T O I L E T

01.13

Sobat BieM, bicara Budaya saya kok lebih tertarik menyinggung tentang toilet. Memang terkesan seperti kurang kerjaan dan kelihatan sepele sekali, tapi menurut saya ini penting karena menyangkut Budaya kita terhadap toilet masih kurang baik. Persis lagunya Rinto Harahap berjudul Benci tapi Rindu, toilet merupakan tempat yang tidak disukai sekaligus dirindukan, buktinya tiada hari kita mengunjungi toilet, baik untuk buang air besar, buang air kecil atau sekedar cuci tangan dan mematut diri di depan cermin. Kalau dalam bahasa Inggris toilet disebut juga WC (Water Closet), supaya terdengar lebih berbudaya dalam bahasa Indonesia untuk menyebut toilet digunakan juga istilah Kamar Kecil. Ciri khas toilet di negara kita ini umumnya kalau toilet laki-laki itu banyak tulisan TOTO tertempel disana, sedangkan untuk toilet perempuan bertuliskan INA.. hehehe..

Satu-satunya alasan saya menyinggung soal toilet karena dari sinilah awal dari kesehatan kita ditentukan, kemudian berkembang lebih jauh hingga toilet menjadi cerminan kondisi si pemilik toilet tersebut.  Banyak orang bilang kalau kita ingin mengetahui tingkat kebersihan seseorang, mintalah ijin untuk ke toilet saat kita mengunjungi rumahnya. Di tempat itulah kita bisa mengukur kebersihan orang itu.
Bahkan salah satu bonafiditas perusahaan sangat ditentukan oleh tingkat kenyamanan, kebersihan, aksesbilitas dan higienis toiletnya, apakah airnya lancar, ada sabun, kertas pembersih, pengharum ruangan  dan tentu saja tempat sampah yang memadai.
Uniknya memelihara kebersihan toilet itu tidak semudah menggunakannya, belum tumbuh kesadaran diantara kita untuk bersama-sama menjaganya. Mungkin karena keengganan dan menanganggap hal itu adalah masalah sepele yang tidak perlu diperhatikan sehingga hanya mengandalkan office boy saja untuk membersihkannya. Lebih sadis lagi masih ada yang beranggapan kalau toilet itu tempat membuang kotoran, jadi ya sewajarnya saja kotor, padahal kita tahu semua kotoran itu dapat menjadi sarang penyakit dan menyebar kemana-mana. Belakangan ini banyak kita membaca dikoran-koran mengenai wabah penyakit polio, campak, diare, DBD, dan lain-lain yang disebabkan oleh buruknya kualitas sanitasi lingkungan hidup kita. 
Jadi kalau ingin mengetahui tingkat berbudaya masyarakat Banten mudah sekali caranya, mari kita tengok toilet di masjid-masjid, di kantor-kantor pemerintahan, di kantor-kantor dewan yang terhormat, di mal dan tempat perbelanjaan umum yang ada di wilayah Banten.
Keep toilets clean for the next user !!!
















IRVAN HQ
(dari berbagai sumber)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »