What’s Up with Love?

11.21



Pertama kali dirilis pada 8 Februari 2002, demam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) seolah begitu cepat menyebar dan merasuk ke anak-anak remaja waktu itu, tiba-tiba saja banyak cowok SMA maupun kuliahan yang sok ‘cool’ dan pendiam, dimana-mana buku sastra lama selalu berada di dalam tas mereka, terlebih buku AKU karya Syumandjaya mendadak banyak dicari dan dibeli orang. Mereka ingin seperti Rangga, tokoh utama dalam film AADC yang diperankan oleh Nicholas Saputra.

Setelah sekian lama mati suri, film yang disutradarai Rudi Soedjarwo ini sepertinya menjadi tonggak kebangkitan film nasional, AADC berhasil membawa masyarakat berbondong-bondong ke bioskop dan terjadi antrean panjang untuk menyaksikan film bertemakan cinta di masa-masa SMA,  menampilkan Cinta (Dian Sastrowardoyo) sebagai seorang pelajar SMA. Ia langganan juara lomba puisi di sekolahnya yang rutin diadakan tiap tahun. Cerita berawal dari Alya (Ladya Cherill) yang tubuhnya memar karena kerap dipukuli sang ayah yang sering cek-cok dengan ibunya. Alya adalah sahabat karib Cinta dengan teman-temannya yang lain. Seperti Carmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Milly (Sissy Priscillia).

Di sekolah, juara lomba puisi tahun ini akan diumumkan. Seluruh siswa yakin Cinta yang akan menjadi juara. Namun justru pemenangnya tahun ini adalah Rangga (Nicholas Saputra). Karena Cinta dan teman-temannya adalah pengurus mading sekolah, ia akan mewawancarai Rangga. Namun Rangga adalah tipe laki-laki pendiam, penyendiri dan "dingin". Saat Cinta berbicara dengan Rangga, ia melihat buku yang dipegang Rangga (buku AKU karya Syumandjaya). Lalu Cinta memberinya surat dan membuat Rangga emosi. Dan tanpa disengaja bukunya terjatuh. Cinta segera memungutnya. Dan membawa pulang buku itu untuk dibaca.
 
Cinta mengembalikan buku tersebut saat Rangga kebingungan mencarinya. Rangga pun berterima kasih pada Cinta. Semenjak itu mereka menjadi dekat. Rangga mengajak Cinta ke Kwitang, tempat ia membeli buku lama. Saat di Kwitang, Cinta teringat akan janji menonton konser bersama teman-temannya. Ia pun meninggalkan Rangga untuk menonton konser.
 
Pada suatu malam Rangga dan Cinta kencan di sebuah kafe. Namun sebelum Cinta berangkat, Alya menelepon untuk memintanya ke rumah. Namun Cinta berbohong bahwa ia akan pergi ke rumah sakit. Akhirnya Cinta pergi bersama Rangga. Di sana Cinta menyanyikan lagu yang dibuat dari puisi Rangga. Saat Cinta pulang, mama Cinta akan pergi menjenguk Alya di rumah sakit karena mencoba bunuh diri. Cinta menjadi sangat menyesal.

Keesokan harinya, Rangga menyapa Cinta. Namun Cinta justru berkata ketus agar Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga pun sepakat bahwa ia akan menjauh dari Cinta. Saat di rumah sakit Cinta berterus-terang pada Alya bahwa ia berbohong dan Alya pun tahu bahwa Cinta kencan dengan Rangga. Cinta tidak tahu bahwa saat ia berkata jujur, teman-temannya yang lain ada dibelakangnya. Cinta juga meminta maaf kepada teman-temennya yang lain.
 
Rangga yang saat itu akan berencana pindah sekolah ke Amerika Serikat, mencoba menelepon Cinta untuk berpamitan. Namun Cinta justru tetap menjauh dari Rangga. Carmen yang saat itu sedang latihan basket melihat Rangga berpamitan pada Pak Wardiman, sang penjaga sekolah. Ia pun segera memberitahukan teman-temannya.

Cinta yang menyadari cinta sejatinya itu, segera menyusul ke bandara. Namun mobil Milly terjepit mobil lain. Mereka meminjam mobil Mamet (Dennis Adhiswara) Di sana Cinta bertemu dengan Rangga. Ia meminta Rangga untuk membatalkan niatnya sekolah di luar negeri. Namun Rangga tetap pergi meninggalkan Cinta-nya. Ia memberi Cinta buku yang pada halaman terakhirnya terdapat puisi Rangga yang berjudul "Ada Apa dengan Cinta?". Rangga berjanji akan kembali di saat bulan purnama tiba.
 
Meski sudah 10 tahun, antusias masyarakat terhadap film AADC masih tetap tinggi. Hal itu bisa dilihat dari membludaknya penonton di bioskop ketika AADC diputar kembali. Pada hari pertama penayangan film ini sempat mendapat penonton terbanyak, oleh sang produser, Mira Lesmana penayangan kembali AADC akhirnya diperpanjang.

Ide membuat AADC berawal dari keinginan Mira membuat film berlatar belakang cerita SMA. Bagaimana rasanya saat jatuh cinta kali pertama, lalu membuat para remaja menjadi suka puisi. Mereka sendiri tidak terpikir kalau pada akhirnya film ini menjadi tonggak kebangkitan film Indonesia. *** (Irvan Hq dari berbagai sumber).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »