Disperindagkop Kota Serang : Berjibaku Membangun Dunia Usaha di Tengah Himpitan Anggaran

19.35




Sebagai wilayah otonom baru, pemerintah kota Serang, dalam hal ini Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) sedang berupaya bergerak dalam himpitan anggaran yang sangat minim. Betapa tidak, di bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) misalnya, tahun 2012 ini hanya mendapat anggaran sebesar 79 juta untuk tiga seksi. Hal itu besebrangan mengingat koperasi dan UKM menjadi urusan wajib pemerintahan.

Kendati demikian, nampaknya, Samsul Ma’arif selaku Kabid Koperasi dan UKM tidak mau berdiam diri saja didera keterbatasan dana tersebut. Saat ini, pihaknya terus mencari solusi alternatif agar tupoksi bidangnya berjalan optimal.
            Ditemui di ruang kerjanya, ia mengaku bahwa masih banyak kendala yang menjadi rintangan dalam menjalankan tupoksinya. Selain minimnya dana, juga terantuk pada persoalan aset. Seperti dimafhumi, masih banyak aset yang belum diserahkan secara administratif dari pihak kabupaten ke kota Serang. ”Jadi untuk mencapai status kinerja WTP, saya rasa masih sangat jauh” ungkapnya.
Terkait persoalan upaya konkret tupoksi, pihaknya saat ini  sedang melakukan validitasi data koperasi dan UKM di kota Serang, selain itu juga tengah mengupayakan membuka ruang-ruang usaha bagi para pelaku UKM. ”Ini tantangan yang mesti dicari penyelesaiannya, kami terus membuka komunikasi yang intens dengan pelaku bisnis atau perusahaan untuk bisa memfasilitasi ruang usaha bagi para pelaku UKM” tandasnya.
            Hal itu tengah dibuktikan dengan pihaknya telah  menjajaki kemungkinan manajemen supermarket Giant agar menyediakan area khusus UKM. “Kalau sudah ada nota kesepahaman, mereka(UKM-red) yang ingin menempati area tersebut bisa berhubungan langsung dengan pihak Giant atau melalui kami” tambahnya.
            Lelaki yang sebelumnya menjabat di biro kesra ini juga memahami kendala lain dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan adalah modal awal. Banyak para pemula yang semangat usahanya tinggi harus terhenti mewujudkan mimpi dan rencananya karena ketiadaan modal. Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya memiliki komitmen untuk menjajaki penuntasan modal bagi para calon usahawan lewat APBD, setidaknya untuk tahun 2013. Salah satu upaya yang sudah dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi intens dengan komisi II DPRD Kota Serang. Pun dunia perbankan tak luput diajak untuk berperan aktif menggairahkan dunia usaha. Untuk hal itu, menurut pengakuan Samsul Maarif, Kepala Dinas Disperindagkop memasang badan. “Kalau memang pihak Bank perlu jaminan, saya siap dijadikan jaminannya.” tirunya menandaskan keinginan kuat untuk membangun dunia usaha di kota Serang.[ ]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »