TEATER NOL MENGGONDOL JUARA UMUM

05.21


TEATER NOL MENGGONDOL JUARA UMUM

Serang (27/4) – Sebagai agenda kerja rutin tahunan, Festival Teater Pelajar (FTP) yang digelar oleh komunitas teater Kafe Ide Untirta tahun ini berjalan lancar. Bertempat di auditorium Untirta, FTP, diikuti sebanyak 15 komunitas teater sekolah se-Banten. Diantaranya teater Bahtera (SMA 8 Cisoka), Teater Nol Banten (SMA 1 Jawilan), Teater 15 (SMK 15 Kota Tangerang, Teater Ada (SMA 1 Pandeglang), Teater Cangkir (MAN Balaraja), teater Toraks (SMA 2 KS Cilegon).

Selama tiga hari, audiens disuguhkan beragam gaya penafsiran dan pementasan dari para peserta FTP. Mereka bersaing untuk menempati beberapa kategori lomba. Alhasil dari festival tersebut, telah terpilih beberapa komunitas teater yang memenuhi kriteria dewan juri. Teater Nol (aktris, artistik terbaik), Teater Bahtera (poster, sutradara terbaik), Teater Air (peran pembantu terbaik), Teater Awan (musik terbaik), Teater Warakala (aktor terbaik). Dari hasil raihan kategori, dewan juri memilih Teater Nol sebagai juara umum FTP 2012.

Upaya serius Kafe Ide dalam penyelenggaraan acara tersebut dibuktikan dengan menghadirkan Afrizal Malna, Nandang Aradea dan Dian Noviami selaku juri. Ketiga orang tersebut terbilang sudah lama berkecimpung dalam dunia teater Indonesia.

Dalam reviewnya, para dewan juri menilai, bahwa para penampil dalam FTP ini masih harus dimatangkan dari segi dramaturginya.

“Jika dibandingkan dengan Bandung, FTP disana (Bandung-red) lebih matang. Dari sisi pelaksanaan dan pesertanya.” Tukas Afrizal Malna seusai acara. Selain itu, dia juga melihat ada kecendrungan para peserta tidak punya cerminan atau referensi yang cukup, sehingga daya estetiknya masuh jauh dari ideal.

Hal senada juga dituturkan oleh Dian Noviami dari Dewan Kesenian Jakarta. Dia menilai, para pelaku teater di manapun mesti melakukan riset sesuai dengan kebutuhan pentasnya. ”Ini menjadi penting, manakala kita ingin mencecapkan diri sebagai aktor” tandasnya. Selain itu, ada Dian juga melihat ada hal-hal diluar panggung yang sebenarnya sangat mendukung membentuk atmosfir perteateran, yaitu kehadiran para ”senior” seni dalam ragam acara kesenian yang digelar di sekitarnya. Lain lagi dengan Nandang Aradea yang konsisten menyuarakan membuat ruang-ruang ‘penyiasatan’ pentas. [dre ]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »