DISBUDPAR Siap Mendengar dan Bekerja untuk Kebudayaan

06.15

Rukman Teddi
Meski saat ini kebudayaan sudah dikembalikan ke Departemen Pendidikan, hal itu tidak secara otomatis bisa diberlakukan di daerah, sesuai dengan PP No. 41 tahun 2007. Begitu pula dengan Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten. Saat ini, nomenklatur Disbudpar Banten belum berubah. Oleh karenanya, disbudpar tetap terus membenahi diri agar lebih bisa mengakomodir para pelaku budaya dan pariwisata dalam tiap program dan kegiatannya.

            Tahun ini, ada beberapa agenda besar yang sedang diusung Disbudpar, diantaranya adalah pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pengelolaan Taman Budaya yang saat ini sedang menunggu penetapannya. Mengenai kenapa memakai nama balai, Ruman Tedi selaku sekretaris dinas mengungkapkan bahwa Biro Organisasi masih memandang infrastruktur yang ada masih minim sehingga mesti disesuaikan dengan penamaan UPT tersebut.
            ”Kami mengajukan dua UPT, yakni Taman Budaya dan Museum Negeri, hanya saja untuk tahun ini UPT yang bisa dibentuk adalah taman budaya” ungkapnya. Untuk menghindari kekhawatiran ketimpangan tupoksi, Rukman Teddi menjelaskan bahwa meski namanya balai, tupoksinya tetap mengacu pada pelayanan standar taman budaya.
            Agenda berikutnya adalah penyusunan draft naskah akademik Rencana Induk Pelestarian Kebudayaan Daerah (RIPKD) Provinsi Banten. Sampai saat ini, proses penjaringan aspirasi masyarakat masih berjalan setelah sebelumnya, pada tahun 2011, Disbudpar telah menggelar empat kali Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para seniman dan budayawan Banten. Rencananya, tahun ini FGD akan dilanjutkan lagi yang nantinya diarahkan untuk menghasilkan naskah akademik kebudayaan Banten.

            Kasubag Program, Tb. Ence Fahrurozi mengungkapkan bahwa pihaknya berkeinginan agar materi FGD juga menjadi rujukan bagi renstra dan renja dinasnya, sehingga program kegiatannya sesuai dengan tolok ukur untuk 5 tahun ke depan. Oleh karenanya, dalam pembahasan renstra dan renja kebudayaan, pihaknya mengundang juga perwakilan seniman budayawan untuk memberikan pandangan realitasnya.
            ”Kami sedang berupaya agar pembangunan kebudayaan Banten berjalan ideal dari sisi strategi, kebijakan, program dan kegiatan untuk 2012-2017”Paparnya.
            Selain dua agenda di atas, tahun ini Disbudpar Banten berencana untuk mulai memfungsikan fasilitas yang ada, seperti gedung museum budaya, plaza aspirasi. Bahkan ada rencana untuk mengelola danau buatan yang terletak di belakang kantor Disbudpar untuk dijadikan lokasi miniatur Kampung Banten ***

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »