SEDEKAH NGGA HARUS IKHLAS !

21.16

Suatu hari seorang sahabat saya menunjukkan perilaku yang agak aneh, sambil menunggu pesanan mie ayam datang ia memegang-megang meja sambil melihat-lihat ke empat sudutnya. Ia menengok ke bawah dan memegang salah satu kaki meja dan sedikit menggoyangkannya. Penasaran dengan tingkahnya itu saya segera bertanya, ”Kenapa Bang?”. Dia hanya tersenyum dan bercerita bahwa sebentar lagi ia akan membuka usaha Bakso dan Jasa Cuci Motor. Kelihatannya rencananyapun sudah matang, sebuah ruko di dekat perumahan Safira, Ciracas-Serang sudah dikontraknya. Peralatan, gerobak, karyawan dan lain-lain sudah disiapkannya. “Wah hebat, diam-diam mau jadi pengusaha nih.”. Sambil melahap mie ayam dengan sedikit saus sambal, ia menjelaskan bahwa semua itu bermula dari istrinya yang tergerak untuk segera membuka usaha setelah membaca buku 7 Keajaiban Rezeki.



Obrolan itu kemudian terus membekas di kepala saya, apalagi hitung-hitungan biaya yang dia keluarkan relatif kecil, bagaimana buku itu dapat merubah atau membuka pola pikir istri sahabat saya itu dengan cepat, jasa Mbah Google pun saya gunakan untuk mencari tahu keberadaan buku itu, ternyata ada situs yang menyediakan ebooknya untuk didownload secara gratis. Hebatnya lagi memang si penulis mengijinkan untuk menyebarkan isi buku ini dengan segala cara. Sambil menunggu download buku itu selesai, saya membaca testimonial para pembaca yang sudah mempraktekan dan merasakan manfaat dari buku 7 Keajaiban Rezeki dan saya semakin tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai buku setebal 190 halaman itu.

Lingkar Pengaruh itu ternyata mulai saya temukan di halaman 20, disana ada gambar 5 lingkaran  yang tertulis mulai dari lingkar yang terkecil yaitu Lingkar Diri, Lingkar Keluarga, Lingkar Sesama, Lingkar Semesta sampai lingkar yang terbesar yaitu Lingkar Pencipta. Untuk memahami apa lingkar pengaruh itu saya harus membaca satu per satu buku itu dan yang pasti kunci yang diberikan buku itu adalah apabila kita berhasil menggenggam erat-erat tiga lingkar yang pertama, maka dengan sendirinya kita akan berhasil menyentuh dua lingkar berikutnya, yang jauh lebih besar. Jadi kuncinya adalah bahwa semua itu memang bermula dari diri kita sendiri, faktor penentunya adalah kita, jadi jangan sampai kita sibuk melihat orang lain, tetapi lihatlah kedalam diri kita sendiri.

Secara keseluruhan buku ini membahas bagaimana mempercepat kesuksesan seseorang dengan memperhatikan aspek 7 keajaiban rezeki, dimana Ippho Santosa sebagai penulis buku tersebut menyebutnya sebagai Sidik Jari Kemenangan, Sepasang Bidadari, Golongan Kanan, Simpul Perdagangan, Perisai Langit, Pembeda Abadi, dan Pelangi Ikhtiar. Buku seharga 80 ribuan itu uraiannya cukup mudah dicerna dan seperti ada jaminan kita bisa segera merealisasikannya. Terbukti pada apa yang dirasakan oleh istri seorang sahabat saya yang telah menemukan kekuatannya di dalam buku itu dan membuatnya ingin segera bergerak secepatnya.

Setelah melahap sendok terakhirnya, sahabat saya itu juga menegaskan bahwa keinginannya membuka usaha itu dikarenakan buku yang dibacanya itu ternyata mampu membuka wawasan istrinya bahwa ada cara untuk menguasai pintu rezeki seperti memahami 19 amal yang melipatgandakan rezeki dan tentu saja dengan mengasah otak kanan, kreativitas, imajinasi dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan positif sehingga berani mengambil keputusan lebih cepat, mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan diberi kemudahan untuk selalu menemukan sesuatu yang menghasilkan. Dengan membaca buku ini kita tidak akan sempit dalam memahami makna sederhana, ikhlas, tawakal dan zuhud. Kita akan terpacu untuk terus berpacu menikmati indahnya pelangi ikhtiar. Salah satu kuncinya adalah dengan bersedekah, tidak perlu menunggu ikhlas untuk bersedekah. “Makin banyak memberi, makin banyak menerima... percaya deh sama aku.” katanya disambung suara seruputan teh botol dari mulutnya.

Ya Sob, bismillah aja. Saya yakin ada usaha pasti ada jalan, siapa lagi yang akan merubah nasib kita kalau bukan diri kita sendiri, tidak ada satu ayatpun dalam agama kita yang menganjurkan untuk miskin. Menjemput rezeki itu tak hanya berdo’a tapi perlu usaha, maka bertebaranlah dimuka bumi. Jadi jangan takut kehilangan pekerjaan karena Allah telah menjamin rezeki bagi seluruh mahluk-Nya, termasuk manusia. ***

(dari berbagai sumber)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »