LADY GAGA VS AZIS GAGAP

16.41


Popularitas Lady Gaga di dapat setelah merilis album pertamanya di tahun 2008, ia sukses mencapai tangga nomor satu di enam negara dan sepuluh besar di seluruh dunia. Album-album berikutnya membuat Lady Gaga semakin di kenal diseluruh dunia termasuk Indonesia, bahkan dalam salah satu albumnya ada yang mencapai penjualan single tercepat dalam sejarah yaitu terjual satu juta kopi dalam lima hari. Begitu juga dengan Azis Gagap, meski baru sebatas di Indonesia saja, sejak 2008 karir Azis pun mulai menanjak dengan melawak dalam OVJ (Opera Van Java) bersama Parto, Sule, Andre Taulany dan Nunung. 

Oleh: Irvan Hq

Kontribusi perempuan bernama asli Stefani Joanne Angelina Germannota terhadap industri  musik tidak dapat dianggap enteng, berbagai prestasi telah diraihnya termasuk lima Grammy Awards, dua Guinnes World Records, Artis Terbaik tahun 2010 dari Billboard, termasuk ke dalam 100 orang paling berpengaruh di dunia versi Majalah Times dan mencapai nomor satu dalam daftar 100 selebriti berkuasa versi Majalah Forbes. Begitu juga kontribusi laki-laki bernama asli Muhammad Azis, siapa yang tidak tahu artis yang satu ini, seorang pelawak yang khas dengan omongan gagapnya ini hampir setiap hari muncul di layar kaca. Banyolan khasnya membuat OVJ memiliki rating acara televisi yang tinggi. Beberapa film juga pernah ia bintangi seperti Pocong Ngesot, Kuntilanak Kesurupan, Kepergok Pocong, Pocong Kesetanan dan Kafan Sundel Bolong. Sedangkan beberapa acara TV yang pernah ia isi seperti Beauty and Azis, Derings, The Promotor, Rekreasi Azis Nunung, dll. 

Kedermawanan Lady Gaga yang lahir di New York, Amerika Serikat pada tanggal 28 Maret 1986 cukup memberikan kontribusi untuk berbagai kegiatan amal dan karya kemanusiaan. Lady Gaga menggelar konser untuk memberikan dana bantuan rekonstruksi Gempa Haiti 2010, pada hari yang sama semua keuntungan dari penjualan produk di toko online Gaga juga disumbangkan. Ia juga bekerjasama merancang gelang dan menyumbangkan semua hasil penjualannya kepada Jepang yang terkena gempa bumi dan tsunami tohoku pada 11 Maret 2011. Gaga juga memberikan kontribusi dalam perang melawan HIV dan AIDS dengan fokus pada mendidik perempuan muda tentang risiko penyakit. Bagaimana dengan Azis Gagap? Komedian yang mengawali karir melawaknya melalui panggung lenong dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya ini ternyata juga seorang yang dermawan dan sangat peka terhadap masalah sosial. hal demikian dibuktikan dengan keterlibatan dan aktivitas sosialnya dengan mendirikan sebuah pesantren bernama "Padepokan Aziziyah" di Bogor. Sebuah tempat belajar yang diperuntukkan bagi anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi, di padepokan yang saat ini sedang dibangun ini siswa dan siswinya di bebaskan dari biaya.

Ada dua hal yang membuat saya tertarik untuk menulis catatan ini. Yang pertama Pro-Kontra rencana Konser Lady Gaga bertajuk “The Born This Way Ball” di Gelora Bung Karno, Senayan pada 3 Juni 2012 ini terancam tidak berijin karena di anggap lebih porno dibandingkan Konser Dangdut Pesisiran. Seperti biasa aksi penolakan itu kemudian berkembang dan semakin banyak yang mengurusi, berbagai kalangan angkat bicara seolah-olah yang paling tahu dan paling berhak menghakimi kesalahan seseorang. Terlebih lagi para politisi sudah pasti menjadikan moment ini sebagai makanan empuk untuk mendapatkan popularitas. Bagaimana anggota dewan bisa bicara tentang porno aksi sementara masih ada temannya yang memproduksi video mesum, bagaimana pemuka agama bicara erotisme sementara masih ada ustad yang berlomba-lomba menikahi selebritis seksi bahkan bersedia dijodohkan dengan perempuan seperti Julia Perez?   Alasan penolakan pun kemudian berkembang tidak hanya pada penampilannya saja yang dianggap seronok, tetapi sejumlah Kontroversi Lady Gaga kemudian dimunculkan mulai dari dirinya yang dianggap anti Kristen, penganut biseksual, ekstrim, lagunya dianggap menyarakan lesbian, homo, dsb. 

Yang kedua adalah sosok Azis yang sebenarnya normal saja kemudian populer dengan gaya gagapnya itu, di mana aliran bicara terganggu dan tanpa disadari terjadi pengulangan dan pemanjangan suara dan suku kata dengan jeda yang tidak teratur. Itulah gambaran pemerintah Indonesia. Mereka mendadak gagap ketika  rencana Konser ini menuai pro dan kontra. Maksud saya kalau memang akan melarang konser Lady Gaga di Indonesia, lakukan sejak awal, tunjukkan sikap tegas bahwa pemerintah memang Menolak dan Melarang konser tersebut. Jangan kemudian menjadi gagap menghadapi masalah ini, membiarkan Dinas Pariwisata  memberikan izin impresariat, membiarkan pihak kepolisian memberikan izin keramaian bahkan melakukan pengawalan keamanan untuk menjual tiket konser baik melalui loket maupun online, tetapi disisi lain Polda Metro Jaya tidak memberi rekomendasi untuk izin penyelenggaraan konser Lady Gaga, sedangkan Kementrian Agama hanya sebatas menyarankan saja untuk menolak konser tersebut. 

Pemerintah kembali menjadi gagap menghadapi situasi ini, sepertinya mereka sedikit bingung untuk menjelaskan kepada pihak kedutaan Amerika Serikat seandainya ditanya kenapa Negara Indonesia yang selama ini dianggap sebagai Negara yang memiliki toleransi yang tinggi tiba-tiba saja menolak konser Lady Gaga. Atau pemerintah menjadi gagap menanggapi pro-kontra yang berkembang luas di tanah air, kecaman-kecaman, tentangan, opini negatif sampai kemungkinan terjadinya bentrok fisik. Dengn gagap kemudian Polda Metro Jaya memberikan tiga syarat tambahan yang sebelumnya tidak pernah ada yaitu izin dari Kemendagri, Kementrian Agama dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Belum lagi permintaan jaminan kesediaan Lady Gaga berpakaian sopan dan tidak membawakan tiga lagu yang dianggap kontroversial.

Melihat berlarut-larutnya persoalan Lady Gaga menimbulkan pertanyaan apa sesungguhnya yang menjadi penghalang bagi Lady Gaga untuk tampil di Indonesia, kalau soal penampilan, aksi Katy Perry di atas panggung yang mencium anak muda Indonesia yang bertelanjang dada atau yang saya sebut tadi dangdut pesisiran yang erotisnya lebih parah dan ditonton oleh anak-anak kecil lantas tidak ada yang mempersoalkannya seheboh Lady Gaga?

Mungkin bagi Lady Gaga, tidak terlalu menjadi masalah membatalkan konsernya di Indonesia seperti yang dilakukannya hari ini, masih lebih sopan mereka beralasan soal keamanan dibanding Justin Bieber yang menyebut Negara kita tidak penting. Semoga saja pemerintah bisa mengambil hikmahnya untuk lebih tegas dari awal dalam menyikapi hal-hal seperti ini, kalau melarang lakukan sejak awal sehingga tidak mengecewakan puluhan ribu masyarakat kita yang sudah capek-capek mengantri untuk membeli tiket dan menunggu tiga tahun untuk dapat menyaksikan secara langsung Konser Lady Gaga. 

Buu… kaa.. an..  beegiii… tttu.. pa.. pak?

(dari berbagai sumber)

Foto: sibukforever.blogspot.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »