Budaya Mengkonsumsi Junk Food

01.32


Siapa diantara sobat Bi-eM yang senang makan gorengan? Burger? Pizza? Atau minum minuman bersoda? Belakangan ini, disadari atau tidak kebiasaan masyarakat akan konsumsi junk food sudah semakin meluas. Hal ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya waralaba yang menyajikan aneka jenis junk food dari makanan hingga minuman di berbagai tempat. Sebenarnya, apa sih ‘Junk Food’ itu? Berdasarkan beberapa sumber yang didapat, junk food adalah istilah yang diberikan pada makanan dan minuman yang mengandung tinggi kalori (energi), garam, gula dan lemak namun rendah akan kandungan vitamin, mineral dan serat.  Cita rasa dari junk food yang gurih dan membuat ketagihan sangat digemari banyak orang. Dan dengan cita rasa seperti ini, junk food berhasil menjadi makanan primadona terutama dikalangan remaja.

Oleh : Samsiyah

Meskipun demikian, mengonsumsi junk food bukanlah pilihan yang harus selalu kita turuti. Karena kandungannya yang tinggi kalori, garam, gula dan lemak, junk food menjadi salah satu panganan yang harus diwaspadai. Menurut WHO (World Health Organization / Organisasi Kesehatan Dunia), ada sepuluh jenis makanan yang digolongkan ke dalam junk food, yaitu: gorengan, makanan kalengan, asinan, daging yang diproses (ham, sosis, dll), makanan dari daging berlemak dan jerohan, olahan keju, mi instant, makanan yang dipanggang/dibakar, sajian manis beku, dan manisan kering.

Sebagai informasi sekaligus untuk mengingatkan kembali, tubuh manusia membutuhkan berbagai jenis zat gizi yang terdapat pada berbagai jenis makanan. Itulah alasan mengapa seseorang perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam satu hari. Namun pada junk food, zat gizi yang ada tidak beragam dan cenderung melebihi angka kecukupan gizi yang dibutuhkan tubuh. Dan seperti yang pernah dibahas sebelum ini, zat gizi yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Lalu zat gizi apa saja yang terdapat dalam junk food? Apa resikonya jika zat gizi tersebut dikonsumsi secara berlebihan? Mari kita berkenalan lebih dekat dengan junk food J

1.      Sodium
Sumber utama dari sodium adalah garam dapur. Dalam sehari, tubuh orang dewasa membutuhkan sekitar 500 mg. Fungsi sodium sendiri ialah untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam dan si luar sel tubuh. Kelebihan sodium awalnya akan di toleransi oleh tubuh. Namun jika kelebihan sodium berlangsung secara terus-menerus, proses toleransi yang dilakukan oleh tubuh akan mengakibatkan hipertensi. Hipertensi sendiri merupakan pemicu terjadinya penyakit stroke dan jantung. Contoh makanan yang mengandung tinggi natrium adalah makanan kaleng, asinan, daging olahan, mie instan, manisan kering, dll. Untuk mengimbangi konsumsi sodium yang berlebihan, dianjurkan minum air putih agar konsentrasi sodium dalam sel kembali normal dan terhindar dari hipertensi. Hanya saja konsumsi air putih ini menimbulkan resiko terjadinya edema (sel membengkak).

2.      Gula
Gula merupakan bagian dari karbohidrat sederhana. Fungsi dari gula adalah sebagai sumber energi atau penyedia tenaga bagi tubuh. Kelebihan gula di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak di hati, kemudain lemak ini akan dibawa ke sel-sel lemak yang ada di tubuh hingga jumlah yang tak terbatas. Oleh karena itu, konsumsi berlebihan akan gula dapat mengakibatkan seseorang menjadi gemuk. Tidak jauh berbeda dengan hipertensi, kegemukan juga dapat memicu terjadinya penyakit lain seperti stroke, jantung, diabetes mellitus (penyakit gula atau lebih dikenal dengan kencing manis), dll. Contoh makanan yang mengandung banyak gula adalah makanan kaleng, olahan keju, sajian beku seperti ice cream dan cake beku. Selain makanan, minuman seperti minuman bersoda juga mengandung banyak gula.

3.      Lemak
Secara keseluruhan, ada banyak jenis lemak dengan fungsi yang berbeda-beda. Sedangkan lemak yang dominan terdapat pada junk food adalah jenis lemak jenuh dan kolesterol. Lemak jenuh merupakan jenis lemak turunan yang dapat merangsang pembentukan kolesterol di hati. Sumber lemak jenuh antara lain minyak kelapa dan minyak kelapa sawit, daging berlemak dan jerohan. Kolesterol sendiri merupakan jenis lemak yang dapat disintesis (dibentuk) oleh tubuh. Kolesterol merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Selain itu, kolesterol juga bahan pembentuk beberapa hormon dalam tubuh. Walaupun demikian penting, keberadaan kolesterol yang terlalu berlebihan memiliki pengaruh yang buruk terhadap tubuh. Kolesterol yang terlalu banyak berada di dalam darah akan membentuk endapan pada dinding pembuluh darah sehingga akan menyebabkan penyempitan yang dinamakan aterosklerosis. Bila penyempitan ini terjadi pada pembuluh darah jantung, maka dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Karena pada dasarnya tubuh dapat memproduksi kolesterol secara mandiri, maka konsumsi lemak jenuh yang dapat memicu produksi kolesterol dan konsumsi makanan sumber kolesterol seperti daging, ayam, ikan, telur, susu dan keju harus diperhatikan jumlahnya. Sebagai saran penutup, setelah mengonsumsi makanan sumber lemak makanlah serat larut air seperti apel, anggur, wortel. Karena jenis serat larut air dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Nah, itulah beberapa hal mengenai junk food. Sedikit tidak adil rasanya kalo sobat Bi-eM hanya mengetahui efek negatif dari konsumsi junk food. Karena sebenarnya kalori yang tinggi dalam junk food juga bisa menjadi sumber utama energi untuk kita, terlebih lagi rasanya yang ringan dimulut yang dapat membangkitkan selera untuk orang-orang yang sedang tidak nafsu makan. Hanya saja, kembali pada uraian di atas, jangan sampai lupa diri saat makan junk food. Ingat, ayo menjadi cermat dalam memilih makanan, kecermatan kita menentukan kesehatan dan masa depan kita J J J

(dari berbagai sumber)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »