dan mengendalikan semua usahaya.  (Amin, 2008).

Dalam edisi ini crew BieM bertemu dengan beberapa entrepreneur yang memulai usahanya dari usia yang masih muda, ada yang sudah sukses dan menikmati hasil jerih payahnya, tetapi ada juga yang baru memulai dan beberapa belum berhasil. Kebanyakan dari mereka membuka usahanya di bidang industri berbasis kreativitas seperti Fesyen, Desain, Video, Film, Fotografi, Musik, Penerbitan, Percetakan, Kuliner, Barang Seni, dan sebagainya. Untuk menambah inspirasi kepada para pembaca setia Banten Muda, kami juga bertemu dua entrepreneur muda dari Jakarta dan Nganjuk yang sukses mengandalkan kekuatan kreatifitasnya.

Pada tahun 1990, untuk mengantisipasi kondisi perekonomian di Inggris yang terpuruk karena beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembang yang menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah, mereka mendirikan National Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris. Pentingnya memperbaiki moral dan kualitas hidup warga Inggris untuk bersaing dan memimpin di  kompetisi dunia dipertegas pemerintah Inggris pada tahun 1997 dengan membentuk Creative Industries Task Force yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif  terhadap perekonomian Inggris. (Wikipedia)

Bagaimana dengan Banten? Semakin tingginya Upah Minimum Regional di Provinsi Banten mendorong pabrik-pabrik industri pengolahan di Banten untuk pindah ke daerah lain yang upah buruhnya lebih murah. Hal ini tentu saja berpotensi untuk menambah angka pengangguran di Provinsi yang tercatat paling tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia. Salah satu solusi yang paling tepat adalah dengan menciptakan banyak entrepreneur muda yang sukses sekaligus sebagai agen perubahan di Banten. Pentingnya merubah persepsi tentang entrepreneurship di Banten ini secara lengkap akan dikupas oleh sahabat saya Ali Faisal berikut tips bagaimana memasarkan produk kreatif dari Praktisi Pemasaran Online Boyke Pribadi.

Banyak negara yang sudah membuktikan rakyatnya makmur dan sejahtera ketika pemerintahnya memprioritaskan kewirausahaan sebagai agenda utama dalam pembangunannya. Mari kita rubah pola pikir kita bahwa sekolah atau kuliah bukanlah semata-mata bertujuan untuk mencari pekerjaan, namun banyak pilihan didepan mata yang lebih menjanjikan daripada sekedar bekerja. Jadilah Entrepreneur Muda Banten yang Visioner, Kreatif dan Berani Mengambil Resiko, biar tambah ganteng. Semangat !

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »