Gembrung Budaya Cilegon

09.56
Cilegon (27/3) - Tak seperti biasanya, Jl Pangeran Jayadikarta dipenuhi kendaraan yang diparkir. Nampak beberapa orang berseragam mengatur lalu lintas di sekitarnya, para undangan sudahlah memenuhi kursi yang disediakan panitia. Tetabuhan bedugpun rampak terdengar dan beberapa penari sedang melenggak-lenggokkan tubuhnya di depan panggung.

Begitulah gambaran singkat acara pembukaan peresmian gedung Sanggar Seni Budaya dan Gembrung Budaya Kota Cilegon yang dihelar Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon yang bekerjasama dengan Dewan Kesenian Cilegon pada Selasa kemarin.

Dalam sambutannya, Walikota Cilegon Tb. Iman Aryadi menekankan bahwa dengan diresmikannya gedung seni budaya tersebut bisa menumbuh kembangkan kesenian yang ada di kota baja itu. Tidak hanya sebatas kesenian asli, tetapi juga segala kesenian yang hidup di Cilegon.

Sementara itu, Kabid Kebudayaaan Disbudpar Cilegon, Heni Anita Susila, mengatakan bahwa diresmikannya gedung seni budaya hanya langkah awal untuk menyemarakan kota Cilegon dengan ragam aktifitas kesenian. Ke depannya, Disbudpar Kota Cilegon akan berupaya untuk bisa memfasilitasi komunitas atau sanggar secara layak. Baik itu dari alokasi anggaran atau pun infrasturktur.
"Saya bermimpi Cilegon bisa mengejar ketertinggalan dengan daerah lain di Banten dari segi keseniannya" Ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Arif Zafrullah selaku ketua Komunitas Musik (Kamus) Banten, yang hari itu bersedia hadir. Lelaki berkumis tebal ini mengharapkan dengan adanya gedung seni budaya bisa dijadikan wadah pemersatu seniman di Cilegon.
"Meski jauh dari ideal, setidaknya bermanfaat bagi para seniman sini" Tambahnya di sela-sela keseriusannya menikmati pameran lukisan.


Gembrung Budaya; DKC Sebagai Event Organizer

Dalam kegiatan Gembrung Budaya, Disbudpar Cilegon yang menggandeng DKC meramu acaranya dalam ragam lomba dan pertunjukan. Gembrung Budaya sendiri dimaksudkan sebagai satu kesatuan pertunjukan seni di satu tempat dan waktu.

Mata lomba yang dilaksanakan berupa lomba menggambar, baca puisi, mewarnai, tari yang diperuntukkan bagi siswa Taman Kanak-kanak (TK) se-Cilegon. Perlombaan tersebut digelar sedari pagi hingga sore. Pada malamnya, masyarakat sekitar disuguhi ragam pertunjukan dari komunitas/sanggar seni. Diantaranya Gipang Percussion, Pentas Puisi-Teater, Tari, Debus, Performance dari BPOS-KS, Ubrug, serta musik dari Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Cilegon.

Terkait dengan peranan DKC dalam acara tersebut, Heni Anita Susila mengatakan bahwa seluruh acara dirancang bangun oleh pengurus DKC. "Porsinya sebagai event organizer" Jelasnya. "Tahun ini, kami (Disbudpar-red) belum bisa berbuat banyak bagi DKC dar sisi anggaran, tapi akan diupayakan tahun 2013 mendatang" tambahnya saat ditanya soal anggaran murni DKC. [dre]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »