Kongres KSI: Saat Nasionalisme Jadi Dasar Kesusasteraan

21.24
Dengan dihadiri tidak kurang dari 130 peserta, acara Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI) II dan Seminar Sastra Indonesia Mutakhir dibuka dengan meriah malam tadi. Acara yang digelar di Wisma Agramulya Cisarua Bogor tersebut mengambil tema ‘Sastra Sebagai Sumber Inspirasi dan Pemberdayaan masyarakat di Era Global. Selain ditujukan sebagai ajang silaturahmi anggota KSI se-Indonesia, kegiatan tersebut juga dijadikan momen untuk pemilihan ketua umum KSI. Dalam sambutannya, Bambang Widiatmoko selaku ketua panitia mengatakan bahwa pelaksanaan kongres tersebut diikuti 50 Komunitas Sastra dari beragam daerah.

“Komunitas sastra yang paling banyak mengirimkan delegasinya berasal dari Kalimantan yang berjumlah 30 orang” paparnya. Nampak hadir beberapa pesohor sastra Indonesia pada malam itu, seperti Habiburahman el-Shirazy, Prof. DR. Abdul Hadi WM, Wyg SM, Dinullah Rayes atau Idris Pasaribu.
Prof. Dr. Abdul Hadi WM dalam orasi sastranya mengatakan bahwa sudah seharusnya para pelaku sastra menjadikan realita sosial/kultural sebagai pondasi estetika berkarya. “Negara kita sekarang sudah terlalu banyak didikte oleh kekuatan asing” Cetusnya.
Hal tersebut diamini oleh Wowok Hesti Prabowo, dalam sambutannya sebagai ketua Yayasan KSI, menyatakan bahwa KSI sudah seharusnya menjadi komunitas yang concern terhadap persoalan kerakyatan. “Nasionalisme mesti menjadi jiwa dalam berkarya” Ungkapnya menanggapi komunitas-komunitas yang hanya mengedepankan estetika.
Dilanjutkan dengan pemberian dan penyerahan hadiah kepada para pemenang KSI Award. Terpilih sebagai pemenang utama adalah Imam Budi Sentosa, disusul Anwar Putra Bayu sebagai salah satu pemenang puisi unggulan.
Di penghujung acara, beberapa peserta kongres berkesempatan membacakan puisi-puisinya di hadapan audiens, diantaranya Habiburachman El-Shirazy, Sihar Ramses Simatupang, Chavcay Saefullah, Musatafa Ismail, Anwar Putra Bayu, Fakhrunnas MA Jabbar. Selain itu tampil juga Rukmi Wisnu Wardhani dan Sosiawan Leak. Penampil terakhir ini mampu membetot perhatian peserta dengan pembacaan puisinya yang atraktif, dengan membawakan puisi berjudul ‘Dunia Bogam Bola”.

KSI Bersama Medy Lukito

Setelah melalui proses panjang dan melelahkan, pada Kongres Komunitas Sastra Indonesia (KSI) ke II yang digelar di Wisma Depdiknas Argamulya, Cisarua-Bogor akhirnya memunculkan wajah baru pemimpin KSI untuk 3 tahun ke depan pada sabtu malam. Adalah Medy Lukito yang secara voting terpilih sebagai ketua KSI periode 2012-2015. Sementara Bambang Widiatmoko terpilih sebagai Sekretaris dan Iwan Gunadi selaku Bendahara.
Terpilihnya Medi Lukito selaku ketua setelah melalui proses sidang formatur yang terdiri dari beberapa perwakilan KSI daerah, diantaranya Ahmadun Y. Herfanda, Habiburahman El-Shirazy, Idris Pasaribu, Ayid Suyitno PS, Wig SM, Arsyad Indradi, Iwan Gunadi, Mahdiduri dan Medy Lukito.
Dalam sambutannya, Medy mengaku bahwa bagi dirinya, menjadi ketua sebuah komunitas besar sangat berat sehingga dalam menjalankan roda organisasi dirinya meminta dukungan pada setiap pengurus dan anggota untuk bersibahu bersama-sama.
Dalam kesempatan itu pula, Kongres KSI menghasilkan beberapa rekomendasi yang sifatnya internal dan eksternal. Diantaranya adalah bahwa KSI ke depan harus memiliki badan usaha yang bisa menghidupi anggotanya. "KSI Harus punya penerbitan sendiri, agar bisa mengakomodir karya-karya sastra dari KSI daerah" Ungkap Jumari HS. Selain itu juga merekomendasikan agar pemerintah memerhatikan nilai kerakyatan dalam membuat sekaligus mengeluarkan kebijakannya.
Selayaknya acara sastra, dalam kongres itu pun digelar pembacaan puisi dari para penyair seperti Sosiawan Leak, Fatin Hamama, Rukmi Wisnu Wardhani, Mustafa Ismail, Sihar Ramses Simatupang, Habiburahman El-Shirazy, Anwar Putra Bayu, Chavcay Syaefullah, Jumari HS, dan lain-lain. [dre]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »