Jaro Dainah : “Saya diminta untuk mengabdi lagi 6 tahun ke depan”

21.55

Namanya makin tidak asing lagi bagi pemerhati kebudayaan, bukan hanya di Banten tetapi di Indonesia. Sosoknya menjadi wakil masyarakat adat yang sudah berabad-abad berhasil bertahan sampai sekarang. Di setiap event di luar Baduy, Jaro Dainahlah yang menjadi juru bicara, seperti saat acara Seba Baduy yang dihelat setiap tahun. Begitu pun ketika ada tamu yang bertandang ke Baduy, sudah barang tentu akan diarahkan ke pria yang berkumis lebat itu yang berperan sebagai Jaro Pamarentah.
            Bagi Jaro Dainah, penunjukan dirinya sebagai Jaro Pamarentah adalah sebuah kepercayaan yang mesti dijaga. Ia tidak ingin, warganya mendapat celaka karena ia tidak bisa menjalankan amanah. Oleh karenanya, dalam setiap kesempatan, dirinya selalu mengkomunikasikan perihal Baduy kepada orang-orang luar yang ditemuinya. Seperti saat BieM berkesempatan berbincang di kantor Disbudpar Provinsi Banten. Jaro Dainah tidak segan-segan untuk memberikan informasi tentang Baduy, tentunya jika diminta oleh lawan bicara.
            Dalam kesempatan itu, Jaro Dainah menceritakan bahwa belum lama ini, dalam sebuah pertemuan adat yang dihadiri segenap perangkatnya, dirinya diminta untuk melanjutkan kepemimpinannya. “Kami dimenta jadi jaro deui jeung 6 taun kahareup” ujarnya.
            Ini berarti, sampai 6 tahun ke depan, Jaro Dainah telah mengabdi selama 17 tahun. Sebuah prestasi yang mengagumkan, mengingat segala aktifitas di Baduy berlandaskan nilai batin (spiritual).
Hal lain yang menarik adalah bahwa sejarah Baduy, berkelindan dengan angka 3-5-7. Angka ini menunjukkan tentang sejarah awal hidup Baduy, beranjak dari 15 tokoh yang kemudian berpencar berkelompok bergantung pada misinya. Jaro Dainah menjelaskan kalau 15 tokoh ini terbagi pada 3 tokoh menjadi perwali nagara, 5 tokoh menjadi kaum wiwitan dan 7 tokoh menjadi kaum pajajaran (pawayangan). Selain itu, dia juga menjelaskan sedikit tentang kesenian Baduy yang terdiri dari karinding, angklung, rendo dan kacapi. Dan yang jarang diketahui masyarakat banyak adalah kalau ternyata, Baduy juga memiliki gamelan, yang memang hanya diperuntukan bagi ritual khusus. ***

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »